Kasat Lantas Polres Blora Harap Orang Tua Berperan Aktif Cegah Anak Naik Motor

Anak di bawah umur yang naik motor seolah-olah menjadi hal yang biasa. Jangan sampai ada pembiaran dalam masyarakat soal hal ini, harus ada yang selalu mengingatkan.  Hal ini yang menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas Polres Blora dengan progam ‘Cegah Anak Naik Motor’ (CAMOT).

Kecelakaan maut yang menelan korban yang melibatkan pengemudi di bawah umur banyaknya banyak terjadi di berbagai daerah karena kelalian orang tua atau pelanggaran tidak mematuhi tata tertib lalu lintas.

“Kalau anak di bawah umur masih banyak berkendara di jalan, ya akan dilakukan penindakan tegas. Itu kita lakukan untuk menjaga keselamatan dirinya dan orang lain,” kata Kasat Lantas Polres Blora AKP Himawan Aji, S.H, S.I.K, Senin (24/9/2018).

Kasat lantas menuturkan, pihaknya juga meminta bantuan dari pihak sekolah agar proaktif memberikan sosialisasi keselamatn berkendara bagi para siswanya. Seperti yang dilakukan anggota Sat Lantas Polres Blora pagi tadi, menindak beberapa anak SMP yang mengendarai Motor saat hendak berangkat sekolah. Meski telat namun anak tersebut diantarkan anggota Sat lantas samapai ke sekolahnya.

“Memang tidak mudah menertibkan pengendara di bawah umur. Terkadang mereka sering ngotot. Untuk itulah kita minta bantuan para guru agar membantu mensosialisasikan dan melarang muridnya yang belum memiliki SIM agar tidak mengendarai motor,” jelasnya.

AKP Himawan kembali menegaskan, penertiban yang dilakukan tidak akan memberikan hasil apa pun jika hanya didukung oleh satu pihak. Maka dari itu, terang dia, orang tua dan lingkungan di tempat tinggalnya juga berperan penting.

“Perlu ada dukungan dari orang tua, serta lingkungan sekitar guna membantu penertiban ini. Karena sangat disayangkan jika generasi muda menjadi korban sia-sia di jalan raya,” tambah Kasat Lantas.

Keselamatan dimulai dari tanggung jawab keluarga serta lingkungan. Sangat menyayangkan kepada orangtua yang mengizinkan anaknya mengendari kendaraan di saat usianya belum 17 tahun.

“Kalau sayang anak, harusnya jangan diberikan kendaraan sebelum usianya 17 tahun, karena harus lebih dahulu memiliki KTP dan SIM,” tutupnya.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password