Kapolres Blora Ajak Warga Hidup Harmonis Dalam Perbedaan Saat Safari Sahur Dan Subuh Bersama

Jajaran Polres Blora dibawah piminan AKBP Saptono, S.I.K, M.H terus berupaya memperkuat mental dan spritual dari anggota dan meningkatkan hubungan sinergitas kemitraan dengan masyarakat melalui program Safari Sahur dan Subuh berjamaah.

Kepada jamaah Masjid At Taqwa Kecamatan Randublatung, Sabtu (26/05) pagi, Kapolres Blora mengajak masyarakat untuk lebih menggalakkan salat berjamaah di masjid ataupun mushola untuk lebih mempererat tali silaturahim, dan menambah pengetahun keislaman. Usai santap sahur bersama di pendopo kantor Kec. Randublatung bersama para tokoh agama dan masyarakat sekitar.

“Tujuan diadakan Safari Sahur dan Subuh bersama, yaitu melaksanakan ibadah sebagai kewajiban umat muslim, serta sebagai ajang bersilahturahmi, bertatap muka secara langsung dengan alim ulama dan masyarakat agar dapat langsung berkomunikasi dan bertukar informasi,” kata AKBP Saptono.

Dalam sambutannya usai solat subuh berjamaah, Kapolres mengajak dan berharap dukungan serta kerjasamanya dari seluruh warga untuk ikut berperan secara aktif dalam mensukseskan jalannya pesta demokrasi berupa Pimilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tahun 2018, serta minta kepada seluruh warga untuk tidak mempermasalahkan adanya suatu perbedaan pilihan, jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan dapat menjadikan suatu permusuhan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwasannya perbedaan pilihan menjadi suatu hal yang biasa dalam era demokrasi semacam ini, bagi warga yang sudah mempunyai hak pilih hendaknya mengunakan hak pilihnya sesuai dengan keinginan dan hati nurani masing masing serta warga harus menghindari adanya isu sara maupun monay politik.

“Bagi warga yang melihat atau mengetahui adanya suatu hal yang bisa menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas hendaknya segera untuk menghubungi Polsek Randublatung agar dapat segera diantisipasi secara sedini mungkin bersama,” pesan Kapolres Blora.

Selanjutnya AKBP Saptono menyampaikan bahwa adanya aksi terorisme beberapa waktu lalu yang terjadi di Surabaya dan wilayah lainnya jangan sampai dikaitkan dengan ajaran agama mana pun. Sesungguhnya terorisme adalah suatau perbuatan tindak pidana dengan ekskalasi tinggi bukan merupakan suatu ajaran agama.

“Terotisme adalah kejahatan bukan bukan ajaran dari suatu agama manapun. Semua agama tidak pernah mengajarkan kekerasan melainkan mengajarkan hidup dengan kasih sayang untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai,” tandasnya.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password