Bhabinkamtibmas Polsek Randublatung Polres Blora Bersama Dinas Kesehatan Jenguk Balita Penderita Gizi Buruk

Bhabinkamtibmas Polsek Randublatung Polres Blora Brigadir Muklisin bersama Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Randublatung menjenguk dan memberikan bantuan bagi seorang balita berumur satu tahun yang mengalami gizi buruk, Senin (09/04/2018).

Gizi buruk adalah keadaan kurang gizi, kekurangan energi dan protein (KEP) tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Ditandai dengan status gizi sangat kurus (menurut Berat Badan terhadap Tinggi Badan). Anak disebut gizi buruk apabila berat badan dibanding umur tidak sesuai (selama 3 bulan berturut-turut tidak naik)

Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (bawah lima tahun) dan ditampakkan oleh membusungnya perut (busung lapar). Gizi buruk dapat berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan anak, juga kecerdasan anak. Pada tingkat yang lebih parah, jika dikombinasikan dengan perawatan yang buruk, sanitasi yang buruk, dan munculnya penyakit lain, gizi buruk dapat menyebabkan kematian.

Demi membantu balita yang menderita gizi buruk di Desa binaanya agar terhindar dari gizi buruk, Bhabinkamtibmas Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora bersama Dinas Kesehatan setempat memberikan bantuan berupa susu SGM, telur ayam, telur puyuh, gula, kacang hijau, dan nutrijel. Kali ini bantuan diberikan kepada orang tua balita juga satu paket sembako dari Brigadir Muklisin untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari orang tuanya.

Gizi buruk dapat dicegah dengan cara memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun.

Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya : untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat, rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program Posyandu.

Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar di atas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu ke dokter, jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit, jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula.

Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi anak. Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini sering kali membuahkan hasil yang baik.

“Pada kondisi yang sudah berat, terapi bisa dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan secara umum. Namun, biasanya akan meninggalkan sisa gejala kelainan fisik yang permanen dan akan muncul masalah intelegensia di kemudian hari.” Ujar salah satu Bidan dari Puskesmas Randublatung.

Brigadir Muklisin akan segera melaporkan kepada pimpinan agar keluarga korban dapat memperoleh sumbangan dari Kepolisian guna meringankan beban orang tua balita yang terkena gizi buruk tersebut.

“Mari kita berusaha mencegah balita dengan gizi buruk, dikarenakan gizi buruk dapat menyebabkan pertumbuhan badan dan perkembangan mental anak sampai dewasa terhambat, mudah terkena penyakit ispa, diare, dan yang lebih sering terjadi, serta bisa menyebabkan kematian bila tidak mendapatkan penanganan secara intensif,” ujar Brigadir Muklisi

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password