Dua Bandar Dadu Dengan Omset Jutaan Rupiah Diamankan Tim Buser Polres Blora

Polisi mencokok kakek Parjo (70) dan Juari (25), ditangkap aparat Tim Buser Sat Reskrim Polres Blora, karena menjadi bandar judi dadu kopyok di Dukuh Kutukan, Desa Gedangbecici Kec. Randublatung Kab. Blora, hari Sabtu (18/11/2017) pukul 21.00 WIB lalu.

Tersangka Parjo Warga Desa Mbladek, dan Juari warga Desa Kutukan Kecamatan Randublatung itu ditangkap setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat yang resah dengan adanya perjudian dadu kopyok yang ada di Desa setempat.

Mendapat laporan itu, Kapolres Blora AKBP Saptono memerintahkan Kasat Reskrim bersama sejumlah anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan. “Setibanya di lokasi, kita lakukan penyelidikan dan langsung mengepung arena perjudian tersebut,” kata Kasat Reskrim AKP Herry Dwi, S.H, M.H, Senin (20/11/2017) pagi.

Setelah ruang gerak pelaku dipersempit, sejumlah petugas langsung melakukan penangkapan. Dari sejumlah pelaku dadu kopyok, dua orang yang diduga bandar tersebut berikut barang buktinya berhasil diamankan. Saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Blora guna penyidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

Adapun barang bukti, satu buah gelaran, tiga buah dadau kopyok, satu alat penerangan, dan uang tunai sebesar Rp 878 ribu rupiah. Kasat reskrim menjelaskan bahwa perjudian adu kopyok yang bertempat di gudang bekas penyimpanan tembakau ini, beromset jutaan rupiah.

“Dari hasil barang bukti uang tunai yang didapat, menunjukan bahwa perjudian dadu kopyok di Desa Gedangbecici, Randublatung itu tak mustahil beromset jutaan rupiah semalam,” ungkapnya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kita jerat Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman mninimal 5 tahun penjara,” jelasnya.

Kasat Reskrim juga menghimbau bagi masyarakat Kabupaten Blora agar segera melaporkan apaupun segala bentuk gangguan kamtibmas maupun penyakit masyarakat kepada pihak Kepolisian, yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban.

Sementara itu, tersangka kedua pelaku tersebut mengaku menjadi bandar dadu kopyok untuk biaya hidup. “Ya untuk tambah uang makan dan sekolah anak pak, karena pekerjaan saya sehari-hari sebagai petani penghasilannya tidak menentu,” ujarnya.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password