shadow

Bersama Warga Personil Polsek Jepon Polres Blora Kompak Perbaiki Rumah Korban Kebakaran Ds. Jomblang

Sebanyak lima rumah terdampak kebakaran di Desa Jomblang Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora pada hari Senin (04/09/17) lalu mulai tahap rdienovasi oleh Personil Polsek Jepon, Polres Blora, dibantu TNI bersama warga. Nilai kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Kebakaran menimpa rumah milik Warno, Bambang Adi Susilo dan Suwaji ternyata mendapat perhatian dari berbagai pihak. Terbukti kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah seisinya tanpa tersesisa itu, mengetuk kepedulian dari berbagai pihak untuk turut membantu meringankan beban mereka.

Salah satunya bentuk kepedulian dari para personil Polsek Jepon, TNI kompak bahu-membahu bersama warga setempat, memperbaiki rumah para korban kebakaran.

Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono menjelaskan sebanyak 25 anggota Polsek Jepon dikerahkan untuk membantu membangun rumah para korban kebakaran bersama-sama warga masyarakat Ds. Jomblang.

“Selain menyumbangkan tenaga, kami juga membantu dalam bahan bangunan berupa kayu untuk memperbaiki rumah para korban kebakaran. Dimana dengan segeranya mereka mempunyai rumah sendiri supaya tidak mengungsi.” kata Kapolsek, Rabu (06/09/17) ketika ditemui polresblora.com disela-sela kerja bakti.

Seperti diketahui bahwa kejadian kebakaran rumah di Ds. Jomblang tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kejadian, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri keluar rumah. Sudah dipastikan bahwa penyebab kebakaran adalah dari konsleting arus pendek listrik yang menyebakan timbulnya percikan api.

Kapolsek berharap peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Jomblang merupakan yang terakhir kali khususnya di Kecamatan Jepon dan di Kabupaten Blora pada umumnya. “Mudah-mudahan kejadian kebakaran ini yang terakhir kali di Kecamatan Jepon. Sehingga tidak ada lagi kerugian materil dan bahkan korban jiwa akibat kebakaran,” AKP Joko Priyono.

 

Kapolres Berharap Polwan Polres Blora Semakin Tangguh Dan Profesional Kedepannya Di Usianya Yang Ke-69

Kepolisian Resort Blora menggelar Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan yang ke-69 di Rumah makan Blora, Selasa (5/9) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi Saptono , S.I.K, M.H beserta Ibu Saptono selaku Ibu Asuh Polwan, pejabat utama Polres Blora, perwakilan Kapolsek dan seluruh Polwan, Selain itu hadir juga Kowad dari Kodim 0721 Blora.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars Polwan dilanjutkan pertunjukan Tari Gambyong, pembacaan Do’a, Sambutan Kapolres AKBP Saptono lalu Pemotongan Roti dan Tumpeng.

Kapolres Blora AKBP Saptono dalam sambutannya mengucapkan Dirgahayu Polisi Wanita ke-69 kepada seluruh personel Polwan Republik Indonesia, dimanapun berada dan bertugas.

Harapannya, para Polisi Wanita Indonesia akan selalu tergerak untuk menjadi Srikandi Bhayangkara yang tangguh dan mampu membawa harum nama besar Polri dalam setiap tugas pengabdian yang dibebankan kepadanya.

Sejarah mencatat tanggal 1 September sebagai hari lahirnya Polisi Wanita Indonesia. Sejarah ini bermula saat masa pemerintahan darurat Republik Indonesia menghadapi agresi militer Belanda II di kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

“Saat itu, guna kebutuhan dalam rangka pemeriksaan dan penggeledahan pengungsi, maka diperlukan keberadaan Polisi Wanita, maka dari itu untuk pertama kali sekolah Inspektur Polwan pertama didirikan di Bukit Tinggi Sumatra Barat,” tuturnya.

Setelah dilakukan seleksi, terpilih enam orang remaja putri lulusan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan sekaligus menjadi perintis Polisi Wanita Indonesia pertama.

Kisah perjuangan para wanita perintis Polwan ini, hendaknya dapat dikenang dan diketahui oleh para generasi Polwan masa kini.

“Karena dengan memahaminya, maka akan dapat memaknai nilai – nilai perjuangan para perintis Polwan, sebagai landasan semangat dalam memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” sambungnya.

Selanjutnya, perlu dipahami bahwa tantangan tugas Polri kedepan akan semakin berat dan kompleks.

Berbagai dinamika ancaman kamtibmas pada setiap aspek kehidupan manusia, sebagai implikasi dari perkembangan lingkungan strategis serta kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dalam penanganannya akan selalu memerlukan kehadiran Polri.

Khususnya tantangan tugas pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, merupakan keniscayaan bagi eksistensi Polwan Indonesia, bahkan saat ini meluas kiprahnya pada tataran tugas operasional lainnya, seperti penyidik, negosiator, kontingen Peace Keeper Force, maupun sebagai Kasatwil/Kasatker.

Melaui tema HUT Polwan ke-69 Tahun 2017 ini. Diharapkan tumbuh Polwan yang Profesional Modern dan Terpercaya Untuk Keutuhan NKRI.

“Berkaitan dengan hari jadi tahun ini, diharapkan Polwan sebagai wanita karir tidak melupakan kodratnya sebagai wanita dan ibu rumah tangga yang mempunyai kewajiban melayani suami, mendidik dan membesarkan anaknya,” harapnya.

Dalam acara tersebut dilakukan juga pemotongan tumpeng oleh Kapolres Blora yang diserahkan kepada Polwan tertua Polres Blora AIPTU Sukarlin dan termuda Bripda Siti Nafiroh , Selain itu dilakukan juga pemotongan kue tart dan diserahkan kepada Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer S.I.K, sebagai salah satu Polwan berpangkat tertinggi di Polres Blora.

Sementara itu senior Polwan AKP Febriani Aer, yang merupakan Kasat Lantas menyampaikan kegiatan syukuran ini, dilaksanakan sebagai puncak acara rangkaian kegiatan memperingati HUT Polwan ke-69 tahun 2017.

Sebelum kegiatan ini, telah dilaksanakan juga kegiatan antara lain olah raga bersama, Gaktibplin Polwan, Kerja Bhakti/ Bhakti sosial serta anjangsana dan ziarah. Semua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT Polwan ke-69 Polres Blora

Selain kegiatan tersebut, dilaksanakan juga pelayanan kepada masyarakat oleh Polwan. Kegiatan yang memang merupakan tugas pokok sehari-hari seperti pengaturan arus, patroli dan pelayanan kepolisian. Hal ini untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Dihari jadinya yang ke-69, diharapkan Polwan semakin tangguh dan profesional dalam bertugas untuk memberikan perlindungan pengayoman pelayanan kepada masyarakat,” jelas AKP Febriani Aer S IK.

Demikian halnya kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Cegah Aksi Bela Rohingya Di Candi Borobudur, Polres Blora Tempuh Langkah Penggalangan Tokoh Agama

Kapolri Jendral Tito Karnavian secara tegas melarang Organisasi Masyarakat (Ormas) menggelar aksi demonstrasi bela etnis Rohingya. Aksi tersebut nantinya akan digelar di kawasan atau sekitaran Candi Borobudur, pada Jumat (8/9) mendatang.

Kapolri pun juga sudah perintahkan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono untuk tidak menerima surat pemberitahuan akan aksi tersebut.

Menindak lanjuti perintah tersebut jajaran Polres Blora telah melakukan langkah-langka penggalangan kepada para tokoh agama Islam supaya tidak turut terpancing berangkat ke Mgelang mengikuti kasi solidaritas bela ronghingya di Candi Borobudur.

“Saya sudah perintahkan seluruh Polsek jajaran melalu anggota Bhabinkamtibmas dan Intelkam agar melakukan penggalangan kepada para tokoh agama untuk tidak turut mengikuti aksi bela ronghingya di Candi Borobudur hari Jumat besok.” Ujar AKBP Saptono Kapolres Blora, Rabu (06/09/17) pagi.

Alasan Kapolres Blora tidak memberikan izin kepada para Ormas yang akan menggelar aksi bela etnis Rohingya yakni sesuai perintah Kapolri dan Kapolda Jateng saat digelarnya Vicon kemarin. Kapolres beralasan, karena Candi Borobudur merupakan warisan dunia di Indonesia yang sangat harus dijaga agar tidak rusak.

“Ini warisan dunia yang harus kita jaga kelestarian budayanya dan jangan mudah terprofokasi. Oleh karena itu apa hubungannya (dengan Rohingya),” katanya.

Permasalahan yang terjadi terhadap etnis Rohingya, AKBP Saptono menyebut bahwa itu bukan masalah agama antara umat Islam dengan umat Budha di sana dan juga umat Budha yang berada di Indonesia.

“Ini bukan persoalan antara masyarakat Buddha, Indonesia, apalagi dengan masyarakat Islam, tidak. Ini permasalahan pemerintah yang berkuasa dengan kelompok etnis yang dianggap melakukan penyerangan terhadap pemerintahnya,” sambungnya.

AKBP Saptono juga menuturkan bahwa komunitas Budha yang berada di Indonesia pada umumnya dan di kabupaten Blora khususnya telah memberikan atau menyampaikan pernyataan secara keras dan tegas terhadap pemerintah Myanmar, agar kasus tersebut dapat terselesaikan.

“Di sini para pengurus dan anggota FKUB serta kelompok-kelompok pengurus Budha sudah menyatakan sikap yang sangat keras, mereka mengecam pemerintah Myanmar. Kami juga berencana akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Blora dan FKUB untuk menyalurkan bantuan ke sodara-soda pengungsi Rohingya,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi berencana akan menggelar demonstrasi yang disebut Aksi Bela Muslim Rohingya dalam bentuk Gerakan Sejuta Umat Muslim Mengepung Candi Borobudur pada 8 September 2017.

Aksi itu digelar untuk mendorong penyelesaian konflik Rohingnya di Myanmar. Berdasarkan pesan atau info yang diterima polresblora.com dari tranding topic media sosial, diklaim sudah ada hampir puluhan organisasi yang akan bergabung dalam aksi itu yang belum tetntu kebenarannya.

Kapolres Blora mengimbau warga untuk melakukan aksi yang lebih bijaksana dan bermanfaat untuk muslim Rohingya.

“Penggalangan dana atau doa bersama semacam itu kan lebih bermanfaat, bukan malah unjuk rasa,” pungkasnya.

 

Tak Ada Rasa Malu Bhabinkamtibmas Polsek jate Polres Blora Ikut Timbang Balita Di Posyandu

Peran Bhabinkamtibmas di lingkungan masyarakat sangatlah Penting salah satunya tampak pada Penyelesaian masalah (Problem Solving) dengan tanggap dan cepat tanpa menimbulkan ekses negatif yang meluas tanpa menimbulkan permasalahan baru dan mampu memberikan rasa aman tanpa terjadinya keresahan di lingkungan Masyarakat.

Tak hanya menangani Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, seorang anggota Kepolisian juga dituntut peduli terhadap lingkungan seperti kesehatan anak.

Begitu halnya dengan Bhabinkamtibmas Polsek jati Polres Blora Desa Jegong Brigadir Munaji yang terliihat peduli dengan kegiatan Posyandu, dengan semangat dan penuh kasih sayang mengunjungi kegiatan yang ada di Posyandu di Desa binaannya dengan tema “Polisi Peduli Anak Bangsa.” Selasa (05/09/17).

Kegiatan posyandu yang dilakukan oleh Desa Jegong Kecamatan jati, Blora bersama ibu-ibu kader Posyandu tersebut di hadiri oleh Kades Jegong berserta stafnya dan Ibu Kepala Pukesmas Jati dr. Utami.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Jegong Brigadir Munaji berkenan turut serta menimbang dan memberikan vitamin kepada balita, dan kepada ibu-ibu.

Kapolsek Jati Polres Blora AKP Sugito, S.H mengatakan, bahwa kegiatan Bhabinkamtibmas dengan menyambangi Posuandu bukanlah hal yang dianggap tabu lagi. Karena sebagai seorang anggota Polisis harus selalu hadir ditengah-tengah kegaiatan masyarakat sekaligus memberikan pesan-pesan kamtibmas.

“Rasanya senang para anggota Bahbinkamtibmas ini, menjadi bagian dan hadir dalam giat Posyandu yang bisa melayani dan menjaga kesehatan dari para balita”, ujar AKP Sugito.

Keakraban Kapolres Blora Bersama Wartawan Dibumbui Aroma Sate

Momen Idul Adha dimanfaatkan untuk menjalin keakraban oleh petinggi instansi penegak hukum di Kabupaten Blora yaitu Polres beserta pejabat utama, Guna mempererat hubungan silaturahmi dengan rekan media di Kabupaten Blora, pada Senin sore (4/9/2017)

Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi Saptono S.H., S.I.K., M.H adakan acara bakar sate bareng dan makan bersama rekan-rekan media mulai dari media online ataupun cetak serta juga ada dari rekan-rekan stasiun Tv nasional dan lokal di Restauran Bambu Sanjaya Badong Blora .

Kapolres Blora, AKBP Saptono didapingi wakapolres , para Kabag, serta para Kasat dan Kapolsek Banjatejo menyantap sate kambing yang telah matang. Suasana penuh kekeluargaan dibarengi gelak tawa para petinggi Polres Blora tersebut.

“Yang baru datang, ayo silahkan langsung makan, nanti habis,” canda Kapolres Blora, AKBP Saptono, menyapa yang baru datang.

Bahwa kegiatan kumpul bareng sekaligus makan bersama ini digelar bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahim sekaligus untuk membangun kerjasama dengan Polri, dalam hal ini Polres Blora dengan para rekan-rekan media untuk saling bersinergi dalam bidang pemberitaan agar Kabupaten Blora kedepan lebih aman dan tetap kondusif.

Dalam suasana santai sambil menikmati hidangan makan bersama tampak keakraban antara Kapolres Blora dengan para rekan-rekan wartawan, saling tanya jawab tentang penanganan terhadap kasus yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Blora. Selain itu rekan-rekan media pun diberikan kesempatan meluapkan unek-unek oleh Kapolres dan menanyakan kendala apa saja yang dihadapi oleh rekan-rekan media saat dilapangan.

Dengan digelarnya acara bakar sate bareng dan makan  bareng atau kumpul bareng sekaligus makan bersama tersebut, diharapkannya sinergitas antara media dan Polri semakin erat dengan tetap memberikan informasi kepada Polri terkait perkembangan situasi yang ada di daerah Kabupaten  Blora penanganan terhadap kasus yang ada dapat ditangani dengan cepat.

Semua terlihat akrab dengan santapan yang menggoyang lidah tanpa ada perbedaan baik pimpinan dan bawahan bersama para wartawan.

Kapolres Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Sekaligus Salurkan Bantuan Untuk Para Korban

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Blora, kali ini menimpa rumah Warno, Bambang Adi Susilo, Dan Suwaji warga yang tinggal di Desa Jombalng Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, ludes dilalap si jago merah, hari Senin dini hari kemarin.

Mendapati informasi tersebut hari ini Selasa (05/09/17), Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, didampingi Kabag Ops Kompol I Gede Arda, Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo,S.H, M.H dan Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono, S.H dan sejumlah anggota langsung meninjau lokasi TKP kebakaran sekira pukul 09.30 WIB.

Bertemu dengan korban di TKP, Kapolres Blora AKBP Saptono, mengungkapkan turut perhatian atas musibah kebakaran ini, apalagi katanya saat ini masih dalam suasana lebaran idul Adha 1438 H.

“Meski tidak ada korban jiwa dalan musihab ini, saya selaku Pimpinan jajaran Polres Blora turut prehatin atas musibah ini, saya berharap para korban tabah menerimanya,” ungkap Kapolres Blora.

Musibah kebakaran berawal diketahii api muncul sekitar pukul 01.30 Wib kemudian dengan cepat membesar, sementara rumah dalam keadaan kosong,  penghuni rumah sedang pergi, saat api membesar warga tidak dapat berbuat banyak, akhirnya merembet ke rumah yang lain. Sebanyak lima rumah yang hampir 80 persen terbuat dari kayu dan bambo itu ludes dilalap si jago merah sebelum mobil pemadam kebakaran datang.

“Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.30 Wib dengan bantuan 3 unit mobil Damkar dari BPBD Blora dan masyarakat setempat. Akan tetapi lantara api cepat membesar akibatnya 5 rumah menjadi korban keganasanya,” jelas Kapolres.

Lanjut Kapolres, selain menghanguskan rumah Warno, Bambang Adi Susilo dan Suwaji, akibat kebakaran rumah warga lainnya yang jaraknya berdekatan mengalami rusak ringan kerugian materil yang dialami tiga korban berkisar kurang lebih Rp. 300.000.000,-

Dikatakannya, untuk mengamankan TKP saat ini pihaknya telah memasang garis polisi. “Terkait penyebab kebakaran hingga saat ini masih ditelusuri, kuat dugaan akibat konseling arus pendek listrik, untuk kerugian ditaksir capai 300 juta rupiah,” jelasnya.

Sebelum meninggalkan tempat Kapolres Blora bersama jajaran Polwan sekaligus dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-69 memberikan sumbangan bantuan kepada ketiga korban kebakaran Jomblang tersebut.

Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang, sembako, dan pakaian bekas masih layak pakai yang nantinya akan digunakan sebagai biaya operasional oleh tiga kepala keluarga yang mengalami musibah tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban warga yang kebakaran rumahnya, dan semoga korban diberi ketabahan,” imbuhnya.

Kapolres juga menghimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran, pasalnya kebakaran tidakhanya menghanguskan harta benda melainkan mengakibatkan kerugian bagi warga karena kehilangan tempat tinggalnya.

“Pastikan semua hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran, seperti komor gas, peralatan elektronik, lebih baik matikan listrik saat berpergian,” imbau Kapolres AKBP Saptono.

Salah seorang korban yang juga pemilik rumah, Warso, mengucapkan terimaksih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kapolres Blora. Dirinya mengatakan bahwa mereka bersama keluarga memilih mengungsi di rumah keluarga dan kerabat yang tak jauh dari desanya.

“Terima kasih Pak Kapolres atas bantuannya bagi kami, sementara kami tinggal mengungsi di rumah keluarga, yang lokasinya masih tetangga desa,” ujarnya.

 

Sikap Ramah Penuh Kesabaran Polwan Polres Blora Bantu Lansia Jalani Pengobatan Gratis

Sebanyak 200 masyarakat lanjut usia (Lansia) dan warga tidak mampu mendapatkan pelayanan pemeriksan dan pengobatan gratis oleh Polres Blora, Polda Jateng hari Senin kemarin di Desa Gedongsari Kecamatan Banjarejo, Blora. Selasa (5/09/17).

Kegiatan tersebut digelar sebagai rangkaian acara “Bakti Sosial Donor Darah dan Pengobatan Gratis” dalam rangka peringatan HUT Polwan yang ke-69.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H bersama Ibu Putri Saptono Ketua Cabang Bhayangkari Blora serta jajaran Pejabat Utama Polres Blora dan segenap unsur Furkopimca Kecamatan Banjarejo.

Kapolres menjelaskan bakti sosial berupa pengobatan gratis tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian peringatan HUT Polwan ke 69 yang jatuh pada tanggal 1 September 2017. Pengobatan gratis terbuka untuk semua warga Desa Gedongsari dan sekitarnya serta dari berbagai kalangan.

Untuk pelaksanaan pengobatan gratis tersebut Polres Blora bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan PMI Kab. Blora serta para dokter yang ada di Kota Blora serta lembaga kemasyarakat sosial lainnya.

Pemeriksaan kesehatan itu meliputi antara lain pemeriksaa umum, kandungan, gigi, gula, juga kolesterol dan donor darah masal. Warga juga mendapatkan obat secara cuma-cuma.

”Kegiatan ini juga melibatkan 4 orang dokter, 4 orang apoteker, 4 petugas PMI, dan 8 perawat, termasuk tim Dokker dari Polres Blora. Kami juga memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit Deabetes Meletus dari Dinas Kesehatan dan tentang BPJS Kesehatan,” kata AKBP Saptono.

Dalam acara donor darah dan pengobatan gratis tampak sekali keramahan dan rasa kasih sayang Polwan Polres Blora menyapa masyarakat yang akan mengikuti pengobatan gratis. Tak hanya sikap ramah yang ditunjukan para Polwan anakn tetapi terlihat senyuhan kasih sayang dengan membantu para lansia menggandeng bahkan membopongnya.

Suatu hal yang mungkin sebagian orang dianggap bahwa Polwan bersifat garang, galak bahkan ada yang menyebut sebagai pencitraan belaka. Tapi hal itu tertepis semua, sorot mata dan sikap mereka membantu para lansia terlihat tulus dari dalam hati tak ada lagi pencitraan yang ditunjukkan.

Yang lebih mengagetkan Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K, M.H pun tidak ragu untuk merangkul dan menggandeng lansia mengantarkannya menuju ruangan pengobatan.

“Melihat para lansia yang sudah sepuh dengan tubuh lemah, tergerak hati kecil saya secara sepontan membantunya,” ujar AKP Febriyani Aer.

Kepala Desa Gedongsari Ibu Hj. Sri Lastusi menyampaikan dalam sela-selakegiatan mengucapkan banyak terima kasih kepada Polwan Polres Blora dan tim kesehatan Kabupaten Blora yang sudah berkenan memberikan pengobatan kepada warga terutama lansia secara gratis.

Pemberian kesehatan gratis ini mendapat respon oleh kalangan yang kurang mampu namanya Mbah Raminah (69) warga setempat. Wanita tua ini merasakan manfaat adanya pelayanan pengobatan gratis ini karena ia tidak perlu memberikan bermacam macam persyaratan.

“Cukup menunjukan KTP langsung mendapat nomor antrean. Dengan sigap anggota Polwan Polantas langsung memapah ke tempat pelayanan untuk diperiksa kesehatan. Setelah diperiksa langsung mendapatkan obat yang sebelumnya mendapat resep oleh dokter. Saya sampaikan terima kasih untuk Bapak Polisi dan Polwan,” ungkapnya.

Donor Darah Dan Pengobatan Gratis, Jadi Prioritas Rangkaian Peringatan HUT Polwan Ke-69

Masih dalam rangka memperingati HUT Polwan yang ke-69, jajaran Polwan Polres Blora menggelar kegiatan bakti sosial, berupa pengobatan gratis dan donor darah bagi masyarakat umum di Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (4/09/2017) pagi hingga siang.

Bertempat di Balai Desa Gedongsari, kegiatan bakti sosial yang digagas oleh jajaran Polwan Polres Blora tersebut diikuti oleh ratusan masyarakat setempat, baik tua maupun muda untuk mendapatkan pengobatan gratis. Kegiatan donor darah diikuti oleh Kapolres AKBP Saptono dengan anggota Polri Polres Blora dan Eks Kawedanan Blora kota masing-masing Polsek mengrimkan 4 personil.

Menurut Kasatlantas Polres Blora, yang kebetulan juga seorang polisi wanita, AKP Febriyani Aer, S.I.K, M.H kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian, dimana seorang anggota Polisi peduli akan kesehatan serta memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat untuk berobat.

“Antusiasme masyarakat yang begitu besar membuat kami tambah tergerak hati untuk saling berbagi dan alhamdullilah kegiatan ini dapat berlangsung lancar tanpa adanya kendala,” terang AKP Febriyani.

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan jajaran Polwan Polres Blora ini lebih mengacu pada bidang kesehatan, dimana daerah setempat lebih membutuhkan. Tentu saja, dalam kegiatan tersebut juga melibatkan tim medis dari Polri maupun Dinkes Kabupaten Blora.

Hadir dalam kegiatan donor darah dan pengobatan gratis yakni seluruh unsure Furkopimca Kec. Banjarejo, Kepala Desa Gedongsari Ibu Hj. Sri Lestuti serta para anggota Polri Polres Blora dan Bhayangkari.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT serta mengcapkan terima kasih atas kerjasamanya kepada Dinas kesehatan dan PMI sehingga acara pengobatan dan donor darah dapat diselenggarakan.

“Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan harapan acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua.” Ujar AKBP Saptono.

Adapun rangkaian bakti sosial tersebut diantaranya penyuluhan penyakit deabetus militus dari Bhayangkari ibu Annas Maksun yang merupakan perawat dari RSUD Blora. Dirinya memberikan penyuluhan tentang bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat dari penyakit deaberus militus.

“Penyakit deabetus militus merupakan penyakit yang berbahaya mematikan no 3 di dunia setelah kanker dan jatung. Maka dari itu penyuluhan bagi masyarakat perlu dilakukan supaya dapat terhindar dari penyakit deabetus militus tersebut,” kata Ibu Annas Maksum.

Seperti diketahui, Polwan juga memiliki fungsi sosial untuk melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan sosialisasi keamanan lingkungan. Tentu saja dalam menjalankan tugas, seorang Polwan memiliki tugas berat dan unik. Polwan lebih berperan sebagai penyeimbang sosial.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Saptono juga menjelaskan, bahwa kegiatan itu adalah salah satu langkah untuk melakukan pendekatan, dan saling mengenal karakter masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai bentuk upaya kepedulian sosial dalam mewujudkan program kesehatan yang baik dan sesuai dengan fungsinya.

Kapolres juga meminta kepada Polwan di wilayah hukumnya untuk tetap menjaga eksistensi dan kondusivitas dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Ia menambahkan, dalam hari jadi ini, Polwan diminta untuk tanggap bahaya dan mulai lebih menggalakkan kegiatan pembangunan mental maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

“Semoga dihari jadi Polwan ke-69 ini, kualitas dan kuatitas Polwan diberbagai bidang dapat semakin lebih baik kedepan,” tutup AKBP Saptono.

Tim Laboratorium Forensik Polres Blora Masih Dalami Penyebab Kebakaran Rumah Di Desa Jomblang

Sebanyak 5 (lima) rumah yang berada di Desa Jomblang, kecamatan Jepon, Kabupaten Blara ludes hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sumber api sementara diduga dari konsleting arus listrik.

Kebakaran melanda rumah tersebut terjadi pada Senin (04/09/17) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Menurut keterangan para saksi yakni Sabar (16), Yusuf (16) dan Riyan (16) semuanya berstatus pelajar. Mereka menjelaskan bahwa sepulangnya melihat ketoprak melihat adanya kepulan asap disamping rumah.

Karena merasa curiga saksi mencari asal mula sumber asap kemudian saksi berteriak-teriak setelah melihat bahwa rumah di ujung sebelah barat tepatnya di bagian belakang milik Sdr Warno (37) sudah terbakar. Selanjutnya pemilik rumah Sarni istri Sdr Suwaji langsung terbangun dan keluar rumah karena mendengar suara gaduh dari luar rumah.

Api langsung cepat berkobar hebat, betapa terkejut rumah disebelahnya milik Bambang Adi Susilo (29) dan Suwaji (42) hitungan beberapa menit kebakaran merambat.

 “Total sebanyak 5 (lima) rumah yang terbakar, milik dari 3 (tiga) KK korban tersebut,” ujar Kapolsek Jepon Polres Blora AKP Joko Priyono, S.H.

Berdasarkan pantauan, rumah semi permanen dengan hampir 70 bangunan dari kayu tersebut hangus terbakar. Kondisi rumah tampak hancur. Atap rumah roboh dan puing-puingnya berserakan di tanah.

“Kerugiannya yang dialami para korban diperkirakan mencapai tiga ratus juta,” ucapnya saat mengecek lokasi kebakaran.

Sat terjadi kebakaran masyarakat yang berada di sekitar lokasi, kata AKP Joko Priyono, tidak tinggal diam tetapi berusaha memadamkan api yang mulai membesar, namun api yang semakin membesar itu dengan cepat tidak dapat di padamkan sehingga merembet ke empat unit rumah yang berada di sebalah kiri dan kanan dari rumah Warno.

“Anggota Polsek Jepon yang berada di lokasi kebakaran langsung mengamankan TKP lokasi kebakaran dengan memasang garis polisi.,” katanya.

Kebakaran yang terjadi menimpa 5 (lima) rumah Di Desa Jomblang tersebut, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini namun walau pun kerugian diperkiraakan mencapai ratusan juta rupiah.

AKP Joko Priyono menegaskan, beberapa dokumen penting yang ikut terbakar dalam insiden tersebut. “Dokumen penting yang terbakar seperti sertifikat dan ijasah, karena disimpan disimpan di almari korban,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya fokus pada penemuan lokasi asal permulaan kebakaran (LAPK). Peyugas Labfor akan mengumpulkan bukti keterangan dan material sebanyak-banyaknya, kemudian dipadukan dan dibuatkan kesimpulan penyelidikan.

“kita juga minta keterangan dari pihak PLN jika api tersebut terbukti berasal dari hubungan pendek arus listrik. nanti akan kita padukan dan akan kita lakukan gelar perkara,” pungkasnya.

 

Polres Blora Suskses Kawal Dan Amanakan Gowes Pesona Nusantara

Even gowes Pesona Nusantara 2017 yang digelar di Kecamatan Cepu hari Minggu kemarin berjalan sukses. Betapa terlihatnya kemeriahan lebih dari 5000 tiket ludes terbeli oleh para peserta sepeda santai ini. Pengamanan ekstra oleh Personil gabungan dari Polres Blora, TNI, Sat Pol PP dan Dishub Blora, dilakukan agar kegiatan bersekala nasional tersebut dapat berjalan lancar. Senin (04/09/17).

Sebanyak 90 personil Polres Blora terlihat kerja keras, semunya tersebar di berbagai titik baik titik persimpangan ruas jalan yang dilalui peserta gowes pesona nusantara. “kita sudah sebar personil mulai dari titik start sampai finish,” ujar Kabag Ops Kompol I Gede Arda.

Sitem pengamanan yang kemarin dilaksanakan tidak terlalu ketat hanya sebatas memantau jalannya kegiatan. Tidak ada personil yang terlihat menggunakan senjata lengkap. Hanya saja bertugas mengatur arus lalu lintas di persimpangan jalan dan penagamanan di panggung hiburan saat nerlangsungnya pengundian hadiah/door prize.

“Semua personil yang terseprin telah memahami tugasnya masing-masing, kita bersifat luwes tidak terlalu ketat kenyamanan peserta kami jaga,”terangnya.

Sampai akhir acara gowes pesona nusantara sekira pukul 14.00 WIB berjalan dengan sukses aman dan lancar. Semua peserta membubarkan diri dan kemabali ke daerahnya masing-masing dengan tertib. Sempat terjadi kemacetan arus lalu lintas akan tetapi langsung bisa teratasi.

“Saya ucapkan teraimakasih keapda panitia penyelenggara dan peserta gowes pesona nusantara, atas kerjasamanya menjaga keamanan dan ketertiban sehingga acara bisa terselenggara dengan baik,” tutup Kabag Ops Polres blora Kompol I Gede Arda.