shadow

Kepedulian Kapolres Blora Berikan Motivasi Dan Bantuan Bagi Korban Kebekaran Rumah Desa Tinapan

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Tinapan Kecamatan Todanan, Blora pada hari Kamis (14/9/2017) tanggal 14 September lalu, yang menimpa rumah milik Supardi mendapatkan perhatian dari Polres Blora.

Bahkan Kapolres Blora AKBP Saptono SIK, MH, dimana pada hari ini Jumat (15/9/2017) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, turun langsung ke rumah korban untuk mengecek kondisi rumah yang habis dilalap si jago merah serta memberikan santunan sebagai wujud kepedulian.

Bertemu dengan korban Supardi, Kapolres Blora mengungkapkan rasa turut perhatian. Bantuan tersebut diberikan agar dapat meringankan beban korban dan keluarganya lantaran rumah yang ditempatinya telah hangus terbakar. Sabtu (16/09/17).

“Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kami selaku keluarga Besar Polres Blora ikut prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga korban kebakaran yang terjadi hari Kamis pagi itu. Kami berharap seluruh keluarga dapat tabah menghadapi cobaan ini,” ungkap Kapolres AKBP Saptono.

Ungkapan rasa keprihatinan dan pemberian bantuan tersebut dengan harapan dapat meringankan beban korban dan keluarganya lantaran rumah yang ditempatinya telah hangus terbakar.

“Kedatangan kami bukan hanya memberikan bantuan tetapi juga memberikan motivasi dengan apa yang menimpa korban Supardi sekeluarga,” katanya

Istri korban Supardi yang bernama Nyrhayati dirawat di RSUD Blora lantaran sakit syok rumahnya terbakar akibat kelalaiannya masak lontong yang ditinggal pergi berjualan ke pasar. Supardi pun yang ditemui dilokasi tidak bisa menyembunyikan rasa haru apabila terbayang rumah yang ditempatinya kini tinggal puing-puing sisa kebakaran.

“Hari ini saya sudah lihat kondisinya dan saya sudah memberikan arahan pak Lurah, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Tinapan,” tambah Kapolres.

AKBP Saptono menghimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran, pasalnya kebakaran tidak hanya menghanguskan harta benda melainkan mengakibatkan kerugian karena warga kehilangan tempat tinggalnya.

“Pastikan semua hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran, seperti komor gas, peralatan elektronik, lebih baik matikan listrik saat berpergian,” imbau Kapolres AKBP Saptono.

Supardi pemilik rumah yang terbakar mengucapkan terimaksih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kapolres Blora. Dirinya mengatakan bahwa mereka bersama keluarga memilih mengungsi di saudaranya yang tak jauh dari desanya.

 

Intip Keseruan Kapolres Blora Gowes Bareng Mitra Wartawan

Kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K,M.H bersama awak media melakukan gowes bareng. Hadir bersama Kapolres Blora beberapa pejabat utama lingkup Polres Blora diantaranya Kabag Ops Kompol I Gede Arde, Kabag Sumda Kompol Rubiyanto, Kabag Ren Kompol Zuwono,  Kasat Reskrim AKP Herry Dwi, Kasat Intelkam AKP Asnanto, Kasat Sabhara AKP Siswanto, Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno seta puluhan anggota Polres Blora yang turut mengikuti acara gowes tersebut.

Start dari Mapolres Blora sekitar pukul 06.15 WIB berlangsung sangat meriah. Para wartawan yang ikut serta terlihat begitu sumringah dan antusias gowes bareng bersama Kapolres untuk menjaga kesehatan dengan olahraga bersepeda. Sabtu (16/09/17).

Perjalanan ditempuh sekitar 15 KM, cuaca cerah yang menyinari membuat banyak pesepeda memulai dengan semangat. Sedangkan rute yang di lalui, start mulai dari Mako Polres Blora lewat Jalan Pemuda melewati alun-alun terus jalan Kartini berlanjut ke arah utara gudang banyu terus arah Desa Nglangitan belok kanan lurus dan finish di wisata Kampung Bluron Desa Tempuran.

Perjalanan berliku dan menanjak, menjadi tantangan dan beban tersendiri bagi para peserta gowes, banyak yang terlihat letih dan menahan lemasnya dengkul ketika menaiki jalanan menanjak.

Kegiatan bersepeda bersama Polres Blora bersama wartawan ini, merupakan kali pertama dilakukan, dan barang tentu memberikan antusias besar dari pemburu berita yang keseharian berposko di ruang humas Polres Blora. Sedikitnya ada 39 orang wartawan dari berbagai media yang turut ambil bagian.

“Ya kita sengaja membuat kegiatan ini agar seluruhnya, baik polisi dan para wartawan sehat fisik dan jasmaninya. Jika sehat, bekerja pun bisa maksimal,” ungkap Kapolres Blora AKBP Saptono.

Menurutnya kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan pola hidup sehat. Selain itu, dengan kegiatan bersepeda santai, polisi dan wartawan Mitra Polres Blora bisa terus menjaga tali kerjsama dan silaturahmi.

“Biasanya setiap hari bertemu dan berkomunikasi tentang berita dan kasus, nah kali ini suasananya beda, kita bertemu untuk berolahraga, ada hal baru yang bisa kita bahas, tapi konsepnya santai,” kata AKBP Saptono.

Setelah sampai di lokasi finish Kampong Bluron waduk Tempuran dilanjutkan acara makan makan bersama dan diisi dengan hiburan. Beberapa Pejabat utama Polres Blora tammpak akrab bernyanyi bersama para wartawan.

Selanjutnya Kapolres AKBP Saptono berharap agar kegiatan ini bisa menjalin hubungan yang lebih erat dengan para awak media di lingkup Polres Blora.

“Ya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan menjaga kekompakan saja, mari kita bersama hidup sehat dengan olahraga bersepeda,” jelas Kapolres.

Sambut HUT Bhayangkari Ke-65, Polres Blora Gelar Bakti Sosial Khitan Masal

Kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan Polres Blora bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Jumat (15/9/17) pagi, diikuti 46 anak. Kegiatan sosial yang berlangsung di aula Aryya Guna, Mapolres Blora ini, digelar menyambut HUT HKGB yang Ke-65.

Kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K, M.H mengatakan tujuan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan public trust atau kepercayaan publik kepada kepolisian. Selain itu sebagai bentuk bantuan dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu di wilayah hukum Polres Blora. Dalam kegiatan ini pula akan lebih terjalin keakraban antara polisi dengan masyarakat.

“Di hari Jumat yang dimuliakan Allah SWT, ini kegiatan sunatan masal digelar. Selain dapat membantu masyarakat kurang mampu tentunya akan mampu membuat hubungan harmonis antara masyarakat dan Polisi semakin terjalin baik,” ujarnya.

Sebelum dimulai acara sunatan masal terlebih dahulu diadakan doa bersama dan tausyiah yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Blora AKP Sumaidi.

“Dan doa-doa dari pada masyarakat, dari orang tua (anak yang mengikuti khitanan massal), dapat meningkatkan kinerja polisi. Kedepan, semakin baik Polri. Sehingga dapat lebih baik mengayomi, melindungi, masyarakat kedepannya. Baik kegiatan sehari-hari, baik dalam keamanan, hingga masyarakat kondusif, merasa aman dan nyaman,” papar AKBP Saptono.

Khitanan Massal tersebut, didukung Dinas Kesehatan dan RSUD Dr. Soetijono Kabupaten Blora. Pelaksanaan khitan masal dilakukan sejumlah tenaga medis menggunakan teknologi laser.

“Khitan laser sudah banyak digunakan, tapi ada juga model baru pakai klem. Dibandingkan cara lain, pakai ini (laser ataupun klem) lebih praktis dan cepat kering. Kalau jahitnya muter sae (baik), 3 sampai 4 hari sudah kering. Yang harus diperhatikan adalah, setelah khitan satu hari itu jangan banyak bergerak. Untuk bagian vital jangan kena air dulu hingga 3-4 hari. Kalau pipis dilap pakai tisu kering. Secara umum makannya tidak ada pantangan,” jelas tenaga medis dari RSUD Blora, Danang Prasetyo Utomo.

Jerit tangis anak-anak akibat rasa takut dan kesakitan terdengar mewarnai anak kegiatan sunatan masal yang digelar Polres Blora. Suasana riuh terlihat di Aula Aryya Guna Polres Blora, baik Bhayangkari maupun personil Polisi pun ikut melihat dan menyemangati anak-anak yang akan disunat.

Kapolres terlihat juga memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yang akan di sunat agar berani dan tidak nangis. Termasuk salah satu putra Kapolres Almer Fatih  Dwi Bagaskara juga diikut sertakan dalam sunatan masal.

“Loh, kok nangis, harus kuat gak boleh takut. saya aja dulu disunat berani,” ujarnya menyemangati salah seorang anak yang menangis saat disunat.

Kegiatan khitanan massal ini sebagai bentuk kepedulian Polres Blora di bidang medis, kepada generasi penerus bangsa akan kesehatan.

“Dengan dikhitan akan terhindar dari gangguan penyakit alat kelamin seperti tumor dan kanker.” pungkas Kapolres AKBP Saptono.

 

Kasat Binmas Polres Blora Jadi Pembicara Dalam Acara Silaturahmi Kebangsaan

Dalam rangka penguatan toleransi antar umat beragama, kebangsaan dan semangat kebhinekaan. Pemerintah Kabupaten Blora dalam hal ini melalui Kemenag Blora bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blora menyelenggarakan silaturahmi kebangsaan untuk merawat kebhinnekaan dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang diselenggarakan bertempat di Rumah makan Joglo, Jumat  (14/9/2017).

Silaturahmi yang mengambil tema “Memaknai Konstruksi Kebhinnekaan dan NKRI Berbasis Kedewasaan Beragama dan Berkeyakinan,” ini dihadiri sedikitnya 70 orang meliputi perwakilan organisasi keagamaan, entitas kebangsaan, OKP, dan tokoh agama dan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua MUI Blora K.H Muharror Ali, Kapolres Blora AKBP Saptono, Ketua FKUB Blora Ishad Syafawi dan Kepala Kesbangpol. Bertindak sebagai narasumber dari Polres Blora yang diwakili Kasat Binmas AKP Sumeidi, membahas  masalah lima semangat dalam kerukunan berbangsa, antara lain :

  1. Semangat beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
  2. Semangat berbangsa.
  3. Semangat persatuan dan kesatuan.
  4. Semangat menerima perbedaan.
  5. Semangat kemanusian.

Dalam pertemuan ini Kasat binmas menekankan ada 4 Pilar dasar dalam kerukunan berbangsa, antara lain Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Narasumber lain dari Kepala Kesbangpol Blora, Amin Nur Hidayat membahas keprihatinannya atas generasi muda yang terpengaruh narkoba apabila tidak segera ditangani dapat merongrong keutuhan bangsa Indonesia untuk itu ia mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk segera dibentuk adanya BNK (Badan Narkotika Nasional).

“Kantor Kesbangpol terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jateng dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Koordinasi tersebut untuk membahas berbagai persiapan teknis pembentukan BNK Blora.” Ujarnya.

Sementara terkait pengisian personel BNK pada operasional tahun pertama, akan ditentukan oleh Wakil Bupati Blora termasuk jabatan kepala BNK.

“Untuk posisi kepala BNK, bisa dari unsur PNS di lingkungan Pemkab Blora, bisa pula dari unsur Kepolisian. Untuk jabatan lainnya, yakni 3 orang jabatan kasi, 3 kasubag dan 1 orang Kabag TU. Untuk operasional tahun pertama, penganggaran nya akan dibiayai dari APBD Kab. Blora,” tuturnya.

Dikatakan, ketika BNK Blora sudah resmi dibentuk, akan menjadi lembaga tersendiri atau terpisah dari Kesbangpol. Bahkan nantinya, BNK Blora menjadi lembaga vertikal di bawah BNP Jateng dan BNN yang penganggarannya langsung dari APBN.

Bhabinkamtibmas Polsek Kedungtuban Polres Blora, Bantu Panen Padi Warga Ketika Patroli Sambang Desa

Bhabinkamtibmas Polsek Kedungtuban Polres Blora bantu warga panen padi di Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Kamis (14/09/17). Hal itu dilakukan karena merupakan wilayah binaan yang harus dibantu untuk ditangani bersama-sama.

Bhabinkamtibmas Brigadir Koko membantu dalam pelaksanaan panen padi milik warga, ketika sedang melaksanakan patroli sambang desa. Upaya untuk ikut dilakukan pembinaan Bhabinkamtibmas menuju situasi ketentraman dan ketertiban yang aman dan kondusif di wilayah Desa Binaanya.

Dalam patroli ini, anggota Bhbinkamtibmas berhenti sejenak dan melakukan dialog dengan para petani yang saat itu selesai melakukan petik atau panen padi. Sembari berbincang dengan petani, Brigadir Koko juga membantu petani menaikan karung yang berisi padi untuk di angkut ke kendaraan bermotornya. “pak hati-hati di jalan,” tutur Brigadir Koko sambil menaikan karung yang berisi padi ke atas sepeda motor.

Dalam proses panen padi tersebut, Brigadir Koko tampak semangat melakukan kegiatan panen padi. Ia juga menjelaskan selain untuk saling membantu untuk meringankan beban warga, kegiatan ini juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga di pedesaan agar teciptanya hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Warga bernama Suhardi yang dibantu Bhabinkamtibmas Brigadir Koko saat panen padi dirinya mengaku sangat senang dengan adanya aparat Kepolisian yang terjun langsung membantu para petani serta memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani.

“Kami berharap hal ini bisa terus dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, sehingga para petani bisa ikut menciptakan swasembada pangan agar warga masyarakat tidak sampai kekurangan pangan,” kata pak Suhardi.

Ditambahkan Brigadir Koko bahwa sejatinya bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Blora ini, tidak lepas dari jerih payah dari para petani untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian menuju desa yang kuat ekonomi dan pangan.

Selain itu dirinya juga menghimbau kepada warga petani dengan hasil panen yang melimpah agar pada saat jemur padi tidak menggunakan jalan untuk menjemur karena akan mengganggu lalu lintas dan harus di simpan di tempat yang aman untuk menghindari pencurian gabah.

Polres Blora Besok Bakal Gelar Sunatan Masal Gratis

Pihak Kepolisian Polres Blora akan menggelar Khitanan Massal dan pemberian santunan dalam memperingatkan Hari Ulang Tahun (HUT) HKGB yang ke-65 di Mapolres Blora, Polda Jateng , Kamis (14/09/2017).

Kepada polresblora.com, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H mengatakan, dalam memperingati HUT HKGB yang ke-65, kegiatan sunatan masal bakal dilaksanakan besok pada hari Jumat tanggal 15 September 2017.

“Besok dalam rangka peringatan HUT HKGB ke-65, dari mulai pagi sampai sore kita akan gelar sunatan masal di Aula Arya Guna Polres Blora,” ujar Kapolres Blora.

Lebih lanjut AKBP Saptono menerangkan, program sunatan massal ini merupakan terobosan kegiatan kreatif Polres Blora dalam upaya untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus kemitraan dengan Forkompimda Kabupaten Blora.

Kegiatan yang akan digelar ini merupakan hasil kerjasama antara pihak Kepolisian Polres Blora bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Dr. Soetijono Blora. sebelumnya dalam peringatan HUT HKGB ke-65, juga menyelenggarakan pengobatan gratis di Desa Gedongsari, Banjarejo. Kemudian dilanjutakan dengan bakal digelarnya sunatan masal besok, hal ini sebagai wujud kerjasama sinergitas antar instansi pemerintah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Bakti sosial sunatan masal ini selama kurun waktu 4 hari juga sudah disosialisasikan seluruh wilayah Kabupaten Blora oleh setiap anggota Bhabinkamtibmas di wilayah desa binaannya masing-masing. Dari hasil data sampai sekarang jumlah peserta yang besok akan mengikuti sunatan masal adalah sebanyak 60 orang.

“Rencana giat tersebut akan menjadi agenda rutin bakti sosial setiap tahun. Pada tahun ini berupa sunatan massal. Warga yang ingin mengikutkan anaknya dalam acara sunatan massal dipersilakan untuk mendaftarkan diri di seluruh Polsek jajaran Polres Blora,” terang AKBP Saptono.

Lanjutnya, para peserta sunatan masal tidak perlu khawatir, semuanya akan dijemput dan diantar kembali menggunakan mobil patroli tiap-tiap Polsek jajaran.

”Semoga kegiatan yang kita lakukan nantinya akan berjalan sesuai harapan dan sukses,” harap AKBP Saptono.

Polsek Todanan Polres Blora Datangi TKP Rumah Terbakar Akibat Masak Lontong

Karena lupa mematikan kompor, sebuah rumah warga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ludes dilalap si jago merah pagi tadi, Kamis (14/09/2017).

Kobaran api melalap rumah milik Supardi (42), warga Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora. Warga yang berusaha memadamkan api kewalahan karena angin berhembus sangat kencang sehingga dengan cepat api meludeskan seluruh bagian rumah beserta isinya.

Kapolsek Todanan, Polres Blora AKP Sutrisno menjelaskan bahwa insiden kebakaran bermula ketika istri korban bernama Nurhayati (38) memasak lontong. Diduga dirinya lupa mematikan kompor gas dan meninggalkan masakan.

“Ketika masak lontong didapur, merasa aman istri korban lalu ditinggal pergi ke pasar Todanan untuk berjualan. Namun tanpa diduga, kompor gas tiba-tiba meledak dan seketika api melahap seisi rumah.” Ungakap AKP Sutrisno.

Dari dapur, api merembet sangat cepat dan membakar seluruh perabotan yang ada. Polsek Todanan yang medapat informasi dari warga langsung mendatangi TKP bersama warga berusaha memadamkan api. Tapi apa boleh buat kobaran api yang besar tidak bisa diatasi dengan peralatan sederhana. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi juga tidak bisa menyelamatkan harta korban yakni rumah seisinya, sepeda motor Yamaha Vega dan surat berharga yang ada di dalamnya hangus terbakar.

“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai 250 juta rupiah.”

Sementara itu korban, Nurhayati istri Supardi  tak kuasa menahan tangis tatkala menyaksikan  satu-satunya tempat keluarganya bernaung  ludes dilahap di jago merah. Dia hanya tertunduk lesu mengelus dada sembari membenahi sisa arang bangunan rumah.

“Saya ikhlas Pak. Karena ini kecerobohan saya juga,” ungkapnya.

Usut punya usut, ternyata Nurhayati sengaja meninggalkan masakannya dan pergi belanja di pasar. Alasannya, karena untuk mengukus lontong berukuran besar perlu waktu lama. Apalagi jumlahnya tak sedikit.

Peka Terhadap Kondisi Masyarakat Miskin, Polsek Kradenan Polres Blora Bagikan Sembako

Polsek Kradenan, Polres Blora berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Miskin di Wilayahnya, Kapolsek Kradenan AKP Subadro,S.H, M.Hum yang beserta anggotanya melaksanakan kegiatan membagikan Sembako (Sembilan bahan pokok) kepada warga di wilayah hukum Polsek Kradenan yang kurang mampu. Sasaranya adalah janda-janda tua yang kurang mampu alias miskin.

“Ada 3 paket sembako yang kami bagi-bagikan kepda warga miskin terutama para janda-janda yang sudah tua dan tak mampu untuk bekerja. Untuk pembagian kali ini, kita fokuskan di wilayah Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora,” demikian disampaikan Kapolsek Kradenan AKP Subardo, Kamis (15/9/2017).

Yang menarik dari kegiatan tersebut, sembakonya diantar oleh para anggota Polsek Kradenan langsung ke rumah-rumah warga yang berhak menerimanya. Jadi, warga yang memperoleh jarah tersebut tidak usah datang ke Mapolsek akan tetapi bantuanya diantarkan sendiri ke rumah-rumah warga yang sudah di data untuk diberikan bantuan tersebut.

Masih menurut Pak Bardo – demikian Kapolsek Kradenan AKP Subardo, biasa disapa – kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Kegiatan “Tali Kasih Polres Blora Peduli” yang selama ini telah dilaksanakan oleh Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H.

“Kegiatan bagi-bagi sembako oleh Polsek Kradenan kepada warga yang tidak mampu merupakan implementasi kegiatan tali kasih Polres Blora peduli yang sudah dilaksanakan oleh Beliau Bapak Kapolres Blora AKBP Saptono selama ini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengasah rasa kepedulian dan empati anggota Polsek terhadap masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang kurang mampu,” tegasnya.

Ditambahkan, jika dilihat dari nilainya memang tidak seberapa. Namun, bagi orang yang tidak mampu, bantuan itu sangatnya berguna bagi mereka. Paling tidak, bisa meringankan kesulitan ekonomi yang dialaminya.

Adapun warga yang menerima bantuan paket sembako ini yakni Ibu Baini (50) janda, Mbah Marsinah (68), dan Mbah Darsini (73) kesemuanya waraga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Tetap Jaga Kebugaran Dan Penunjang Tugas Kepolisian Yang Maksimal, Ratusan Anggota Polres Blora Ikuti TKJ

Ratusan personil Polres Blora terlihat begitu antusias saat mengikuti Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) di lapangan Stadion Kridosono, Kabupaten Blora, Kamis (14/09/17).

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H selaku pimpinan juga turut melaksanakan kegiatan TKJ tersebut sebagai sarana menjaga kebugaran tubuh juga untuk menyemangati para anggota dilapangan.

Kapolres mengatakan tujuan dilaksanakannya TKJ adalah untuk mengukur dan mengetahui stamina serta kesamaptaan para personil Polri dan ASN Polri guna menunjang performance dalam pelaksanaan tugas Kepolisian sehari-hari.

“Saya melihat antusias anggota cukup tinggi, dengan banyaknya peserta yang hadir untuk mengikuti TKJ. Ini (TKJ) merupakan kegiatan rutin, yang diadakan dua kali dalam setahun,” ujar Kapolres AKBP Saptono saat mengikuti pelaksanaan TKJ, di lapangan Stadion Kridosono Blora.

Ia berujar, apabila anggota dinyatakan lulus TKJ, maka bisa dipastikan kondisi fisiknya dalam keadaan sehat dan bisa bekerja dengan maksimal. Sehingga dapat ditempatkan di mana saja dalam bertugas.

“Diharapkan dengan TKJ ini anggota bisa memiliki badan yang profesional. Karena polisi dianjurkan untuk tidak memiliki badan yang gendut,” terangnya.

Sementara itu Kabag Sumda Kompol Rubiyanto menambahkan bahwa TKJ rutin setiap enam bulan seklai wajib dilakukan guna mengevaluasi kemampuan fisik dan kesehatan personil Polri dan ASN.

Sebelum personil melaksanakan TKJ, mereka harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokkes untuk mengetahui kesehatan masing-masing personil.”, ucap Kompol Rubiyanto.

Kabag Sumda menambahkan ada lima item dalam TKJ ini yaitu meliputi lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, push up, pull up, sit up dan shuttle run.

Dalam tes tersebut disiapkan tim jasmani untuk memantau dan memberikan penilaian terhadap masing-masing peserta yang disesuikan dengan usia.

Ada lima kategori usia, yakni 18-20 tahun, 20-30 tahun, 30-40 tahun, 40-50 tahun, dan 50 tahun ke atas.

“Tes yang dijalani peserta diantaranya lari selama 12 menit untuk yang berusia 50 tahun ke bawah. Sementara untuk yang berusia 50 tahun ke atas hanya berjalan selama 20 menit. Selain itu juga ada pull up, sit up, push up, dan shuttle run, yang disesuaiakan usianya” jelasnya.

Pelaksanaan TKJ  digelar dalam tiga gelombang, yakni dari hari Selasa, Rabu dan trakhir hari Kamis ini.

Maksud dari pengaturan jadwal yang dibagi menjadi tiga gelombang ini supaya tidak mengurangi atau mengganggu kegiatan lainnya yang berhubungan dengan tugas operasional maupun pelayanan masyarakat dari tiap anggota yang bertugas di masing–masing satuan fungsi ataupun anggota yang bertugas di Polsek jajaran Polres Blora.

Bagi anggota yang berhalangan hadir untuk mengikuti TKJ, maka akan dijadwalkan hari khusus. Lantaran semua anggota wajib menjalani TKJ.

 ”Kami berharap adanya kegiatan ini semakin membuat para anggota kompak dan terjaga kondisi fisiknya, sehingga masyarakat akan semakin puas dengan pelayanan kepolisian,” pungkas Kabag Sumda Polres Blora.

 

Bhabinkamtibmas Polsek Tunjungan Polres Blora Hadiri Acara Lelang Bondo Deso

Bhabinkamtibmas Polsek Tunjungan, Polres Blora Aiptu Sistiyono bersama unsur Muspika Kecamatan Tunjungan Camat Bambang Dwi Priyono, S.E , Kades Sukorejo, Ketua BPD, LKMD, Perangkat Desa, Ketua RW/RT, Toga, Tomas dan warga peserta lelang sebanyak kurang lebih 145 orang menghadiri dan menyaksikan jalannya pelaksanaan lelang bondo doso di Desa Sukorejo Tunjungan, Blora.  Kamis (15/09/2017 ) pagi.

Bondo Deso merupakan aset desa atau sebagai bagian dari kekayaan Desa yang berupa benda yang tidak bergerak yang berasal dari asli kekayaan Desa yang di peroleh atas bebas Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) atau perolehan hak lainnya yang syah berdasarkan pasal 1 butir 9 PMDN No.  4 tahun 2007, tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa.

Bondo Deso merupakan bagian dari tanah Desa yang penggunaan atau pemanfaatannya di gunakan untuk pembiayaan kelangsungan Pemerintah Desa.

Lelang Bondo Deso langsung dibuka oleh Kepala Desa Sukorejo, dan menyatakan lelang Bondo Deso telah di buka untuk umum.

Lelang Bondo Deso,  dilakukan secara terbuka dan umum,  serta peserta lelang berdomisili atau warga asli penduduk Desa Sukorejo dan pemenang lelang wajib menyerahkan uang sebagai tanda jadi atau porskot kepada panitia lelang sebesar 50 % dari harga lelang dan pelunasan 1 bulan terhitung tanggal 15 September  2017 sehingga tanggal jatuh tempo tanggal 15 Oktober 2017, pemenang lelang wajib melunasi.

Kepala Desa desa Sukorejo Tunjungan Blora, mengatakan bahwa tanah sawah yang di lelang yaitu tanah bengkok Kepala Desa,  Sekdes  dan tanah Bondo Deso. Kapolsek Tunjungan AKP Suprio melalui Aiptu Sistiyono Babinkamtibmas    desa Sukorejo mengatakan bahwa sebagai unsur Muspika, Polsek Tunjungan harus menghadiri dan menyaksikan jalannya lelang Bondo Deso yang merupakan aset Desa yang penggunaan atau pemanfaatannya untuk pembiayaan kelangsungan Pemerintah Desa, sehingga dalam pelaksanaan lelang tidak terjadi adanya rekayasa atau manipulasi.

“selaku Bhabinkamtibmas wajib menghadiri setiap kegiatan masyarakat, apalagi dengan adanya lelang bondo deso ini Bhabinkamtibmas selain bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban juga memastikan bahwa lelang bondo deso berlangsung terbuka dan tidak ada manipulasi dari panitia.” Terang Aiptu Sistiyono.