Kapolres Blora Langsung Pimpin Penyekatan Di Batas Antar Kabupaten, Antisipasi Masa Aksi Bela Rohingnya

Polres Blora Jawa Tengah sejak Kamis pagi kemarin, melakukan penyekatan dan sweeping kendaraan di sejumlah titik perbatasan untuk mengantisipasi aksi solidaritas etnis Rohingya. Aksi tersebut rencananya digelar oleh sejumlah elemen masyarakat di Candi Borobudur, Magelang, Jumat (8/9/2017).

Razia penyekatan tersebut bertujuan untuk memutus atau membubarkan massa manakala ada ormas yang akan melaksanakan aksi kepung Candi Borobudur di Magelang sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan etnis Rohingya di Myanmar.

Sesuai pernyataan Kapolda Jateng Irjen Polisi Condro Kirono, aksi bela Rohingya disebut tidak mendapatkan izin karena digelar di obyek wisata vital. Selain tidak sesuai dengan UU Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, aksi itu dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar candi.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H terjun langsung memimpin penyekatan mengatakan, anggota melakukan atau menghentikan setiap kendaraan yang melintas untuk diperiksa. Kendaraan roda empat seperti bus, truk mobil pribadi maupun kendaraan roda dua tidak luput dari pemeriksaan petugas.

“Kami melakukan pemeriksaan pada seluruh penumpang yang diduga akan berangkat ke Magelang. Karena aksi bela Rohingya di Candi Borobudur tidak mendapat ijin, jadi tidak ada alasan untuk pergi kesana,” kata Kapolres Blora AKBP Saptono.

Dengan bersenjata lengkap, puluhan Polisi berjaga-jaga di pintu keluar dan masuk, Kabupaten Blora. titik-titik perbatasan yang dijaga Polisi yakni :

  1. Rayon Timur penyekatan di Kecamatan Cepu yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Blora dengan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
  2. Rayon Utara penyekatan di perbatasaan antara Kabupaten Blora dengan Kabupaten Rembang.
  3. Rayon Barat kegiatan penyekatan dilaksanakan di Kecamatan Kunduran, perbaatasan anatara Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan.

Petugas memeriksa secara intensif, kendaraan yang masuk atau keluar Blora, baik itu mobil pribadi maupun angkutan umum, mengantipasi adanya gelombang massa yang akan mengikuti aksi itu.

“Ya, kami lakukan sweeping ini sebagai antisipasi saja, karena dimungkinkan ada warga kita maupun dari luar Blora yang akan pergi kesana (Candi Borobudur) untuk mengikuti aksi solidaritas itu,” ucapnya.

Dalam sweeping tersebut, petugas tidak menemukan adanya gelombang aksi massa yang akan mengikuti aksi ke Candi Borobudur Magelang.

“Tadi kami sweeping hasilny nihil, tapi jika memang ada gelombang massa tentunya kami imbau untuk kembali. Lebih baik gelar aksi doa atau penggalangan dana di wilayah masing-masing saja, ” ujarnya.

“Kami minta agar warga Blora tidak mudah terprovokasi dan mengikuti ajakan aksi bela Rohingya. Mari kita jaga keutuhan NKRI, jangan mudah terprovokasi,” tambah AKBP Saptono.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password