shadow

Kapolres Blora : Polisi Tidak Larang Takbir Keliling Sambut Idul Adha, Asalkan Tertib

Polisi akan mengawal kegiatan takbiran keliling di seluruh wilayah Kabupaten Blora. Polres Blora tidak melarang pawai kegiatan malam takbiran Idul Adha 1238 H asalkan dilakukan secara tertib.

Kegiatan takbiran menjadi tradisi masyarakat menyambut hari raya Idul Adha. Kegiatan tersebut kerap dilakukan masyarakat baik di masjid-masjid terdekat maupun keliling di jalan. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan itu juga akan berlangsung di pusat Kota Blora.

“Berdasarkan arahan pimpinan, bahwa kita tidak pernah melarang masyarakat yang akan melaksanakan takbir keliling. Kita akan amankan dan kita kawal supaya lebih tertib,” ujar AKBP Saptono, S.I.K, M.H, Kamis (31/08/2017).

Untuk pengamanan malam takbiran, sambung dia, seluruh anggota Polsek jajaran Polres Blora dikerahkan. Titik-titik vital yang dapat menimbulkan kemacetan, dan kerawanan yang lainnya menjadi perhatian polisi.

“Saat kegiatan tersebut, masyarakat kita imbau untuk tidak berhenti sembarang tempat karena akan menimbulkan kemacetan,” ucap AKBP Saptono.

seperti yang terlihat malam ini, seluruh personil Polres Blora sedang mengamankan kegiatan masyarakat takbir keliling diwiliyahnya masing-masing agar pelaksanaan berjalan tertib aman terkendali.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap santun dan senantiasa mentaati peraturan lalu lintas saat mengikuti kegiatan tersebut. “Pakai perlengkapan standar keselamatan berkendara, seperti helm, dan jangan menggunkan truk bak terbuka,” tutur Kapolres Blora.

Kapolres Blora Adakan Acara Pengajian Dan Santunan Yatim Piatu Menyambut Idul Adha 1438 H

Kapolres Blora adakan pengajian jelang hari raya Idul Adha 1438 H serta pemberian santunan kepada anak yatim, Kamis (31/08/17). Pengajian yang digelar di masjid Al Istiqomah polres itu menghadirkan pembicara H. Muhammad Maulani dari Kecamatan Jepon, Blora. Kegiatan tersebut juga dihadiri segenap PJU Polres Blora dan beberapa anggota dengan mengundang anak yatim piatu.

AKBP Saptono mengatakan, kegiatan itu diharapkan sebagai pijakan melakukan revolusi mental dalam pelaksanaan tugas Polri dan sebagai wujud syukur atas segala macam nikmat yang diberikan Allah SWT.

Hal ini berkaitan rengan rencana besar Polri untuk melakukan perubahan besar terhadap paradigma Polri. Selain itu juga pembacaan Alquran dan tahlil serta doa bersama memohon agar situasi kamtibmas Kabupaten Blora berjalan aman terkendali.

Dalam sambutannya, Kapolres Blora AKBP Saptono menghimbau kepada seluruh anggotanya untuk meneladani sifat Nabi Ibrahim A.S. Dijadikan Contoh Menurutnya, dalam diri Nabi Ibrahim itulah terdapat contoh sebaik-baiknya perbuatan dengan merelakan puta kesayanganya Nabi Ismail dikorbankan atas perintah Allah SWT.

’’Untuk itu sudah selayaknya sebagai insane manusia biasa, kita mencontoh suri tauladan Nabi Ibrahim dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pengorbanan bukan semata mengeluarkan sejumlah uang, tapi pengorbanan rela menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat itu juga sebagai bentuk ibadah’’ ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan bahwa dihari Idul Kurban bagi yang mampu dianjurkan untuk memotong hewan kurban. Akan tetapi bagi yang tidak mampu setidaknya kita sedahkan sedikit rejeki yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan.

“Sedikit rejeki yang kita keluarkan untuk orang lain yang membutuhkan, begitu sangat membantu mereka,” terang AKBP Saptono.

Setelah memberikan sambutan acara dilanjutkan dengan buka puasa Arofah bersama. kapolres kemudian memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu.

Muhammad Maulani dalam tausiyahnya membahas tentang teladan Nabi Ibrahim dalam menjalankan kepemimpinannya. ’’Nabi Ibrahim menyebut seluruhnya yang kita miliki semua hanyalah titipan dari Allah, jadi jangan khawatir dan ragu kita korbanan sebagian harta milik kita untuk orang lain yang membutuhkan. Pasti Allah akan mengganti dengan berlipat-lipat, karena Allah Maha Kaya dan Maha Pemurah.” Katanya.

Untuk itu, H. Muhammad Maulani berpesan apabila Polri mau berhasil dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, maka harus meneladani hal tersebut. Polri harus melibatkan unsur-unsur lain seperti masyarakat maupun tokoh-tokoh bukan hanya sebagai objek. Namun juga sebagai subjek yang ikut berperan aktif sehingga harapan Polri dapat tercapai.

AKBP Saptono : Sebanyak 495 Personil Polres Blora Siap Amankan Idul Adha 1438 H Dan Libur Panjang

Jajaran Kepolisian Resor Blora, Polda Jawa Tengah siagakan 495 personil untuk mengamankan tempat umat muslim melaksanakan malam takbiran, ibadah shalat Idul Adha 1438 Hijriah tahun 2017 dan libur panjang.

Kapolres Bloraa, AKBP Saptono, S.I.K, M.H, mengatakan dalam rangka pengamanan tempat-tempat ibadah itu menurutnya dilakukan guna kelancaran bagi umat muslim melaksanakan shalat id Idul Adha. Sebanyak 495 personil gabungan Polsek telah disiagakan dalam kesiapan pengamanan.

“Dari total 867 personil seluruh jajaran Polres Blora, diantaranya 495 personil siap disiagakan untuk pengamanan tempat ibadah solat Ied. kita juga akan melakukan pengamanan di tempat-tempat wisata, dan objek vital guna mengamankan pagelaran moment hari raya kurban atau idul adha 1438 Hijriah tahu 2017,” ujar AKBP Saptono kepada polresblora.com, kamis (31/8/2017) pagi.

Kapolres juga mengatakan dalam pengamanan kali ini yang bertepatan dengan libur panjang anak sekolah, seluruh personil disebar ditempatkan pada titik keramaian dan tempat-tempat ramai penduduk serta di lokasi yang dianggap rawan.

Para personel gabungan nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik jalur lalu lintas dan objek vital selama libur Lebaran. Seperti di tempat ibadah, stasiun, terminal, bandara dan sejumlah tempat wisata di Kabupaten Blora. Menurutnya hal tersebut dilaksanakan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan karena memasuki masa lebaran kurban pada tahun ini.

“Teknis anggota akan diploting menjaga masjid dan lokasi pemotongan qurban sekaligus pembagian hewan qurban juga. Selain itu yang stationer patroli antisipasi rumsong yang ditinggal pergi penghuni ke luar kota karena mengisi libur panjang,” tambahnya.

Ia berharap, seluruh personel kepolisian bekerja secara maksimal dan dapat meyakinkan bahwa perayaan Lebaran Idul Adha nanti bakal berjalan aman dan lancar.

“Baik itu untuk pengamanan arus lalu lintas, pengamanan di tempat hiburan atau pengamanan masyarakat yang bergerak,” tutur AKBP Saptono.

Kapolres pun meminta, masyarakat yang bepergian hendak meninggalkan rumahnya, terlebih dahulu berkomunikasi dengan RT dan RW setempat agar terhindar dari segala macam tindak kejahatan, khususnya pencurian rumah kosong.

“Kami imbau juga masyarakat, melaksanakan takbir di masjid atau musala lingkungan masing-masing saja dan tak perlu di jalan sambil berintrospeksi tentang kehidupan kita yang akan datang,” tutupnya.

Unit Reskrim Polsek Jepon Polres Blora Bersama Perhutani, Tangkap Penadah Kayu Ilegal

Jajaran Unit Reskrim Polsek Jepon, Polres Blora menangkap seorang pria muda, Agus Sutrisno (37) warga Desa Palon, RT.04/RW.01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Lantaran pelaku secara tidak langsung terlibat ilegal logging. Sutrisno diketahui sebagai penadah dan penyimpan kayu-kayu jati tanpa dokumen syah yang dicuri dari lahan Perhutani Blora.

Menurut Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono, S.H, pelaku ditangkap hari Rabu siang kemarin, berdasarkan informasi adanya penimbunan kayu jati di Ds. Palon, kemudian pihak perhutani dan Polsek Jepon malakukan operasi gabungan di rumah sekaligus pabrik meuble milik pelaku.

“Saat akan dilakukan penggledahan pelaku tidak berada dirumah, hanya istri dan pegawainya. Kemudian secara kooperatif dihubungi lewat telephone, pelaku (Sutrisno) pulang ke rumahnya,” ujar AKP Joko Priyono.

Kemudian petugas gabungan langsung menggledah pabrik meuble milik pelaku dan didapati sebanyak 132 batang kayu jati bentuk olahan dengan berbagai ukuran tanpa dilengkapi  dengan dokumen yang sah ditimbun di gudangnya.

“Dari diperiksa kelengkapan surat-suratnya, Sutrisno tidak bisa menunjukan. Pelaku kami tangkap sebagai pemilik kayu-kayu tersebut, tetapi tidak bisa menunjukan surat-suratnya,” terang Kapolsek Jepon, Kamis (31/08/2017).

Sementara Sutrisno mengaku tidak tahu jika perbuatannya melanggar hukum. Sebab menurutnya, masih banyak juga orang lain yang membeli kayu dari warga, dan menjualnya lagi. Profesi ini sudah dijalaninya sudah 2 tahun belakangan.

“Ada banyak orang seperti saya, membeli kayu dari warga. Kami tidak tahu jika kayu itu hasil curian,” pengakuan Sutrisno.

Atas perbuatannya, para pelaku penebangan liar ini dijerat Pasal 12 Huruf A, B, dan C subsider Pasal 82 Ayat (1) Huruf A, B, dan C subsider Pasal 83 Ayat (1) Huruf B UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

“Saat ini tersangka berada di Rutan Polres Blora dan barang bukti berupa kayu dan alat pengangkutnya sudah diamankan di TPK Cabak, untuk dilakukan proses hukum,” tegas AKP Joko Priyono.

Kapolres Blora Buka Sekaligus Tinjau Pelatihan Peningkatan Kemampuan Polisi Hutan

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum, sehingga organisasi Kepolisian pasti lah ada di seluruh negara berdaulat.

Namun selain polisi, ada pula lembaga polisi diluar Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang tugasnya berbeda dengan polisi pada umumnya. Di Indonesia terdapat beberapa lembaga kepolisian tertentu dengan berbagai karateristik dan umumnya cakupan kerjanya lebih terbatas pada wilayah dan tugas tertentu. Kamis (31/08/17).

Polisi Kehutanan Indonesia, adalah Kepolisian yang bernaung dibawah kementrian kehutanan, dibentuk sebagai lembaga penegak hukum yang bertugas mengamankan, melindungi dan mengawasi hutan berikut ekosistemnya serta aktivitas yang berkaitan. Wilayah tugasnya yang berada di area kehutanan membuat aktifitas Pol Hut jarang dikenal masyarakat.

Hari Selasa (29/8/17) lalu, satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) dan Sat Sabhara Kepolisian Resor Blora Jawa Tengah, melaksanalan kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap warga masyarakat dalam rangka keamanan dan ketertiban masyarakat di bidang pembinaan dan koordinasi (Binkor) kepada Polsus atau Polisi Hutan di kantor KPH Randublatung, Blora.

Dibuka langsung oleh Kapolres Blora AKBP Saptono bersama ADM Randublatung Bapak Joko. S bertempat di Aula Perhutani Randublatung. Bimbingan Teknik kepolisian kali ini diikuti oleh 60 anggota Polhut Mob dari berbagai RPH yang ada diwilayah Randublatung.

Kapolres Blora AKBP Saptono yang bertindak sebagai narasumber mengatakan, Bimbingan teknik Kepolisian adalah bimbingan dasar untuk menjadi Polisi hutan mobil. Dimana pemuda yang telah terpilih digembleng untuk memiliki jiwa korsa sebagai Polhutmob yang tanggap, tanggon, dan trengginas kedepannya.

“koordinasi kerjasama keamanan ini sangat penting untuk menjaga wilayah hutan kabupaten Blora agar selalu dalam keadaan aman dan kondusif untuk itu  anggota Polhut Perhutani wajib dibekali dengan kemampuan Beladiri, sebagai langkah antisipasi kejahatan kayu jati.” Ujar AKBP Saptono.

Bimbingan teknik kepolisian kehutanan yang diikuti oleh sekitar 40 orang itu, akan digembleng untuk meraih ilmu kepolisian secara dasar, dan dalam bimbingan teknik Kepolisian itu akan diarahkan untuk mewujudkan cita-cita Polri kedepan yang lebih profesional dan proporsional.

Kapolres mengatakan semakin maraknya kasus pencurian kayu jati di hutan yang tidak pernah berhujung akan berimbas pada perubahan geografis alam. Salah satu visi misinya sebagai pimpinan Kepolisian Blora, AKBP Saptono berupaya semaksimal mungkin mengurangi dan mencegak praktek illegal loging dengan menangkap blandong-blandong kayu dari kelas teri sampai kelas kakap.

“Kondisi hutan wilayah Blora semakin hari semakin memprihatinkan. Kerugian yang dialami negara dari pencurian kayu/illegal loging sangat besar. Maka dari itu tindak proses tegas pelaku baik dari oknum petugas maupun dari masyarakat biasa,”

Bimbingan teknik Kepolisian ini adalah sebagai wahana menimba ilmu Kepolisian, dan menggembleng jiwa-jiwa Polisi yang lebih dari masyarakat pada umumnya. Karena setelah mereka selesai mengikuti bimbingan teknik kepolisian akan menjadi Polisi hutan mobil yang memiliki jiwa korsa, pengorbanan, pelayan masyarakat dan penegak hukum.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh Sat Binmas dan Sat Sabhara Polres Blora sebulan sekali dan disambut positif oleh Polhut Perhutani Kabupaten Blora.

“Untuk itu  Binkor kali ini diisi dengan latihan peningkatan  kemampuan  berupa Beladiri dan pembelajaran TPTKP yang akan di latihkan, ”tambah Kapolres.

Pada kesempatan itu Kapolres Blora AKBP Saptono menghimbau kepada para peserta pelatihan, untuk selalu tekun menimba ilmu yang dilatihkan hari ini, giatkan semangatnya agar bisa selalu mengikuti jam pelajaran yang telah ditentukan, sehingga apa yang diraih disini bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas dilapangan.

“Diharapkan para Instruktur memberikan pelajaran yang benar-benar berguna bagi peserta dan kepada peserta diharapkan mampu menyerap dan jangan lagi sungkan-sungkan untuk bertanya, guna menambah wawasan perkembangan dunia. Persiapkan mental dan fisik agar bisa mengikuti semua yang diajarkan oleh para Instruktur,” pungkas Kapolres Blora.

Dalam pelaksanaan latihan beladiri tersebut, anggota Polhut Perhutani sangat  berantusias dan semangat berlatih megikuti apa yang diberikan oleh Instruktur.

Polres Blora Gelar Rakord Linsek Pengamanan Idul Adha 1438 H Dan Antisipasi Libur Panjang

Sebagai langkah antisipasi peningkatan kerawanan baik Kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas karena perayaan hari raya Idul Adha 1438 H dan libur panjang, Polres Blora melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) pagi ini sekira pukul 09.00 WIB usai Apel Gelar Pasukan di gedung Aula Arrya Guna Polres Blora. Rabu (30/08/17).

Kegiatan tersebut di pimpin oleh Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H yang didampingi Wakapolres Kompol Indriyanto, S.H dengan di hadiri Bupati Blora atau yang mewakili, Dandim Blora atau yang mewakili, Kajari Blora atau yang mewakili, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP Kab. Blora, Pejabat Utama Polres dan Perwira staf serta anggota baik Polres maupun Polsek.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan tujuan dalam pelaksanaan Rakor Linsek adalah untuk menyamakan persepsi dalam rangka pengamanan Idul Adha dan libur panjang, karena pengamananini merupakan pengamanan yang harus dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh Instansi maupun Pam Swakarsa yang ada sehingga dalam pelaksanaannya nanti akan sinergi tentang tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas yang mantap dan kondusif.

Kapolres dalam Rakor tersebut mengatakan Polres Blora akan All out seperti Pam Ramadniya 2017 yang lalu. Maksimal mengamankan arus dan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Blora. Selain pengamanan arus, kata Kapolres, juga menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Satgas Pangan. Kasat Reskrim dan Kasat Intel, tidak boleh ada oknum yang mencari keuntungan pribadi yang merugikan orang lain,”ungkap Kapolres.

“Permintaan sembako menjadi konsentrasi kami, Instansi terkait harus bersinergi dengan kita, kesediaan bahan pokok/sembako tidak boleh kosong dipasaran/ langka, karena jika langka harga akan melambung tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan agar para Kapolsek turut membantu satgas pangan dalam monitor distribusi bahan-bahan pokok. Cek betul jika ada kenaikan harga yang melambung tinggi.

Terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan perayaan hari raya Idul Adha 1438 H, baik pada saat sholat Idul Adha, bersilaturahmi, pembagian daging kurban, berwisata maupun kegiatan lainnya.

“Terkait konsentrasi dalam Pam Idul Adha, pembagian hewan Qurban, para Kapolsek bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing.” Tambah AKBP Saptono.

Untuk tempat–tempat wisata juga akan dilakukan penjagaan oleh Personel Polres Blora, sebab hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jum’at dan merupakan libur panjang yakni Sabtu–Minggu dan biasanya waktu tersebut digunakan oleh masyarakat untuk berlibur bersama keluarga.

“Kita semua harus sigap dan responsif terhadap situasi yang ada,agar hasil apa yang kita perbuat maksimal,”kata Kapolres.

Dipenghujung acara AKBP Saptono mengharapkan bahwa dengan  pelaksanaan Rakor Linsek, dapat meningkatkan sinergitas antar instansi sehingga tercipta situasi  Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas yang mantap di wilayah Kabupaten Blora selama pelaksanaan Idul Adha 1438 H dan Libur panjang sesuai harapan masyarakat.

Apel Siaga Idul Adha 1438 H Dan Libur Panjang, Kapolres Blora Minta Pengamanan Dilakukan Secara Humanis

Dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Adha 1438 H dan libur panjang di Tahun 2017. Jajaran Polres Blora melakukan apel gelar pasukan Siaga 1 di halaman apel Mapolres Blora, Rabu (29/08/17) pagi. Apel yang dipimpin langsung Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, yang dihadiri Bupati Blora H Djoko Nugroho, Dandim 0721 Blora Letkol Inf Susilo S.Sos, sejumlah Furkopimda serta satuan petugas instansi gabungan lainnya.

Dalam amanat Kapolres Blora, AKBP Saptono, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda dan Polres bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, baik dari Polri maupun unsur stakeholder dan instansi terkait dalam rangka pengamanan hari raya Idul Adha. Kaitannya, yaitu dengan kerjasama dalam penanganan dan kesiap-siagaan bencana.

“Mulai hari Jumat tanggal 1 September besok, umat muslim se-Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Dengan demikian akan adanya libur panjang, mulai hari Jumat sampai Senin. Diperlukannya kesiapan petugas Polres Blora beserta jajaran Polsek serta instansi terkait untuk bersinergi dalam mengamankan wilayah yang dianggap menjadi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” tegas AKBP Saptono dalam amanatnya.

Hari libur panjang tentunya akan digunakan sebagai sarana bagi masyarakat untuk berlibur dan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Kapolres mengingatkan bahwa libur panjang Hari Raya Idhul Adha akan banyak digunakan warga untuk liburan.

“Meskipun nuansa mudik Idul adha berbeda dengan Idul Fitri, namun di wilayah hukum Polda Jawa Tengah sendiri memiliki beberapa jalur mudik yang tentunya akan ramai dan padat untuk dilalui para pemudik, baik jalur pantura maupun jalur selatan. Karena itu akan timbul potensi kerawanan, kejahatan konvensional, kemacetan,” ujarnya.

Peningkatan aktivitas masyarakat harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi permasalahan Kamtibmas dan Kantimselcar Lantas, baik waktu menjelang pada saat maupun setelah hari raya Idul Adha.

“Potensi kerawanan maupun gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi pada perayaan ini antara lain, curat, curas dan curanmor, aksi intoleransi beragama, terorisme serta sabotase,” kata AKBP Saptono.

Untuk antisipasinya, kata AKB Saptono dibutuhkan kerja sama sehingga potensi kerawanan dapat di minimalisir. “Dukungan intelijen di lapangan harus mampu mendeteksi kerawanan, pengaturan lalu lintas dan kelancaran serta pengamanan objek vital harus tepat guna sehingga efektif dalam melakukan pengamanan,” ucapnya.

AKBP Saptono juga mengingatkan agar pengamanan dilakukan secara humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum.

Oleh karena itu lanjut Kapolres, kesiapan personil berikut sarana dan prasarana serta kelengkapan perorangan harus disiapkan dengan baik. Sehingga kesigapan dalam melayani masyarakat dapat dirasakan langsung, dan membuat warga tenang dan nyaman.

 

Kunjungan Kerja Kapolres Blora Ke STEM Aka Migas dan PPSDM Migas Cepu

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H didampingi Kapolsek Cepu AKP Selamet, S.H, berkunjung ke kantor STEM AKAMIGAS dan PPSDM Migas Cepu hari Selasa siang kemarin. Segenap Direksi dan Rektoran STEM AKAMIGAS Cepu Prof. Dr. Ferry Burhan, M.Sc.menerima kunjungan Kapolres Blora di ruang rektorat dengan penuh kehangatan nuansa kekeluargaan. Rabu (29/08/2017).

Kunjungan Kapolres AKBP Saptono tersebut diantaranya untuk menjalin silaturahmi kerjasama dan sekaligus melakukan himbauan kamtibmas tentang pengamanan objek vital Negara.

Kapolres mengatakan dengan adanya kunjungan kerja sebagai langkah dalam membangun hubungan komunikasi yang harmonis dengan instansi lain dalam berbagai bidang.

“Sebagai pimpinan Kepolisian Polres Blora sudah sewajarnya melakukan kunjungan kerja dengan pimpinan instansi lain untuk membanngun hubungan sinergitas kerja dan keamanan,” ujar AKBP Saptono.

Setelah melakukan kunjungan ke STEM AKA MIGAS kemudian melajutakan kunjungan ke kantor PPSDM Migas Cepu. Hal yang sama terjadi sambutan hangat atas kunjungan Kapolres Blora diterima langsung oleh pimpinan PPSDM Migas Cepu Ir. Wahid Hasyim, M.T berserta stafnya.

Disini Kapolres juga memberikan pesan kamtibmas tentang system pengamanan standart procedure objek vital Negara. AKBP Saptono juga menawarkan pelatihan peningkatan kemampuan satpam maupun mahasiswa yang ada di STEM AKAMIGAS dan PPSDM Cepu untuk dilatih beladiri maupun pelajaran baris berbaris dari personel Polres Blora.

Di akhir kunjungannya Kapolres meminta agar segela sesuatu apabila terdapat kejadian meninjol untuk segera melaporkan segera ke kantor Kepolisisan terdekat.

Kedua pimpinan STEM AKAMIGAS dan PPSDM Cepu mengucapkan terimakasih Kapolres Blora disela-sela kesibukannya mau berkunjung untuk sekedar bersilaturahmi dan menjalin sinergitas hubungan kerja.

Mereka sangat terkesan akan hal itu, dan untuk lain hari kedua pimpinan AKA MIGAS dan PPSDM Cepu akan juga berkunjung ke Polres Blora.

 

Sempat Buron, Supir Truk Muatan Kayu Jati Ilegal Ditangkap Aparat Polres Blora

PEMBALAKAN liar (illegal logging) terus berlangsung meski penangkapan sering dilakukan kepolisian Polrea Blora akhir-akhir ini. Seperti enam truk bermuatan puluhan kubik kayu jati beberapa waktu lalu  dan 49 batang kayu kemarin, yang diduga hasil pembalakan liar berhasil diamankan oleh aparat Polres maupun Polsek jajaran bersama Perhutani Blora.

Kemarin hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017 Unit Buser Sat Reskrim Polres Blora berhasil menangkap truk muatan kayu illegal tetapi pelakunya berhasil kabur, yang sebelumnya telah diamanakan Polsek Kedungtuban dari kejadian tanggal 25 Agustus lalu.

“Pelaku sopir truk bermuatan kayu illegal dengan No-Pol K- 1987- AN, kabin warna kuning, bak warna ungu, yang berisikan 8 batang kayu jati glondongan tanpa dilengkapi surat izin syah telah berhasil ditangkap.” Ujar Kapolres Blora AKBP Saptono, Rabu (30/08/17).

Kapolres Blora mengatakan hasil tim Buser Sat Reskrim Polres Blora berhasil menangkap pelaku setelah melakukan lidik dan pengembangan kasus dengan memriksa saksi-saksi sebelumnya.

“Berkat kerja keras dan hasil pengembangan Sat Reskrim, akhirnya berbuah hasil dengan ditangkapnya pelaku, dan saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik untuk mengungkap jaringanya,” terang Kapolres.

Kast Resktrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo, S.H, M.H menambahkan sebelumnya tanggal 25 Agustus lalu, pelaku mengangkut kayu jati illegal dari Ds. Temengeng, Kec. Sambong dibawa menuju Kec. Kedungtuban, akan tetapi ketahuan oleh petugas gabungan dari Polsek Kedungtuban dan Perhutani. Merasa sedang di kejar petugas, pelaku langsung melaju kencang dan meninggalkan truknya di pinggir sawah kemudian pelaku melarikan diri.

“Pelaku yang diamankan bernama Yono alias Gonrong (40) warga Dk. Korgan Ds/Kec. Purwosari, Kab. Bojonegoro telah ditangkap tanpa perlawanan sewaktu berada di rumahnya.” Tamahnya.

“Kami masih mendalami keterangan pelaku untuk pengembangan lebih lanjut,” jelsanya.

Kappolres Blora AKBP Saptono dalam pemaparan lalu menekankan kepada jajarannya untuk terus bekerja maksimal dalam memberantas pembalakan liar dan tidak berhenti pada ‘kroco-kroco’ saja.

Nekat Curi Puluhan Kayu Jati Dihutan, Pelaku Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Blora

Satuan Resese Kriminal Kepolisian Resort Blora, Polda Jateng berhasil mengamankan seorang pencuri kayu jati di hutan milik Perhutani petak 22 dan 30 RPH Sugih, BKPH Boto, KPH Randublatung, turut tanah Ds. Gempol dan Ds Kepoh, Kecamatan Jati, Blora.

Satu pelaku, Ngasiran (57), warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Keradenan, Kabupaten Blora ditangkap sekira pukul 16.00 WIB sore tadi di rumahnya. Pelaku diamankan petugas bersama truk, gergraji dan barang bukti 49 kayu jati gelondongan, setelah melakukan lidik atas adanya laporan dari Perhutani.

“Dari aksi pencurian kayu itu, satu orang pelaku berhasil diamankan. Saat ini sudah ditahan dan tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik di Polres Blora,” ujar Kapolres Blora AKBP Saptono, Senin (28/08/2017).

Aksi pencurian itu berawal dari adanya laporan dari Perhutani KPH Randublatung ke pihak Kepolisian, bahwa pada pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2017 sekira pukul 15.15 WIB, petugas perhutani mendapatkan informasi bahwa adanya pengngkutan kayu jati dari dalam hutan.

Setelah dilakukan pengecekan ternyanya benar bahwa di petak 32 RPH, Sugih BKPH Boto, Kec. Randublatung, Blora telah terjadi pencurian kayu jati dengan adanya sisa-sisa tebangan serta adanya beberapa kayu jati yang ditinggalkan pelaku dilokasi tersebut.

Selang waktu 3 (tiga) hari, pada hari Rabu tanggal 16 Agustus 2017, sekira pukul 10.15 WIB, petugas Perhutani juga mendapat informasi bahwa ada mengangkut kayu jati yaitu di petak 30 RPH Sugih BKPH Boto, KPH Randublatung. Setelah di cek ternyata sama, sisa-sisa tebangan dan beberapa kayu jati sudah di posisi ditinggalkan di lokasi.

“Pelaku meninggalkan jejak dengan adanya sisa tebangan dan beberapa kayu kecil yang ditingggalkan di TKP,” ungkap AKBP Saptono.

Kemudian dari pemeriksaan beberapa saksi, diketahuilah pemilik truk pengangkut kayu dan langsung dikembangkan serta dilakukan penyelidikan oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Blora guna pengembangan kasus dan jaringan komplotan pencuri kayu lainnya.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Dwi Herry, S.H, M.H mengatakan setelah dilakukan penggledahan oleh Sat Reskrim Polres Blora bersama Perhutani, ternyata benar pelaku Ngasiran menyimpan glondongan kayu jati tanpa dilengkapi dokumen resmi yang berada di belakng rumahnya.

“Tim kami bersama perhutani langsung menggledah rumah pelaku, ditemukanlah glondongan kayu jati di belakang rumahnya. Setelah dilakukan pengecekan dan pengukuran dari Perhutani ternyata benar. Ukuran diameter kayu jati yang hilang di petak 32 dan 30 KPH Randublatung, sama dengan yang ditemukan dirumah pelaku.” Jelas Kasat Reskrim AKP Dwi Herry.

Selanjutnya, petugas  membawa Ngasiran ke Polres Blora. Dalam pemeriksaan, pelaku sempat mengaku kayu itu adalah miliknya yang dibeli dari pohon jati milik warga kampung. Namun, ia tak dapat menunjukkan dokumen kayu jati yang ditebang.

“Atas perbuatannya itu, pelaku terjerat Pasal 82 Ayat 1 dan atau Pasal 84 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar,” pungkas AKP Dwi Herry.