shadow

Ditemukan Menggantung Di Atas Pohon Mahoni, Polsek Jepon Polres Blora Bersama Tim Medis Lakukan Identifikasi

Kepolisian Sektor Jepon, Polres Blora menangani kasus bunuh diri dengan cara gantung diri. Berawal dari laporan seorang warga atas nama Jupri umur 45 tahun ( ketua RT ), alamat Dk. Jlubang Rt. 01 / 03 Ds. Ngampon Kec. Jepon Kab. Blora. Dirinya melaporkan bahwa telah terjadi kasus gantung diri dengan korban atas nama  korban Suharto Bin Sardi (49) , alamat Dk. Jlubang Rt. 03 Rw/01 Ds. Ngampon Kec. Jepon Kab. Blora di persilan sawah.

Joko Priyono merupakan orang yang pertama kali melihat korban, ia mengatakan pada pagi hari tadi Rabu (05/07/17) pukul 06.30 WIB saat dirinya pergi mencari rumput disawah dikagetkan dengan adanya orang menggantung di sebuah pohon mahoni.

Kapolsek Jepon Polres Blora AKP Joko Priyono S.H mengatakan kronologis kejadiannya yakni Pada hari Selasa, tanggal 04 Juli 2017 sekira pkl 13.30 WIB, korban (Suharto) pergi ke persil / tanah ladang hutan untuk menebas rumput. Hingga malam hari tidak kembali ke rumah, keesokan harinya sekira pukul 06.30 korban diketemukan oleh saksi (Joko Priyono) yang sedang  mencari rumput sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi tergantung di pohon mahoni di area persawahan.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Jepon jenazah korban terdapat lidahnya menjulur, dari kemaluannya mengeluarkan air mani dan dubur mengeluarkan kotoran serta kondisi korban tidak terdapat hal-hal yg mencurigakan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kpd pihak keluarga untuk dikebumikan.” Terang AKP Joko Priyono, S.H.

Sesuai Harapan, Operasi Ramadniya Candi 2017 Polres Blora Mampu Turunkan Angka Kecelakaan

Kepolisian Resort (Polres) Blora, mengklaim angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menurun selama dilaksanakannya operasi Ramadniya Candi tahun 2017 ini.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H mengakui jika yang menjadi tujuan dari digelaranya Operasi Ramadniya telah tercapai. Situasi kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas selama arus mudik dan balik berjalan dengan baik dan lancar. Itu semua berkat adanya kerja keras dari personel Polres Blora dan juga peran serta masyarakat.

“Laka lantas menurun dan bisa memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat, yang jelas semuanya berjalan sesuai harapan,” kata Kapolres Blora AKBP Surisman.

Terpisah, Kasat Lantas AKP Febriyani AER, S.I.K menjelaskan, berkaitan kasus  laka lantas selama Operasi Ramadniya Candi 2017 berhasil turun dibanding tahun 2016 lalu. Pada 2017 ini terdapat 15 kasus atau turun 13 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 28 kejadian laka lantas.

“Hanya ada 15 kasus dan tidak ada korban yang meninggal dunia,” jelas Kasat Lantas AKP Febriyani AER, Rabu (05/07/17).

Kasat Lantas menambahkan bahwa untuk korban luka berat (LB) naik dari 2 kasus menjadi 4 kasus, sedangkan luka ringan (LR) hanya ada 21 kasus, atau turun 34 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 55 orang mengalami LR. Dari kejadian itu kerugian material yang dialami sekira Rp8,7 juta.

Menurutnya, kasus kecelakaan tersebut terjadi banyak melibatkan kendaraan roda dua, paling banyak milik masyarakat sendiri. Kejadian laka lantas tersebut terjadi di Jalan Blora-Kunduran, Jalan Blora-Cepu serta ada yang di dalam kota Blora.  Jalur Blora sendiri, lanjut Kasat Lantas bukan merupakan jalur utama pemudik, tetapi hanya sebagai alternatif. Namun demikian kendaraan banyak didomonasi pemudik dari Kabupaten Blora.

Jika kasus laka lantas mengalami penurunan, lain halnya dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat. Penindakan penilangan mengalami peningkatan signifikan, hingga 940 persen atau ada 1.082 kendaraan yang ditilang. Padahal pada tahun 2016 hanya 104 penindakan.

Pelanggaran yang dilakukan masyarakat, seperti tidak menyalakan lampu saat siang hari, kendaraan tidak lengkap, tidak bisa menunjukkan STNK, SIM serta ada yang salah jalur.  Kasus tilang sebagian besar adalah kendaraan roda dua.

“Kami harapkan agar kesadaran untuk patuh berlalu lintas terus ditingkatkan, sehingga akan membuat rasa aman bagi diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

Kapolres Blora Pimpin Upacara Korp Rapot Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli

Personel Polres Blora periode Juli 2017 terhitung mulai tanggal 1 Juli 2017 yang naik pangkat penghargaan sebanyak 2 orang, yakni kenaikan pangkat dari Aiptu menjadi Ipda atas nama Ipda Lasua Halley dan Ipda Udiono. Kemudian 3 orang naik pangkat pengabdian dari Brigadir menjadi Brigadir Kepala atas nama Bripka Karbasah, Bripka Sukardi dan Bripka Suparno.Sedang kenaikan pangkat Reguler satu orang dari dari Bripka ke Aipda atas nama Singgih Pramono.

Kegiatan pelaksanaan Upacara Korps kenaikan pangkat Perwira dan Pelantikan kenaikan Pangkat Brigadir Polri diselenggarakan hari Rabu tanggal 5 Juli 2017 pukul 07.00 WIB, bertempat di lapangan Apel Mapolres Blora.

Pada Upacara korps Rapot kenaikan pangkat, bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Blora AKBP Surisman,S.I.K,M.H. Perwira Upacara Kasat Binmas Polres Blora AKP Sumaidi dan selaku Komandan Upacara KBO Shabara Iptu Lilik Eko.

Hadir pula dalam kesempatan upacara kenaikan pangkat Waka Polres Kompol Indriyanto Dian Purnomo,SH, para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran Perwira staf Polres Blora dengan diikuti oleh seluruh peserta upacara Brigadir dan PNS Polres Blora.

Dalam amanat Upacara Kenaikan pangkat beberapa hal penting yang disampaikan Kapolres AKBP Surisman, S.I.K, M.H selaku Inspektur Upacara diantaranya :

  • Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena sampai saat ini kita masih semua diberikan panjang umur dan kesehatan sehingga bisa mengikuti upacara korps raport kenaikan pangkat perwira dan pelatikan kenaikan pangkat Brigadir Polri terhitung mulai tanggal 1 Juli 2017. Saya selaku pimpinan Polres Blora mengucapkan selamat kepada para anggota beserta keluarga yang telah melaksanakan korps raport kenaikan pangkat, semoga dengan kenaikan pangkat yang telah diterima bisa menambah kebahagiaan dalam keluarganya.
  • Perlu saya tekankan kepada anggota yang telah naik pangkat, bahwa kenaikan pangkat bukan sekedar untuk gagah-gagahan saja, namun yang perlu saudara ingat pertama-tama harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang kedua tugas-tugas saudara mendatang akan semakin berat dan banyak tantangannya karena Polri bukan hanya ingin dicintai masyarakat, namun juga dipercaya sebagai pelindung pengayom, dan pelayan masyarakat.
  • Saya juga mengharapkan kinerja anggota Polri untuk bisa ditingkatkan, jadikan kenaikan pangkat sebagai cambuk untuk meningkatkan profesionalisme kinerja Polri, ubahlah pola pikir dan budaya lama serta berikan pelayanan prima sebagai upaya memupuk dan mewujudkan kepercayaan masyarakat yang ada.
  • Kepada Ibu-Ibu Bhayangkari saya ucapkan selamat atas kenaikan pangkat suaminya, yang mana Bhayangkari sebagai pendamping suami dapat mendampingi dan memotivasi suami dengan baik serta mendidik anak-ananya, dengan harapan anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan menjadi panutan masyarakat sebagai keluarga besar Polri.

Usai melaksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat, Kapolres Blora dengan didampingi oleh Ibu ketua Bhayangkari Cabang Blora bersama dengan Wakapolres, para Kabag, Kasat dan Kapolsek, dilanjutkan dengan halal bihalal bersalaman dengan seluruh personil Polres Blora.

Waka Polres Blora Hadiri Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0721 Blora

Kodim 0721/Blora menggelar Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2017, di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Upacara berlangsung kemarin hari Selasa tanggal 04 Juli 2017 pukul 09.00 WIB di lapangan Sepak Bola Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Bertindak selaku Inspektur Ypacara Bupati Blora H. Djoko Nugroho, sekaligus secara simbolis menyerahkan peralatan kerja kepada perwakilan dan dilanjutkan pemukulan kentongan yang didampingi Forkopimda Kabupaten Blora sebagai tanda dibukanya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2017. Rabu (05/07/17).

Adapun bertindak Komandan Upacara Danramil 03/Banjarejo, peserta upacara terdiri dari :

  • Dua peleton Pasukan Kodim 0721/Blora.
  • Satu peleton Pasukan Yonif 410/Alugoro Blora
  • Satu Peleton Pasukan Polres Blora,
  • Satpol PP Blora, Polhut Blora, SMU, SMP dan SD se-Kecamatan Todanan.

Dalam sambutanya Bupati Blora mengatakan TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan ketrampilan, sumbangan materi dan kebendaan.

“TMMD bukan semata membangunkan sarana fisik bagi masyarakat desa, tapi dalam TMMD juga membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.” Kata H. Djoko Nugroho.

“Adapun untuk mewujudkan pencapaian tujuan dan kegiatan TMMD ditetapkan kegiatan Fisik dan Non Fisik. Kegiatan Fisik dengan sasaran pembangunan Jalan Rabat Beton Blog Panjang 1.134 meter X Lebar 2,5 meter X tebal 12,5 cm. Sedangkan kegiatan non-fisik akan diisi berbagai kegiatan penyuluhan wawasan Kebangsaan dan pengetahuan lain dari instansi terkait sesuai jadwal dari Kodim 0721/Blora.” jelas Pasiter Kodim 0721 Blora.

Kegiatan selama 30 (tiga puluh) hari, terhitung mulai dibukanya TMMD, pada hari Selasa tanggal 04 Juli 2017, sampai upacara penutupan pada Rabu tanggal 02 Agustus 2017 mendatang.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos, Kapolres Blora AKBP Surisman, SIK, MH diwakili Waka Polres Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H, jajaran Forkopimda Blora, Forkopimcam se-Kab. Blora, Kades se-Kec. Todanan serta tamu undangan lainnya.                       

Masyarakat Tak Perlu Resah, Pos Polisi Whira Pratama Polres Blora Di Pos Ngancar Siap Layani 24 Jam

Guna meningkatkan pelayanan dan mencegah angka kriminalitas maupun laka lantas, Kapolres Blora AKBP Surisman S.I.K, M.H, Selasa (4/7/17) pagi hari tadi meresmikan beroperasinya Pos Polisi Whira Pratama yang berada di Jl Blora-Purwodadi Km 7, Pos Ngancar Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Menurut keterangan Kapolres AKBP Surisman Pos Polisi Whira Pratama tersebut dibangun mengingat selama ini daerah tersebut jauh dari kantor polisi lainnya. Dan selain itu juga mengingat daerah Pos Ngancar dinilai memiliki kerawanan kriminalitas maupun laka lantas. Terlebih pada waktu malam hari jalanan sepi dan banyak café karaoke liar yang beroprasi disini sehingga perlu perhatian khusus.

“Adanya pos polisi disini diharapkan akan bisa meningkatkan pelayanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat melintas di sepanjang Jl Blora-Purwodadi, baik merasa aman dari gangguan kriminalitas dan mengurangi angka laka lantas” ujar Kapolres Blora AKBP Surisman.

Dalam kesempatan itu Kapolres Blora itu menegaskan, Upak untuk mencegah tindakan kriminalitas di Pos Ngancar ini mampu memberikan kenyamanan, rasa aman kepada mayarakat, bukan sebaliknya kehadiran pos itu menjadi tempat yang menakutkan. “Berdirinya Pos Whira Pratama di lokasi tersebut telah melalaui proses kajian dimana telah melalui rapat internal maupun kordinasi dengan pemerintah Kabupaten Blora,” ujarnya.

Karena cukup jauh dengan perkampungan, nantinya akan ada personel polisi yang bertugas di posko selama 24 jam.  Dengan demikian rasa aman pengendara dan masyarakat juga akan terjamin. Bahkan Kapolres meminta agar keberadaan pos polisi tersebut bisa dimanfaatkan. Misalkan bisa melaporkan kejadian disekitar pos Polisi sehingga bisa ditindaklanjuti dengan segera.

“Masyarakat juga bisa membantu dengan turut menjaga situasi kamtibmas, memberikan informasi dan makin tertib berlalu lintas, polisi akan berusaha melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan baik,” terang AKBP Surisman.

Soal personel yang akan bertugas nantiya akan di ploting lagi, yang jelas personel dari Polsek Tunjungan dan dari Polres Blora, karena memang jumlah personel yang ada masih terbatas.

Mensikapi adanya teror terhadap personel polisi, Kapolres sudah meminta kepada seluruh jajaranya agar peka dan waspada terkait dengan kondisi yang ada di sekitarnya dan lingkungannya. Personel jangan sampai lengah, baik saat bertugas ataupun saat sedang tidak bertugas.

“Jangan sampai lengah dan waspada, seluruh polsek dan di Makopolres saat bertugas memakai rompi anti peluru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas AKBP Surisman.

Kapolres berharap, warga sekitar dapat pro aktif dengan personel polisi pada pos tersebut dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman.  “masyarakat umum silahkan jadikan pos polisi ini sebagai tempat konsultasi dengan personel polisi terkait persoalan hukum, maupun terkait pelayanan Kepolisian lain” tutup Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H.

Tingkatkan Kesejahteraan Anggota Polri, Kapolres Bersama Wakil Bupati Blora Resmikan Perumahan Bhayangkara Regency

Program peningkatan kesejahteraan Polri tidak hanya menjadi pekerjaan rumah tangga tingkat atas. Namun merupakan perhatian Pimpinan di wilayah. Salah satu bentuk perhatian kepada anggota, Kepala Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi Surisman S.I.K, M.H menggas pembangunan perumahan murah bagi anggota Polri.

Hasil gagasan dan inovasi AKBP Surisman S.I.K, M.H ini memiliki kepedulian tinggi bagi masa depan anggota dan institusinya. Terbukti dengan yang sebelumnya mengacu kepada program prioritas Kapolri yakni Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) tentang peningkatan kesejahteraan bagi anggota Polri. Dengan membuat trobosan pembangunan perumahan murah Bhayangkara Regency yang diperuntukkan bagi anggota Polres Blora yang belum memiliki rumah.

Hari Selasa tanggal 4 Juli 2017 sekira pukul 08.00 WIB Kapolres Blora AKBP Surisman S.I.K, M.H bersama Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman yang dihadiri seluruh pejabat utama yakni para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Blora meresmikan perumahan Bhayangkara Regency.

Sebanyak 30 rumah dibangun di lahan seluas 1 hektar yang letaknya di Jln. Blora-Cepu KM 10 Ds. Tempel, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Dari luas lahan tersebut 30 persen dibangun untuk fasilitas umum dan 70 persen untuk perumahan yang dikreditkan dengan harga sangat murah, karena hanya dijual kepada anggota Polres Blora melalui kredit bank dengan bunga 0,5 persen. Jauh dibawah harga umum yakni tipe 46 yang berkisar 250 jutaan lebih, sedangkan perumahan ini dijual dengan harga Rp. 150 juta.

“Seharusnya program kesejahteraan anggota Polri ini sudah ada sejak dulu, namun terobosan ini baru terealisasi. Tidak hanya dengan kenaikan gaji dan tunjangan kinerja, akan tetapi dengan adanya program perumahan murah bagi anggota Polres Blora, setidaknya bisa dimanfaatkan bagi mereka yang belum memiliki rumah sendiri.” Kata AKBP Surisman.

AKBP Surisman, dalam sambutannya mengatakan, ide ini berawal saat berkunjung ke perumahan Bhayangkara Polres Rembang yang sudah menggagasnya terlebih dahulu. Itulah ide awal Kapolres membuat perumahan murah bagi anggota Polri.

“Luas lahan yang digunakan untuk perumahan dibandingkan jumlah anggota memang masih kurang, akan tetapi pihak Polres Blora telah melakukan survey kepada anggotanya yang mendapat prioritas untuk bisa memiliki rumah murah tersebut.” Ujarnya.

Kapolres juga menjelaskan dengan perumahan baru ini akan terdampak positif peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain jarak antara perumahan dengan Polres Blora dapat ditempuh hanya dalam waktu 10 menit.

Rumah murah berkualitas ini hanya diperuntukkan bagi anggota Polri diutamakan yang belum memiliki rumah. Harapanya sebagai investasi masa depan saat pensiun serta dapat mempengaruhi optimalisasi kinerja.

“Dengan dibangunya Promoter Regency diharapkan adanya peningkatan kualitas hidup dan kinerja anggota Polres Blora. Semoga dengan hadirnya perumahan murah bagi anggota Polres Blora bisa bermanfaat dan meningkatkan semangat kerja untuk menjadi Polisi yang ideal bagi masyarakat,” harap Kapolres.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, H. Arif Rohman dalam sambutanya mengatakan langkah nyata dari inovasi Kapolres Blora sangat luar biasa. Karena biasanya saat usia muda dalam menggunakan gaji tidak tepat. Sehingga saat usia tua atau bahkan sudah pensiun masih belum memiliki rumah pribadi.

“Kalau muda penggunaanya tidak tepat, ini langkah yang luar biasa. Nanti dijamin, kalau sudah punya rumah. Kebutuhan yang paling dasar terpenuhi untuk membangun keluarga sejahtera. Banyak yang menjelang pensiun baru punya rumah. Banyak juga setelah pensiun masih numpang, apresiasi luar biasa dan ide yang luar biasa,” kata Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman.

Syukuran Dan Halal Bihalal Sederhana, Bentuk Polsek Kradenan Polres Blora Peringati HUT Bhayangkara Ke-71

Kepolisian Resor Blora Polsek Kradenan menggelar acara syukuran skaligus Halal Bihalal dalam rangka peringatan Hut Bhyangkara ke-71. Syukuran dilansungkan mala mini hari Senin tanggal 03 Juli 2017 di Aula Mapolsek Kradenan. Hadir dalam kegiatan tersebut para purnawiran Polri, para Warakawuri, Ketua Bhayangkari ranting bersama anggota, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh anggota Polsek Kradenan Polres Blora.

Kapolsek Kradenan AKP Subardo S.H, M.Hum saat ditemui @polresblora.com menjelaskan “Syukuran kali ini berlangsung sederhana yang dikemas dalam bentuk silaturahmi Halal Bihalal dan dan syukuruan secara internal,” katanya.

Kapolsek Kradenan AKP Subardo S.H.,H.Mum dalam sambutannya menyampaikan, selaku pimpinan Polsek Kradenan, mengucapakan selamat Hut Bhyangkara yang ke-71 kepada segenap anggota Polri, Bhyangkari, purnawirawan dan warakawuri serta kepada seluruh keluarga besar Polsek Kradenan, semoga Polri kedepan tetap jaya.

Pada kesempatan kali ini, Kapolsek Kradenan menyampaikan uacapan terima kasih kepada, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan mitra kamtibmas lainya yang selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada Polsek Kradenan dalam pelaksanan tugas pokoknya, yaitu sebagai pemelihara kamtibmas, penegakan hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksana kan oleh Polsek Kradenan selama satu tahun mulai 1 Juli 2016 hingga 1 Juli 2017 dapat berjalan dengan aman dan tertip.

“Terkait rangkaian kegiatan HUT Bhyangkara ke 71, saya selaku pimpinan Polsek Kradenan mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia baik internal maupun eksternal atas kerja samanya berpartisipasi aktif didalam mensukseskan kegiatan ini, sekaligus mengucapkan permohonan maaf jika sekiranya saya dan segenap anggota Polsek Kradenan dalam melaksanakan tugas ada hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak-ibu, saudara-saudari selama pergaulan ini,” ucap AKP Subardo, S.H, M.Hum.

“Terkait pengamanan kamtibmas yang selama ini kami lakukan, jika ada hal-hal yang belum memenuhi harapan masyarakat baik itu pelayanan publik maupun penegakan hukum, sekali lagi kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya” tambah AKP Subardo S.H,H.Mhum.                     

Kapolsek Cepu Polres Blora Halal Bihalal Bersama Para Pengurus Gereja

Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah menjadi momentum untuk saling bersilaturahmi bersama seluruh masyarakat, demikian pula yang dilakukan Kapolsek Cepu AKP Slamet, S.H beserta keluarga besar Polsek Cepu, Polres Blora.

Rasanya tidaklah berlebihan jika toleransi antar umat beragama adalah salah satu syarat utama terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam suatu wilayah, sehingga toleransi antar umat beragama sudah sepatutnya memang harus dijaga oleh kita semua.

Dalam rangka menjaga dan menjalin kemitraan serta kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dengan pihak Kepolisian. Kapolsek Cepu AKP Selamet S.H, bersama anggota telah melaksanakan kegiatan Silaturahmi dengan pengurus gereja sewilayah Cepu di ruang kerja Kapolsek Cepu, Senin (3/07/2017).

Kegiatan dengan mengundang tokoh lintas agama tersebut dilaksanakan oleh Kapolsek Cepu, AKP Selamet S.H. Dimaksudkan untuk menjalin kemitraan dan kerja sama yang baik antara tokoh agama, tokoh masyarakat dengan Kepolisian dan untuk menjaga situasi yang nyaman, aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Cepu, serta untuk menggali informasi yang berkembang di masyarakat.

Dalam giat tersebut Kapolsek Cepu, AKP Slamet S.H, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas pada para pengurus gereja sewilayah Cepu , antara lain :

  • Pertama agar tokoh agama, tokoh masyakat mewaspadai faham radikalisme, yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Kedua agar tokoh agama, tokoh masyarakat tidak mudah percaya, terhasut atau terpengaruh dan terprovokasi oleh berita berita yang tidak benar sifatnya mengadu domba antar suku, agama, ras (Sara) yang dapat menecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Ketiga agar tokoh agama, tokoh masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing masing dengan mengaktifkan lagi kegiatan poskamling dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap orang yang tidak dikenal yang berada di lingkungan tempat tinggalnya serta gerak geriknya mencurigakan agar segera melapor ke Polsek Cepu.
  • Dari pihak gereja diharapkan menambah personil keamanan, untuk mewaspadai aksi terror yang sekarang merambah ke dalam tempat ibadah.

Yang terakhir AKP Selamet Kapolsek Cepu menyampaikan Atas nama pribadi, keluarga dan kepolisian sektor Cepu mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 H, Minal Aidin Wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Polres Blora Lakukan Penyekatan Jalur Blora Rembang Antisipasi Mayarakat Rayakan Kupatan Dengan Mobil Bak Terbuka

Pesta rakyat dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat yang digelar masyarakat di sejumlah perkampungan di Kabupaten Blora, Minggu, berlangsung meriah, hingga memicu kepadatan lalu lintas arus lalu lintas dari Kabupaten Blora menuju Kabupaten Rembang.

Di Blora, kemacetan sempat terjadi pada puncak perayaan Lebaran Ketupat dikarenakan banyak antusias masyarakat yang ingin berlibur ke pantai Kabupaten Rembang untuk melihat perayaan kupatan yang diisi aneka hiburan rakyat selain jamuan ketupat sayur gratis dan arak-arakan ogo-ogo.

“Kami sejak awal sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas dengan matang, termasuk kerja sama dengan TNI dan instansi terkait. Strateginya dinamis saja, tergantung situasi arus lalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K, Minggu (02/07/17).

Kendati sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas dari Blora menuju Rembang, AKP Febriyani Aer memastikan bahwa perayaan lebaran ketupat tidak sampai mengganggu arus balik.

Kasat Lantas menambahkan, untuk mencegah terjadinya penumpang dengan kendaraan bak terbuka yang biasa digunakan masyarakat sebagai alat transportasi murah semua telah di antisipasi. Pasalnya kendaraan khusus barang sesuai dengan UU lalu lintas tidak diperbolehkan menganggkut penumpang.

puluhan personil Kepolisian telah bersiaga dan ditempatkan di pos masing-masing untuk memberikan himbauan dan mencegah adanya kendaraan bak terbuka yang masih nekat mengangkut penumpang menuju Rembang. Mulai dari simpang empat Seso sampai tugu perbatasan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Rembang semua telah di jaga Polisi.

 “Kendaraan bak terbuka kalo masih nekat mengnagkut penumpang menuju Rembang akan kita hentikan dan beri himbauan untuk kembali putar arah,” ujarnya.

Ia mengatakan, kepadatan arus lalu lintas terpantaumuali sejak pagi hari. Tak kurang 80 personel Polres Blora dari berbagai fungsi dilibatkan serta didukung ratusan personel TNI, satpol PP, dan Dishub Kabupaten Blora bersiaga.

“Menurut tradisi warga Kabupaten Blora kalau lebaran ketupat biasaya  dirayakan berekreasi bersama keluarga untuk melihat pantai dan hiburan rakyat di Kabuapaten Rembang,” kata AKP Febriyani Aer, S.I.K

Dalam hal ini pihak Kepolisian tidak melarang masyarakat merayakan kupatan Kabupaten Rembang. Tetapi alangkah baiknya keselamatan diri sendiri di utamakan dengan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.