shadow

Kapolres Blora Bersyukur, Situasi Kamtibmas Pasca Pilkades Serentak Tetap Kondusif

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H. menegaskan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 27 desa yang telah melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Blora semua masih dalam keadaan kondusif. Hingga pukul 09.00 WIB pagi tadi, Minggu (30/07/17).

Kapolres juga mengaku belum mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas maupun dari Kapolsek selaku kepala wilayah keamanan di setiap desa dan kecamatan terhadap adanya gangguan pasca pelaksanaan Pilkades kemarin.

Bahkan, dari hasil monitoring langsung di tengah masyarakat desa yang melaksananakn Pilkades juga belum ditemukan hal-hal yang mengganggu jalannya Pilkades serentak ini. “Situasi masih dalam keadaan kondusif, kegiatan Pilkades kemarin hingga sampai saat ini berjalan tertib dan lancar,” ujar kapolres AKBP Saptono kepada para wartawan usai menghadiri acara peringatan hari keselamatan berlalu lintas di alun-alun kota Blora pagi tadi.

Menurut Kapolres, partisipasi dan antusias masyarakat dalam memberikan hak suaranya memilih calon pemimpin di desaya masing-masing juga sangat tinggi. Hal ini terbukti dari sejumlah TPS-TPS yang dikunjungi terlihat penuh.

Seluruh jajaran dari polsek-polsek sertap jam juga melaporkan semua perkembangan dalam pelaksanaan Pilkades ini. Kapolres berharap, tidak ada gejolak atau permasalahan yang timbul, mulai dari pelaksanaan pemilihan, perhitungan hingga penetapan pemenangnya atau kades terpilih.

“Dari data DPT (daftar pemilih tetap) dan daftar yang sudah memilih juga selisihnya sedikit. Jadi, yang golput bukan semata tidak mau memilih melainkan banyak yang warga yang merantau ke luar kota atau luar daerah sehingga tidak bisa ikut memilih.” ujar Kapolres Blora.

Hal ini, lanjut Kapolres, menunjukkan bahwa masyarakat Blora sudah semakin dewasa. Karena Pilakdes ini merupakan bagian dari pesta demokrasi warga Desa Kabupaten Blora melalui Pilkades. Melatih masyarakat, mendidik masyarakat  untuk berdemokrasi yang baik. 

“Kita patut bersyukur sebesar-besarnya kepada Tuhan YME, Allah SWT karena pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2017 sukses berjalan dengan baik, kita juga mengapresiasi seluruh kinerja personel karena sudah bekerja keras untuk mempertahankan situasi yang aman kondusif”, ujar Kapolres.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar siapapun mepenangnya atau yang terpilih secara sah nantinya, harus ikhlas, legowo dan mendukung yang menang karena mendapat dukungan masyarakat terbanyak.

Persaingan sehat dan siapapun yang menang, kepala desa ini akan mengabdi pada desa. “Sehingga siapun yang terpilih, dia punya tugas dan kewajiban mendukung program pemerintah daerah, mensejaterakan masyarakatnya dan menjaga stabilas keamanan desanya,” tukasnya.

Sementara untuk menjaga stabilitas keamanan khususnya di desa-desa yang melaksanakan Pilkades serentak, dikatakan Kapolres AKBP Saptono, semua personil jajaran masih bersiaga dan akan terus melakukan patroli sambang desa. Hal ini dimaksudkan untuk memonitor daerah tersebut serta melakukan penggalanagan kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Semua personil Polsek jajaran sesuai perintah tetap bersiaga, samapai adanya pencabutan secara resmi,” sebutnya.

Namun demikian, sambung Kapolres AKBP Saptono, untuk beberapa titik daerah yang dinilai rawan terhadap konflik Pilkades ini bisa ditambah personil keamanannya sesuai dengan kerawanannya. Kerawanan yang kemungkinan bisa muncul dalam pelaksanaan Pilkades ini antara lain sabotase, atau adanya botoh yakni provokator pihak yang ingin mengganggu situasi kamtibmas yang kondusif usai pelaksanaan Pilkades.

Jika polisi menemukan tindakan-tindakan kriminal atau tindakan  yang dilakukan dengan tujuan menghambat dan mengganggu situasi kamtibmas usai pelaksanaan Pilkades tersebut, imbuh kapolres, akan ditindak dan proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tentunya dengan tetap menjaga kebersamaan, persatuan, saling menghargai, saling menjaga situasi dan  kondisi tetap aman di desanya. Tidak mudah terpancing isu-isu, ajakan dan hasutan yang dapat memecah belah persatuan masyarskat Blora. apalagi melaui media sosial, ini yang patut diwaspadai bersama,” tungkas AKBP Saptono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *