shadow

Kapolres Blora Optimis Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2017 Berjalan Kondusif

Kepala Polisi Resor Blora, Polda Jateng AKBP Saptono, S.I.K, M.H optimis, pelaksanaan Pilkades serantak 2017 di wilayahnya harus berjalan aman, lancar dan berkeadilan, karena inilah tujuan dan harapan seluruh masyarakat kabupaten Blora. Sabtu (29/07/17).

“Blora ini kota kecil tingkat kerawanannya tidak bisa dipandang sebelah mata  dan kita (Polres Blora) siap mengamankan Pilkada dengan harapan harus berlangsung aman dan tertip,” kata AKBP Saptono sebelum meninggalkan Mapolres Blora untuk meninjau langsung jalannya Pilkades di lapangan.

Kapolres mengatakan untuk mengamankan jalannya pemungutan suara Pilkades 27 Desa di 13 Kecamatan se-Kabupaten Blora, pihaknya menurunkan 494 personel Kepolisian dan dibantu dengan BKO dari Polda Jateng yakni 1 Pleton Brimob.

Sebelumnya Kapolres Blora AKBP Saptono, juga telah memberikan penekanan kepada seluruh personil tentang netralitas anggota Polri dalam pilkades dan mengingatkan bahwa tugas Polri hanya melaksanakan pengamanan dan mengawal proses demokrasi agar berjalan aman, lancar dan sesuai dengan undang-undang.

“Secara umum laporan pelaksanaan Pilkada di TPS yang telah saya terima berlangsung aman terkendalai, dan semoga dapat berjalan seperti harapan sampai usainya penghitungan suara nanti.” Ungkap Kapolres Blora.

Kapolres mengaku telah meniagakan anggota jajarannya untuk melakukan pengawasan dan pengamanan melekat kepada setiap kandidat Calon Pilkades.

“Saat ini masih dalam tahap pemungutan suara, dan penghitungan suara dijadwalkan serentak nanti pada pukul 01.00 WIB.” Terangnya.

Pada kemsempatan itu, ia juga mengimbau kepada pasangan calon Kepala Desa serta timsuksesnya untuk tidak melakukan pelanggaran selama berlangsungnya tahapan pilkada.

“Pendukung harus tertib dan menghormati aturan-aturan Pilkades. Kepada semua pihak kita juga mengimbau untuk tidak menciptakan kegaduhan politik di masyarakat,” pintanya.

Kapolres berharap, semua pihak harus menghargai pesta demokrasi ditingkat Desa, karena ini merupakan gambaran pesta Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan dalam memilih Kepala Desa sesuai hati nurani masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *