shadow

Cara Ampuh Cegah Tindak Kriminalitas Polres Blora Giatkan Blue Light patrol

Sirine dan lampu rotator polisi. Dua hal itu kerap membuat ciut nyali pencuri maupun pelaku kriminal lainnya. Karena itulah, Polres Blora terus meningkatkan giat Patroli untuk menekan angka kriminalitas dengan mengoptimalkan tindakan preventif. Caranya dengan menggelar Blue light patrol, yakni melakukan patroli dengan menyalakan lampu rotator warna biru sambil sesekali menyalakan sirine.

Blue light patrol wajib dilakukan seluruh kendaraan operasional yang dimiliki jajaran Polres Blora, baik mobil patroli Satlantas, Sabhara maupun kendaraan backbone milik seluruh Polsek.

“Pokoknya jangan sa,mpai mobil patroli ngandang di kantor. Begitu keluar dari markas, lampu rotator warna biru khas polisi harus dinyalakan,” tegas Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, Selasa (25/07/17).

Kapolres menuturkan, patroli ‘Blue Light’ ini akan dilakukan pada jam-jam rawan kriminal, baik siang, terutama pada malam hari. Lampu biru dari mobil patroli diharapkan menjadi formula ampuh untuk mencegah aksi kejahatan setelah melihat polisi sedang patroli.

Disisi lain, kehadiran patroli ini juga membuat warga merasa aman dan tenang karena polisi ada di mana-mana dan kapan saja. “Dengan melihat sirine biru masyarakat merasa aman karena kehadiran Polisi. Sementara bagi pelaku kejahatan tentu akan berpikir dua kali melakukan aksinya karena polisinya ada dimana,” beber Kapolres.

Selain untuk mencegah dan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan, blue light patrol ini juga sebagai upaya menekan angka kecelakaan.

“Sasaran kami adalah daerah rawan laka lantas (black spot area), rawan kejahatan jalanan ataupun wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan kamseltibcarlantas,” imbuhnya.

Pada apel hari Senin kemarin, Kapolres memerintahkan secara langsung, agar saat jam rawan, di setiap sudut kota serta tempat rawan dipenuhi mobil polisi sedang patroli.

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada seluruh warga agar memiliki nomor telepon kantor polisi terdekat, supaya bila terjadi sesuatu (gangguan kamtibmas) pihaknya bisa dengan cepat mendatangi TKP.

Satuan lalu Lintas Polres Blora Mulai Tertibkan Bentor

Sedikitnya 15 unit Bentor (becak-motor) diamankan petugas satuan polisi lalu lintas Polres Blora, Polda Jateng. Pengamanan terhadap unit bentor itu, sangat disayangkan karena sebelumnya pihak Polres Blora telah, memberikan himbauan pelarangan bentor.

“Sebetulnya, pengamanan bentor yang kami tindak hanya sebagai prasayarat dalam menilang. Sebab, kendaraan itu sudah jelas dilarang masuk dan beroperasi di kawasan tertib lalu lintas atau area perkotaan,” kata AKP Febriyani Aer S.I.K saat di temui di ruang kerjanya oleh polresblora.com, Selasa (25/07/17).

Bentor yang terjaring tersebut ditindak tegas dan disita oleh Petugas kepolisian selanjutnya bentor tersebut dipotong. Terkait dengan giat razia ketertiban Bentor tersebut, Kasat Lantas Polres Blora, menjelaskan, gelar razia penertiban bentor dilaksanakan hari Senin (24/7) kemarin sore di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

Razia penertiban terhadap keberadaan bentor ini berdasarkan merujuk pada Pasal 50 ayat (1) UU No. 22/2009 mensyaratkan bahwa setiap kendaraan yang dilakukan modifikasi dengan mengakibatkan perubahan tipe maka diwajibkan untuk dilakukan Uji Tipe.

AKP Febriyani menjelaskan bahwa, dalam hal kendaraan bermotor akan melakukan modifikasi maka wajib untuk mengajukan permohonan kepada menteri yang bertanggungjawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga apabila kemudian kendaraan dimaksud telah diregistrasi Uji Tipe maka instansi yang berwenang akan memberikan sertifikat registrasi Uji Tipe, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

“Persyaratan lain yang perlu untuk diketahui adalah setiap Modifikasi Kendaraan Bermotor tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui, sebagaimana diatur dalam Pasal 50 ayat (2) UU No. 22/2009.” Jelas Kasat Lantas Polres Blora.

AKP Febriyani Aer menyampaikan sekali lagi bahwa semuanya telah diatur dalam undang-undang. “Negara menyayangi rakyatnya, melindungi rakyatnya dan telah dituangkan dalam undang-undang yang dibuat rakyat melalui wakilnya.” Ujarnya.

Kasat Lantas berpesan kepada masyarakat Kabupaten Blora untuk memahami aturan modifikasi Becak Motor sesuai Undang-Undang yang ada. “Jika modifikasi dilakukan tanpa memiliki izin, maka berdasarkan Pasal 277 UU No.22/2009 pihak yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta Rupiah).” Pungkas AKP Febriyani Aer, S.I.K.

Sementara itu Bentor diamankan di Mapolsek Cepu Polres Blora agar tidak beroprasi kembali. Para pemilik motor dapat mengambil motornya apabila sudah di kembalikan pada bentuk aslinya dan membawa surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor.

Kapolres Blora AKBP Saptono Perintahkan Jajaran Untuk Pantau Aktivitas Anggota HTI Pasca Dibubarkan

Polres Blora terus melakukan pemantauan aktivitas anggota Hizbut Tahir Indonesia (HTI) di wilayah Kabupaten Blora, setelah pemerintah Indonesia secara resmi melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM), membubarkan Ormas Islam yang dinilai bertentangan dengan Pancasila tersebut.

“Kita masih terus mengawasi kegiatannya anggota (HTI),” ungkap Kapolres Blora, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Saptono, S.I.K, M.H kepada polresblora.com, Senin (24/07/17).

Beliau mengungkapkan, sejak ada wacana HTI akan dibubarkan oleh pemerintah Indonesia, kegiatan HTI di Blora sudah tidak pernah terlihat lagi.

“Sebelum dibubarkan saja, sudah tidak pernah terlihat kegiatannya. Pengawasan bukan hanya dilakukan pihak Kepolisian, tetapi juga bersama dengan pemerintah daerah,” katanya.

AKBP Saptono pun mengimbau kepada masyarakat Blora, untuk tidak mengikuti kegiatan ormas yang berlawanan dengan ideologi Pancasila. Sebab, pemerintah tidak akan​ segan mengambil langkah hukum, jika suatu ormas dinilai mencoba mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Lebih baik kita sama-sama membangun masyarakat, tetangga kita, untuk bisa lebih baik. Tidak superior, semua sama di mata hukum,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora juga telah mengeluarkan larangan adanya aktivitas organisasi HTI dalam bentuk apapun di Blora. Hal itu menyusul pencabutan badan hukum HTI oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM).

“Kita akan lihat nanti perkembangannya. Secara organisasi sudah dibubarkan, nanti person-personnya, pengurus-pengurusnya akan kita pantau,” kata AKBP Saptono.

Dirinya menegaskan Polri akan melakukan proses hukum bila masih ada anggota HTI yang menyampaikan khotbah dengan tema khilafah.

“Ya bisa ditindak (jika masih berpidato tentang khilafah). Nanti kalau masih ada yang memaksakan ngomong bahwa itu (khilafah), kita bisa proses. Sesuai dengan klausul pidananya, kita akan lihat,” ujar dia.

AKBP Saptono menyebut penindakan terhadap ormas yang anti-Pancasila tetap dilakukan meski ormas tersebut berganti nama. “Ya pasti dibubarkan oleh pemerintah,” katanya.

Status badan hukum HTI dicabut Kemenkum HAM dengan mengacu pada Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017. Pemerintah membubarkan HTI demi keutuhan NKRI.

Disampaikannya, dengan adanya pencabutan badan hukum oleh Kemenkum-HAM, secara otomatis HTI telah dibubarkan atau dianggap sebagai organisasi ilegal. Sehingga pihaknya memiliki kewenangan, untuk tidak memberikan izin atau membubarkan aktivitasnya di Blora.

“Setelah ada pencabutan status badan hukumnya, organisasi masyarakat (Ormas) tersebut bubar dan pengurus di bawahnya mengikuti pengurus di atasnya. Mudah-mudahan di Blora pasca pembubaran HTI tetap kondusif, dan pengurus di Blora diharapkan tidak ada aksi unjuk rasa apalagi sampai anarkis,” pungkas Kapolres Blora.

Kapolsek Kradenan Polres Blora Berikan Himbauan Saat Kampanye Pilkades

Sesuai dengan tahapan Pemilihan Kepala Desa Ngeblak Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, saat ini memasuki persiapan pelaksanaan Kampanye. Berbagai upaya dilakukan oleh Polsek jajaran Kepolisian Resor Blora dalam menjaga keamanan dan menciptakan situasi yang kondusif diwilayah Hukum Polres Blora menjelang Pemilihan Kepala Desa disejumlah tempat. Salah satunya dengan melaksanakan Pengamanan Kegiatan Pilkades yang dilaksanakan secara serentak guna mengantisipasi keributan dan hal lainnya yang dapat menganggu pelaksanaan pilkades nanti.

Dalam mempersiapkan pelaksanaan kampanye, Kapolsek Kradenan pagi ini Senin (24/07/2017). Seperti yang dilakukan oleh Kepolisian sektor Kradenan, dengan dipimpin oleh Kapolsek AKP Subardo, S.H, M.Hum beserta 6 orang personilnya dan ditambah 4 personil TNI Koramil Kradenan. Tengah menghadiri tahapan kampanye calon Kepala Desa serta memberikan arahan kepada warga Desa Ngeblak yang akan menghadiri kampanye calon Kades di Balai Desa Ngeblak.

Saat dikonfirmasi, Mantan Kasubbag Dal Ops Polres Blora ini mengungkapkan bahwa himbauan ini di tekankan agar tidak timbul gesekan antara massa pendukung selama tahapan Pilkades berlangsung karena pertarungan politik sering di warnai dengan black campaign yang tidak menutup kemungkinan akan berujung dengan keributan.

“Pada intinya Kita ingin pelaksanaan Pilkades ini berjalan dengan aman, untuk itu yang paling utama yang dilakukan oleh Calon Kades adalah harus bisa kendalikan Massanya. Saya tidak ingin ada black campaign misalnya menghina seseorang, ras, suku, agama, golongan calon ataupun mengadu domba. Ini perlu dihindari agar Pilkades nanti berjalan dengan aman dan sehat” jelas Kapolsek AKP Subardo.

“Silahkan menyampaikan aspirasi dan pendapat masing-masing dengan sopan santun, saling menghormati tanpa harus menyinggung calon lain sehingga acara Kampanye ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dan visi misi calon kepala Desa Ngeblak periode 2017- 2023 kepada warga yang hadir. Penyampaian Visi Misi dari Calon Kades No urut 01. Sudarto yang pada intinya yakni :

  • Akan bersama-sama masyarakat membangun Ds. Nglebak.
  • Menghargai perbedaan untuk kita tumbuhkan kebersamaan.
  • Meningkatkan sarana Prasarana yang ada demi pembangunan Ds. Nglebak.
  • Duduk bersama lembaga Desa, Toga/Tomas untuk bermusyawarah demi terwujudnya pembamgunan Desa.

Berikutnya penyampaian Visi-Misi dari Calon Kades no urut 02 Gunawan yakni :

  • Akan melakukan reformasi, sistim kinerja Aparatur Pemerintah Desa, guna tingkatkan kuaalitas Pelayanan kepada masyarakat.
  • Menyelenggarakan urusan Pemerintahan Desa secara terbuka dan bertanggungjawab sesuai aturan perundang – udangan.
  • Meningkatkan Perekonomian masyarakat melalui pendampingan berupa penyuluhan khusus kepada UKM wiraswasta dan tani.
  • Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat untuk mencapai hidup yang lebih baik.
  • Siap menjadi pelayanan masayarakat, menjaga adat istiadat, penataan administrasi, pengalokasian ADD, dengan lebih cepat tepat dan akurat.

” Diharapkan kepada calon Kades agar dapat menghimbau kepada pendukungnya agar tidak melakukan keributan apalagi sampai menimbulkan keributan pada saat kampanye atau lainnya, Tetap berada pada jalur yang benar sehingga pelaksanaan Pemilihan kepala desa ini dapat berjalan lancar dan kondusif, seru Kapolsek.

Sat Lantas Polres Blora Tindak ratusan Pelanggar Saat Gelar Razia

Petugas gabungan dari Satuan Lalu lintas (Sat lantas) Polres Blora bersama samsat Cepu, laksanakan operasi rutin di simpang 4 Kantor Pos Cepu. Dalam operasi tersebut, sebanyak 110 pengendara motor dikenai tilang Elektronik (E-tilang) atas pelanggaran yang dilakukan. Dari pantauan, operasi tersebut difokuskan bagi pengendara yang berasal dari arah timur.

Kasat Lantas Polres Blora AKp Febriyani Aer, S.I.K melalui Ipda Zainul Arifin, Kanit Laka menjelaskan, operasi rutin ini dilaksanakan untuk menekan angka kecelakaan dan kriminalitas di jalan raya, serta menjaga ketertiban dalam berkendara. Menurutnya, Simpang 4 tersebut menjadi jalur utama titik temu dari berbagai arah. Serta menjadi kawasan tertib lalulintas.

Pihaknya mengaku, dalam operasi yang dilaksanakan selama dua jam tersebut, sebenarnya difokuskan pada pelanggaran kasat mata. Seperti tidak memakai helm, tidak memasang spion, tidak menyalakan lampu saat siang (light on), serta pelanggaran kasat mata lainnya. “Setelah kami periksa ternyata mereka juga tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat,” ujarnya, Sabtu (22/7/2017) disela-sela pelaksanaan operasi.

Menurutnya, pelanggaran masih didominasi kelengkapan kendaraan. Namun dia menilai, meskipun angka pelanggaran masih cukup tinggi, pengendara di Cepu sudah mulai tertib. “Kami harapkan, ketertiban itu bisa terjaga, ” ungkapnya.

Khusus pelanggaran light on, kata dia, langsung dilakukan penindakan. “Karena sosialisasi sudah dilakukan cukup lama,” ujarnya.

Sekedar diketahui, petugas layangkan 110 E-Tilang dengan perincian barang bukti 106 STNK, 2 buah SIM, serta 2 unit sepeda motor.

Samat, warga Kasiman Bojonegoro, sempat mengeluh dengan tindakan tilang tersebut. “Padahal lampu sudah menyala, meskipun kurang terang. surat-surat juga lengkap, helm maupun spion. Tapi tetap saja kena tilang. Tapi ya sudahlah,” ungkapnya. Dia harus membayar denda tilang sebesar Rp.75.000, yang dibayarkan melalui Bank.

Pesta Rakyat HUT Bhayangkara Ke-71 Polres Blora Meriahkan Apel Besar Tiga Pilar

Sebagai sarana untuk memeriahkan HUT Bhayangkara ke-71, Polres Blora menyelenggarakan Pesta Rakyat di Stadion Kridosino, Kamis (2/7/17) kemarin.

Dilaksanakannya pesta rakyat bertepatan dengan HUT Bhayangkara, kata Kapolres AKBP Saptono, S.I.K, M.H, bertujuan untuk lebih mendekatkan diri antara Polri dengan masyarakat. Hal ini sebagai salah satu bentuk sinergitas Polri dengan masyarakat dalam menjaga situasi daerah ini tetap dalam konusifitas. Apalagi, diketahui kekuatan terbesar dalam suatu daerah untuk menjaga kondusifitas bukan hanya aparat, tapi masyarakat.

“Kegiatan pesta rakyat kami laksanakan untuk lebih mendekatkan Polisi dengan masyarakat, ” katanya, Jumat (21/07/17).

Kegiatan itu, merupakan salah satu cara untuk berbaur bersama masyarakat. Menurutnya, polisi harus menjadi sahabat masyarakat yang penuh empati dan peduli dengan masyarakat. Selain itu, polisi selalu menjadi promotor revolusi mental bersama masyarakat untuk menciptakan keadilan.

Pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-71, semakin meriah. Selain dihibur oleh artis terkenal dari orkes music OM Pallpa dari Jawa Timur, juga ada kejutan lainnya. Kejutan yang tak terduga ialah AKBP Saptono Kapolres Blora, duet bersama anggota DPRD Ketut Sanjaya melantunkan dua lagu milik bang haji Roma Irama yang berjudul SYAHDU dan lagu yang berjudul AKU BUKAN BANG THOYIP secara langsung.

Kepada Reporter polresblora.com Kapolres Blora AKBP Saptono menegaskan, ”Jadilah polisi sesuai harapan masyarakat. Polisi yang harus selalu mendengar keluh kesah masyarakat, dalam hal penegakkan hukum harus profesional serta mampu merangkul semua elemen masyarakat guna terciptanya situasi yang aman, kondusif,” pesan  AKBP Saptono.

Ia mengingatkan kepada anggotanya, agar melaksanakan tugas dengan ikhlas, tanpa pamprih, sebagaimana seorang Polisi harus menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat secara nyata. Selain itu, ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Blora yang selama ini telah mendukung kinerja Polisi disemua bidang.

Termasuk dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), yang selalu duduk bersama memikirkan Kabupaten Blora ke arah yang lebih baik. Demi kebaikan Polres  Blora, ia meminta masyarakat tidak enggan menyampaikan kritik dan saran untuk perbaikan kinerja Polisi ke depannya agar lebih baik lagi.

Kasat lantas Polres Blora Optimis Pelayanan Kantor Samsat Baru Di Randublatung Bisa Berjalan Maksimal

Dengan telah diresmikannya kantor Samsat Online Jateng Paten di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora pada hari Rabu lalu. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K, menyambut hal tersebut dengan sangat antusias. Jumat (27/07/17).

Pada kesempatan kali ini, Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, berharap bahwa kedepan tidak ada kendala lagi. Utamanya kepada masyarakat yang beralasan jauh ketika hendak membayar pajak, khususnya masyarakat Kab. Blora di bagian selatan yang meliputi Kec. Jati, Kec. Kradenan, dan Kec. Randublatung.

“Insya Allah Samsat Online Jateng Paten sudah dapat melayani masyarakat di wilayah Kecamatan Randublatung dan sekitarnya dengan sebaik-baiknya. harapannya semoga kedepan masyarakat di wilayah sekitarnya semakin lebih dimudahkan dalam melakukan pembayaran pajak,” katanya kepada redaksi Tarranews.com Rabu, (19/7) sore tadi.

AKP Febriyani juga menambahkan, setelah diresmikan kantor Samsat di Kec. Randublatung Rabu lalu, kantor Samsat sudah langsung bisa untuk beroperasi dan melayani masyarakat. Mulai dari ruangan untuk pelayanan, serta sarana dan prasarana pendukung yang lainnya sudah siap untuk melayani masyarakat.

“Dengan adanya akses pelayanan kepada masyarakat yang semakin terbuka ini, marilah kita semua mulai budayakan untuk bekerja tanpa pamrih, bekerja dengan jujur. Stop budaya pungli, bila masyarakat menemukan kejanggalan, maka segera laporkan,” tandasnya.

AKP Febriyani juga berharap, dengan telah diresmikannya kantor Samsat online untuk wilayah Randublatung dan sekitarnya, selain akses para pengguna wajib pajak semakin dipermudah, pihaknya juga berharap kedepannya juga mampu meningkatkan pendapatan pajak daerah.

“Jadi selain masyarakat dimudahkan aksesnya untuk melakukan pembayaran pajak, setidaknya kami juga berharap pendapatan pajak daerah juga dapat meningkat,” pungkasnya.

Jalin Sinergitas, Polres Blora Gelar Apel Besar Tiga Pilar jelang Pilkades Serentak Tahun 2017

Bertempat di Stadion Kridosono Blora, Kamis (20/7) pukul 09.00 WIB kemrin. Polres Blora, bersama TNI Kodim 0721/Blora, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Asosiasi Perangkat Daerah Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab. Blora, menggelar Apel Tiga Pilar dalam rangka menjalin sinergitas melalui gerakan membangun desa untuk mewujudkan Blora yang aman dan kondusif jelang Pilkades serentak di Kab. Blora yang akan dilaksanakan pada Sabtu (29/7/2017) mendatang.

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K, M.H, Bupati Blora Joko Nugroho, Dandim 0721 yang diwakili Kasdim, Hadir pula ketua DPRD Blora Bambang Susilo, Ketua PN Blora, Kajari, para Camat, para  ketua SKPD, para Lurah/Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa seluruh wilayah Kabupaten Blora.

Adapun kegiatan tersebut mengambil tema “DALAM RANGKA SILATUROHMI DAN SINERGITAS MELALUI GERAKAN MEMBANGUN DESA UNTUK MEWUJUDKAN BLORA YANG AMAN DAN KONDUSIF.”

Dalam sambutannya Kapolres Blora AKBP Saptono, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota dan instansi, atas terselenggaranya serta kehadirannya di acara yang berlangsung dengan lancar tersebut.

Kapolres Blora AKBP Saptono, dalam sambutannya menyampaikan, Apel besar Tiga pilar se-Kab Blora ini, adalah sebagai langkah awal terjalinnya sinergitas dan koordinasi yang baik antar unsur Pemerintahan Daerah, Polri dan TNI.

“Dengan adanya kesepakatan Apel Tiga Pilar ini, bagi kami merupakan suatu momentum koordinasi yang baik. Dengan begitu kita semua memiliki rasa tanggung jawab untuk sinergitas menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polres Blora secara bersama-sama,” ujar AKBP Saptono.

Terkait dengan masalah Pilkades serentak di Blora, menurut Kapolres masih adanya kerawanan. diantaranya, adalah gesekan antar pendukung bakal calon, money politik serta kekhawatiran sikap netralitas Panitia Pilkades.

Pendistribusian logistik Pilkades serentak di Blora, kata Kapolres harus dikawal dan diawasi secara terpadu. Seperti pengecekan dan kontrol tempat penyimpanan guna mencegah kerusakan atau kecurangan dari logistik Pilkades serentak di Blora.

“Kami berharap kepada para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades/Lurah serta linmas dapat menyatu dalam satu kantor di Kantor Pemerintahan Desa. Hal ini agar tiga pilar dapat bersinergi dan berkomunikasi dengan baik serta bisa menjadi unjuk tombak dan mata telinga pimpinan guna menciptakan keamanan dan ketertiban dalam mengawal Pilkades 2017,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, dengan adanya sinergitas serta koordinasi yang terjalin dengan baik, pihaknya mengaku optimis dapat menciptakan suasana yang aman dan kondusif pada waktu proses Pilkades yang akan dilaksanakan secara serentak di Kab. Blora, pada Sabtu (29/7) mendatang.

“Kita tetap berkonsentrasi dan mengupayakan agar pilkades yang digelar secara serentak bisa berjalan lancar. Maka dari itu, semua personel akan kita libatkan termasuk bantuan dari personel TNI,” terangnya.

AKBP Saptono kembali menjelaskan, dari total 27 desa di 13 Kecamatan yang mengikuti Pilkades mendatang, pihaknya sudah mulai memetakan dan akan mulai membagi menjadi beberapa klasifikasi, diantaranya klasifikasi desa aman, klasifikasi desa rawan, dan klasifikasi desa sangat rawan.

“Disini saya tekankan sekali lagi, utamanya adalah keamanan serta ketertiban. Disitu saya juga berharap, tidak hanya Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang membantu ikut mengamankan seluruh tahapan Pilkades, tetapi peran serta aktif masyarakat juga sangat kami harapkan dukungannya,” tandasnya.

Bupati Blora Joko Nugroho dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Blora beserta intansi terkait atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini sesuatu yang luar biasa, bisa kumpul tiga pilar yakni  Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan kepala Desa yang didampingi oleh masing masing Kapolsek, Danramil dan para Camat se-Kabupaten Blora,” papar Bupati Blora.

Joko Nugroho mengharapkan Muspika dan para petugas Polri dan TNI harus mengetahui informasi dini suatu kejadian agar tidak terdadak. Untuk itu diharapkan bisa mengetahui karakteristik dan tingkat kerawanan di wilayahnya masing masing untuk mendeteksi lebih awal kejadian yang akan terjadi. 

“Para Muspika harus mengecek dan mengontrol terkait kesiapan Pilkades.  Seperti, menjalankan jadwal sesuai dengan tahapan Pilkades, Hal itu untuk mencegah terhambatnya proses Pilkades.” Kata Bupati Blora.

Disisi lain, hubungan korelasi juga harus berjalan dengan baik antara Babhinkamtibmas, Babinsa dan linmas guna menunjang keamanan dalam mengawal dan mensuseskan Pilkades Blora.

“Kepada aparat Polri yang dibantu TNI, tentu kami juga berharap dapat mengawal proses pilkades sehingga dapat  berjalan dengan aman dan sukses.” harap Joko Nugroho.

Lebih kanjut Bupati Joko Nugroho menekankan kepada para Kades agar berikan pengarahan dan asistensi kepada para panitia pemilihan sehingga profesional dan berintegrtas. Serta Kepada seluruh masyarakat agar selain berpartisipasi aktif dalam pemilihan harus ikut serta menjaga kamtibmas.

Sementara, Kasdim 0721/Blora mengharapkan melalui apel bersama tiga 3 pilar tersebut dapat melayani masyarakat dengan baik sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat.

“Melalui kegiatan ini juga kita harus dapat bersinegri dengan baik dan dapat saling berkomunikasi sehingga kejadian sekecil apapun di desa atau wilayah dapat terdeteksi dini,” pungkasnya.

Disela-sela cara Apel Tiga Pilar diberikan penghargaan kepada Kepala Desa Tutup Kecamatan Tunjungan yang meraih juara 3 dalam lomba Kamling tingkat Polda Jateng. Serta diberikan juga tiga buah sepeda motor dinas kepada tiga Bhabinkamtibmas berprestasi Polres Blara.

Satuan Narkoba Polres Blora Bertekat Berantas Peredaran Narkoba Yang Semakin Meluas

Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dan dinyatakan darurat Narkoba. Terbukti, dari data yang diperoleh, tahun 2015 terjadi 7 kasus dengan 3 tersangka, sedangkan pada tahun 2017 terdapat 17 kasus dengan 33 tersangka.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan menjelaskan, penyebaran Narkoba di wilayah Blora sudah tersebar hampir diseluruh Kecamatan. “Penyebarannya mencapai 80% di seluruh wilayah Blora,” ungkapnya saat ditemui di lapangan Kridosono Blora hari Kamis (26/07/17) kemarin.

Paling banyak terjadi, lanjut dia, terdapat di wilayah Kecamatan Cepu dan Kecamatan Blora Kota. Dari sejumlah barang bukti yang selama ini berhasil diamankan oleh Polres Blora, 80% diantaranya adalah sabu-sabu. Sedangkan 20% sisanya adalah ekstasi dan narkoba jenis lain.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari sejumlah kasus yang pernah ditangani itu, hasil akumulasi barang bukti yang diamankan. “Jika ditotal dalam sebulan rata-rata mencapai 0,5 kg beredar,” jelasnya.

Dia mencontohkan, tersangka dari Randublatung bernama Singkek yang setiap minggunya berhasil menjual 20 gram. “Padahal Singkek ini mendapatkan barang berasal dari Tomas yang saat ini menjalani sidang karena kasusnya,” tutur AKP Suparlan. Menurutnya, saat ini Blora sudah darurat Narkoba. Terlebih, lanjut dia, baru-baru ini tersiar berita bahwa Polri mengamankan 1 ton sabu-sabu.

Polres Blora Selenggarakan Sarasehan Kamtibmas Dalam Mengawal Pilkades Serentak Tahun 2017 Yang Aman Dan Berkeadilan

Sarasehan dengan tema “Sarasehan Kamtibmas Mengawal Pilkades Serentak TH 2017 Di Kabupaten Blora Yang Kondusif Dan Berkeadilan” mengambil tempat di di Aula Kantor Pramuka Cabang Blora Kamis, 20 Juli 2017  pukul 08.30 WIB.

Acara tersebut  dihadiri oleh Bupati Blora Joko Nugroho,Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, Dandim/0721 yang di wakili Kasdim, Ketua DPRD Blora Bambang Susilo, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Ketua Kejaksaan Negeri Blora, MUI Kabupaten Blora, Ketua ABDESI dan FKUB Kabupaten Blora.

Dengan di moderator oleh Kabag Sumda Polres Blora Kompol andy wahyono, Dalam sambutannya Bupati Joko Nugroho menyampaikan  selain untuk mengawal Pilkades serentak, acara ini bertujuan  menjalin persatuan dan kesatuan serta  kerjasama yang baik antara Stekholder yakni Pemkab Blora, Kodim 0721, Polres Blora, Perangkat Desa, MUI dan FKUB.

“Acara pada pagi hari ini sebagai wujud sinergitas yang selalu kita jaga di dalam tubuh Kebhinekaan dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Diharapkan akan selalu terjalin kerja sama yang erat diantara kami dalam mengemban tugas serta dalam mewujudkan pemerataan pembangunan,” ujar Joko Nugroho.

Bupati Blora menambahkan  di tahun 2017 kekompakan yang telah di bangun baik selama ini akan  lebih di  tingkatkan lagi. Pemerintah Kabupaten  Blora tidak akan berhasil tanpa dukungan dari TNI, Polri, perangkat desa, para tokoh agama dan masyarakat yang berperan aktif menjaga stabilitas kamtibmas.

“Mari kekompakan yang kita jalin ini selalu kita jaga dengan baik dan lebih lebih kita tingkatkan lagi di masa mendatang,” tambah Bupati Blora.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H dalam kesempatannya kepada peserta Sarasehan bahwa dinamika situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Blora sangat kondusif,  untuk itu perlu kewaspadaan pada seluruh masyarakat terhadap paham Radikal Anti Pancasila dan aksi-aksi teror.

Polres Blora saat ini terus berperang terhadap penyakit-penyakit masyarakat diantaranya praktek perjudian, miras, prostitusi maupun Narkoba. Kapolres Blora juga berpesan agar setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat agar diselesaikan dengan mengutamakan musyawarah bersama Tiga Pilar Plus. Yakni antara Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa yang bertugas membina di wilayah masing-masing.

Kapolres Blora mengajak untuk memaknai arti kemitraan, sinergitas dan kerjasama sebagai dasar untuk menciptakan keamanan “  Dengan adanya guyub rukun sukses melalu kebersamaan ini diharapkan persoalan keamanan bisa diselesaikan di tingkat desa  (restorative justice). “ ujar Kapolres.

“Ayo kita sama-sam sukseskan Pilkades Serentak 2017 ini dengan aman, kondusif dan lancar. Jangan sampai masyarakat mudah terprovokasi dengan paham radikalisme dan ormas anti Pancasila. Situasi kamtibmas yang sudah kondusif mari kita pertahankan untuk mendukung program pembangunan,” terangnya.

AKBP Saptono juga menegaskan bahwa polisi memiliki fungsi pertama sebagai detektor dini terutama dalam mengatasi persoalan terorisme dan radikalisme. Fungsi kedua, sebagai problem solving dari masalah keamanan di tingkat desa. Ketiga, polisi juga dituntut menjadi  agen perubahan. Keempat, fungsi polisi sebagai pelayan publik dan Fungsi Kelima Profesionla dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.

Usai sarasehan dilajutkan dengan apel bersama tiga pilar yakni Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan Kepala Desa seluruh Kabupaten Blora di Satdion Kridosono Blora.