shadow

Cegah Tindak Kriminal, Polres Blora Akan Tingkatkan Patroli Selama Bulan Ramadhan

Polres Blora, Jawa Tengah menambah intensitas melakukan patroli rutin selama bulan Ramadan. Polisi akan membangun pos pantau terpadu untuk mencegah tindak kriminalitas, tawuran serta balap liar. Hal tersebut disampaikan Kapolres Blora AKBP Surisman, SIK, M.H melalui Wakapolres Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H saat rapat terbatas di tuang PPKO Polres Blora, Senin (29/05/2017).

“Di dalam upaya penyegahan gangguan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Blora, seluruh jajaran Polres Blora akan lebih intensifkan giat Blue Light patrol. Wakapolres perintahkan kepada jajaran agar standbuykan anggota patroli di beberapa titik yang kita anggap krusial yang kerapkali terjadi pelanggaran atau tindak pidana seperti tawuran, balap liar, termasuk minuman keras. Nah ini kita lakukan itu dengan harapan bisa menjadi upaya pencegahan terhadap kejahatan khususnya di bulan suci Ramadan,” kata Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H.

Wakapolres Blora mengatakan pihaknya sudah memetakan titik rawan tindak kejahatan di Seluruh wilayah hukum Polres Blora terutama Blora Kota. Di antaranya, berberapa objek vital perbankkan, kantor pemerintahan, pasar tradisonal, supermarket, pusat keramaian masyarakat, dan pemukiman warga.

Kompol Indriyanto, mengatakan bahwa patroli dan pengamanan dilaksanakan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah dalam bulan suci ramadhan, oleh karena itu selian di pusat keramian juga penjagaan dikhususkan pada tempat-tempat ibadah di wilayah hukum Polres Blora.

“Patroli ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya tindakan kriminal seperti curanmor,jambret dan lainnya,” tegas Wakapolres Blora.

Polisi akan mengutamakan pendekatan dengan semua unsur masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Namun, polisi akan melakukan tindakan tegas jika terdapat tindak kejahatan atau gangguan kemtibmas yang lain yang dapat menggagu kehusyukan bulan Ramadhan ini.

“Kita mengendepankan upaya preventif, kita tetap melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat baik itu di dalam tempat-tempat ibadah, baik dalam kegiatan berkumpul bersama warga dan kita sampaikan. Kemudian juga upaya pencegahan yang tadi saya sampaikan dengan pos terpadu, namun kalau masih juga terjadi gangguan kamtibmas dan kriminalitas kita akan lakukan tindakan tegas polisi dengan penegakkan hukum kita tidak akan ragu-ragu,” terangnya.

Kegiatan patroli pengamanan ini yang melibatkan semua unsur di seluruh jajaran Polres Blora juga mengharapkan dukungan masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya tindakan kriminalitas.

“Dengan kegiatan ini kita berharap dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan tahun ini,” pungkas Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H.

Kapolsek Banjarejo Polres Blora Cek Perbaiakan Jalan Longsor Di Desa Karangtalun

Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Blora beberapa waktu yang lalu, menyebabkan jalan di Kecamatan Banjarejo terdapat beberapa titik longsor di wilayah tersebut. titik longsor selain terjadi di sepanjang Jalur yang menghubungkan antara Kecamatan Banjarejo dengan Ngawen, hingga menyebabkan jalur putus.

Longsornya jalan di Desa Karangtalun Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora menarik banyak perhatian warga setempat, bahkan Kapolsek Banjarejo Polres Blora AKP Budiyono memerintahkan anggotanya untuk rutin melaksanakan giat patroli.

Badan jalan yang longsor cukup lebar, memanjang dari timur ke barat sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, padahal jalan tersebut merupakan akses jalur utama yang menghubungkan antara Kecamatan Bajarejo dan Kecamatan Ngawen, untuk sementara warga kecamatan Banjarejo apabila ingin menuju ke kecamatan Ngawen harus memutar yang jaraknya lebih jauh.

Dengan menggunakan mobil patroli backbone, tiga anggota Polsek Banjarejo Polres Blora yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Budiyono Patroli mengecek perbaikan jalan longsor, Senin (29/05/17) pagi.

“Dengan adanya jalan longsor tersebut tindakan yang kami segera memasang rambu-rambu peringatan karena dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan para masyarakat yang berkendara. Kegiatan cek kondisi dan situasi  Jalur ini dilakukan dalam rangka memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.” Kata AKP Budiyono.

Menurut hasil pantauan anggota dilapangan, didapati badan jalan yang longsor tersebut sedang dalam perbaikan bawah jalan dipondasi dan diberi cakar ayam agar tanah tidak mudah gerak.

Setelah memeriksa situasi badan jalan yang longsor, Kapolsek Banjarejo dan anggota memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga sekitar agar tetap waspada saat melewati badan jalan tersebut terutama pada saat hujan.

“Hampir separo jalur megalami ambles sehingga untuk sementara hanya bisa dilewati untuk sepeda motor harus dengan ekstra hati hati karena samping ada jurang yang cukup dalam,” jelas Kapolsek Banjarejo.

Selain itu, Kapolsek Banjarejo menambahkan jika pihaknya sudah melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait terutama pemerintah Kecamatan Banjarejo dan Desa Karangtalun agar jalan tersebut segera diselesaiakan perbaikannya. Sehingga aktifitas masyarakat kembali lancar dan tidak harus muter mencari jalur altenatif jika akan menuju Kecamatan Ngawen, tambahnya.

Di lokasi anggota juga berpesan kepada warga sekitar dan para pekerja agar tetap waspada saat melewati badan jalan, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan mengingat struktur tanahnya rawan longsor ketika hujan tiba. Dan untuk para pekerja diharapkan berhati-hati dan harus memperhatikan keselamatan kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Selama Bulan Ramadhan, Sat Reskrim Polres Blora Intensifkan Program Kring Serse

Mencegah terjadinya tindakan kriminal selama bulan Ramadhan, jajaran Saterskrim Blora memaksimalkan kring serse dengan melakukan patroli di sejumlah tempat khususnya mesin ATM yang ada di wilayah hukum Polres Blora.

“Program kring serse merupakan bagian dari langkah pencegahan dan antisipasi kepolisian terhadap tindak kejahatan dan intensitasnya lebih digiatkan malam hari, teruma mesin pada ATM,” kata Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Herry Dwi P S.H, M.H Sabtu (27/5).

Kring Serse akan menjadi pedoman pelaksanaan bagi petugas reserse di lapangan agar dapat bertugas sesuai peranannya dan mampu melaksanakan kegiatan reserse, yakni menindak dan merespon tindakan kriminalitas di wilayahnya. “Anggota melaksanakan Kring Serse secara acak dengan menggunakan sepeda motor. Bedanya dengan patroli lain, Kring Serse ini anggota berpakaian preman,” ujarnya.

Dijelaskan, program kring serse merupakan salah satu bentuk mengasah kemampuan anggota Polri khususnya dari satuan reserse dan kriminal yang dituntut mampu menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tugas itu meliputi kemampuan anggota mengenal setiap pelosok wilayah yang menjadi tanggungjawabnya termasuk mampu mengenali pelaku kejahatan dan jaringannya sehingga bisa mengidentifikasi apabila terjadi tindak kejahatan di lapangan. Program itu, bukan hanya dijalankan di tingkat Polres Blora tetapi menyebar hingga Polsek sehingga setiap kejadian di berbagai wilayah bisa terus terpantau.

“Setiap anggota juga dituntut sigap mencegah dan mengantisipasi setiap kejadian di wilayah yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya serta melaporkan setiap kejadian menonjol sehingga bisa diambil langkah pencegahan,” katanya.

 

Satgas Mafia Pangan Polda Jateng Bersama Polres Blora Ungkap Ribuan Ton Timbunan Gula Pasir

Tim Satgas Mafia Pangan Polda Jateng bersama Polres Blora berhasil mengungkap ratusan ton gula yang ditimbun di dua gudang terpisah yang ada di Blora. Timbunan gula pertama ada di gudang milik Abdul Chilil, Desa Berbak, Kecamatan Ngawen, dan gudang milik Slamet di Dusun Brengus, Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Gula yang ada di dua gudang tersebut, Jumat (26/5) langsung dicek oleh Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Akbar Abriari Lukas didampingi Kapolres Blora AKBP Surisman dan Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo.

Di gudang yang ada di Desa Berbak Ngawen ditemukan gula 133 ton gula kristal putih dengan merek di karung Gendhis. Diduga gula itu milik LK, yang merupakan tersangka yang sama pada penemuan 35 ton gula di Kendal.

“Hari ini kami periksa dan sekaligus dipasang police line, temuan sebenarnya pada Kamis (25/5) yang dilakukan oleh tim Satgas mafia dan Satreskrim Polres Blora,” ujar Kombes Pol Akbar Abriari Lukas.

Sementara di gudang yang ada di Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran ditemukan 1.107 ton gula kristal putih dengan merek yang sama. Diduga gudang tersebut masih milik LK.

Menurutnya, kasus tersebut saat dini masih dilakukan pendalaman. Adapun untuk pemilik gula di LK juga masih dilakukan penyelidikan termasuk pabrik gula di Cepiring Kendal.

“Untuk sementara barang bukti gula dalam penanganan pihak Kepolisian, adapun untuk pengawasan dilakukan oleh pihak Polsek Kunduran dan Polsek Ngawen,” tandasnya.

Press Release Polres Blora Ungkap Kasus Perjudian Selama Kurun Waktu 5 Bulan

Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah menggelar press release hasil Gelar perkara pengungkapan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Blora dan Polsek Jajaran salah satunya adalah kembali ungkap peredaran kasus perjudian jenis togel. Bertempat di depan ruang Humas, Jum’at (26/05/17). Wakapolres Blora Kompol Indriyanto Dian Pornowo, S.H mewakili Kapolres AKBP. Surisman, S.I.K, M.H, menjelasakan hasil ungkap kasus perjudian yang berhasil dilakukan dari seluruh jajaran Polres Blora.

Sejak bulan Januari sampai dengan Mei 2017, Kasus perjudian yang telah diungkap oleh Satuan Polres Blora dengan total 25 kasus. Sedangkan di bulan Mei saja menjelang bulan Ramadhan telah terungkap 5 kasus perjudian.

Rata-rata perjudian yang terungkap oleh Satuan Reskrim Polres Blora dan jajaran ialah kasus Togel. Mereka tertangkap tangan disaat melauani pembeli dan merekap togel. Wakapolres Blora Kompol Indriyanto Dian Pornowo menjelaskan kasus perjudian yang sudah dapat diungkap satuan Reskrim Polres Blora. Ia juga menjelaskan pasal yang dikenakan tersangka tindak pidana perjudian tersebut.

“Selama kurun waktu 4 bulan dari Januari sampai April, Anggota Polres Blora telah berhasil ungkap kasus perjudian sebanyak 20 kasus. Di bulan Mei saja, jelang bulan suci Ramadhan, Polres Blora mengungkap 5 kasus judi. Jadi total 25 kasus perjudian berikut dengan tersangkanya berhasil diamanakan selama kurun waktu 5 bulan.” Ungkap Kompol Indriyanto.

Hal tersebut merupakan atensi dalam rangka menjelang bulan suci ramadhan 1438 H sekaligus sebagai upaya Polri dalam rangka operasi cipta kondisi begitu juga menjawab akan permintaan dan keluhan dari warga masyarakat akan maraknya akan peredaran judi yang meresahkan masyarakat.

Wakapolres Kompol Indriyanto Dian Pornowo menambahkan perjudian yang diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Blora kebanyakan perjudian jenis Togel. Mereka (tersangka) dijerat dengan pasal 303 KUHPidana dengan ancaman lebih dari 5 tahun penjara.

“Mereka sebagai pengecer, dikenakan pasal 303 KUHPidana, ancaman hukumannya diatas 5 tahun,” tambahnya.

Dihimbau kepada warga masyarakat agar melakukan hal-hal yang positif, banyak kegiatan positif lain selain bermain judi, masyarakat agar berhenti dari permainan judi, apabila masyarakat mengetahui akan bandar-bandar judi agar dapat memeberikan informasi kepada Polri, begitu pula ucapan terimaksih kepada masyarakat Kabupaten Blora yang sudah berpartisipasi aktif dalam menyampaikan informasi-informasi kepada Polri, jelas Kompol Indriyanto Dian Purnomo Wakapolres Blora.

Hasil Operasi Cipta Kondisi Polres Blora Jelang Ramadahan, Ribuan Botol Miras Di Musnahkan

Polres Blora, Polda Jawa Tengah memusnahkan 1. 219  botol minuman keras berbagai merek yang disita saat razia minuman keras di seluruh wilayah Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan dalam rangka operasi kepolisian yang ditingkatkan menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun ini.

Pemusnahan Barang bukti tersebut dilakukan di halaman belakang Mapolres Blora hari Jumat, 26 Mei 2017 pukul 08.10 WIB. Pemusnahan Barang Bukti Miras dipimpin oleh Kepala Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Surisman S.I.K, MH. dan dihadiri Forkopinda diantaranya Sekda Kabupaten Blora Drs. Bondan Sukarno, MM mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho, Dandim 0721 Blora, Perwakilan dari Kajari, Kemenag Kab. Blora dan Perwakilan Pengadilan Negeri Blora.

Barang Bukti Minuman Keras dari berbagai Merk yang dimusnahkan pagi ini antara lain Arak putih : 683 botol, Bir Putih/Hitam : 45 botol, Anggur Merah : 485 botol, Vodka : 6 botol, dan Arak putih 4 Jrigen. Untuk memusnahkan barang bukti tersebut, Polres Blora menggunakan Stom Wales.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H menyampaikan, sebanyak 1.219 botol minuman keras (miras) itu disita dalam razia yang dilakukan pihak kepolisian selama dua pekan.

Polisi menyita minuman beralkohol dari sejumlah warung dan tempat hiburan yang tidak memiliki izin penjualan minuman keras. “Ini hasil kegiatan rutin kita menjelang Ramadan, melakukan razia ke sejumlah tempat yang menjual miras,” ucap AKBP Surisman.

Menurut AKBP. Surisman S. I. K, MH. Kapolres Blora terbanyak yang didapat dalam razia tersebut adalah arak putih. Ia juga berharap menjelang ramadhan masyarakat lebih tenang menjalankan ibadahnya.

Kapolres Blora mengatakan pemusnahan miras ini juga sebagai bentuk antisipasi kejahatan. Sebab, kata beliau, miras menjadi faktor utama terjadinya tindak kejahatan.

“Aksi 3C (Curas, Curat, Curanmor) selalu diawali, diikuti, dan diakhiri dengan miras. Maka dari itu, dampak miras ini sangat berbahaya,” tandasnya.

AKBP Surisman menambahkan pihaknya akan terus melakukan razia terhadap peredaran miras di wilayah hukum Polres Blora. Terlebih saat bulan Ramadan, ia akan menindak tegas apabila ada yang kedapatan menjual miras. Kapolres Blora juga menghimbau kepada pemilik tempat hiburan agar tetap mematuhi aturan perda yang berlaku di Kabupaten Blora.

“Semoga menjelang lebaran ini masyarakat lebih tenang beribadah, tidak ada lagi gangguan baik itu miras. Untuk tempat hiburan agar mematuhi peraturan perda dari pada nantinya kedapatan melanggar sanksinya akan ditutup dan disegel.” Harapnya.

Kepolisian Polres Blora akan terus melakukan razia saat memasuki bulan puasa terutama dengan target penyakit masyarakat (pekat). “Kami akan tingkatkan operasi dan patroli guna mengantispasi gangguan kamtibmas saat bulan suci Ramadahan. Bukan hanya miras, akan tetapi Premanisme, Judi, dan C3 (Curas, Curat dan Curanmor). Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban supaya masyarakat nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.” Tegas Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H.

Menyambut Ramadhan Polres Blora Bersama Sat Pol PP Gelar Razia Gabungan

Dalam rangka Operasi Cipta Kondisi menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah lokasi kos-kosan, perhotelan serta tempat hiburan malam dirazia oleh aparat gabungan yang terdiri dari Polres Blora dan Satpol PP Blora. Operasi dimaksudkan sebagai upaya mengantisipasi hal-hal yang akan menganggu dan menghambat kenyamanan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Jumat (26/05/17).

Dengan dipimpin Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda, tim  gabungan Polres Blora bersama Sat Pol PP menyisir wilayah perkotaan. Seperti di tempat Kos Puri Nabila, Jl Nusantara Jetis Blora. Kemudian juga di tiga cafe karaoke yang ada di Kota Blora. Cafe Karaoke Beat di Jl Gunung Lawu, Tempelan Blora, Cafe Waru Kembar juga di Jl Gunung Lawu, serta di Cafe Black Box komplek GOR Mustika Blora.

“Jelang bulan Ramadan situasi kamtibmas yang kondusif harus benar-benar terwujud, termasuk tempat hiburan malam juga harus tutup untuk menghormati bulan suci ramadhan, saling menjaga dan toleran,” kata Kabag Ops, Kompol I Gede Arda.

Di cafe dilakukan pendataan kepada pemandu karaoke, serta melakukan pengecekan dokumen apakah memiliki dokumen resmi atau tidak. Serta memberikan imbauan agar saat bulan Ramadhan tempat hiburan malam harus tutup total. Di Cafe Waru Kembar ditemukan ada delapan PK, sedangkan di cafe black box saat ini sudah tutup dan menurut informasi direncanakan akan pindah tempat.

Berdasarkan Pasal 44 ayat (4) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan bahwa setiap usaha Karaoke dilarang beroperasional pada bulan Ramadhan.

“Jika ada yang melanggar maka nanti akan ditindak tegas oleh aparat, untuk seluruh pengelola dan pelaku tempat hiburan malam harus mematuhi aturan yang ada khususnya saat bulan puasa,” tegasnya.

 

Polres Blora Amankan Gereja, Perayaan Ibadah Kenaiakan Isa Al Masih

Puluhan gereja di seluruh wilayah Kabupaten Blora mendapatkan penjagaan ketat petugas kepolisian Polres Blora saat menggelar ibadah kenaikan Isa Al Masih. Kegiatan ibadah yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 25 Mei 2017 pagi berjalan cukup ramai, saudara-saudara umat Nasrani merayakan Ibadah dalam rangka Perayaan Kenaikan Isa Al Masih dengan nyaman.

Kapolres Blora, AKBP Surisman, S.I.K, M.H mengaku, pihaknya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Blora dengan memerintahkan seluruh Kapolsek jajaran Polres Blora untuk mengamankan kegiatan dalam melaksanakan peribadatan kenaikan Isa Almasih.

“Untuk semua masyarakat di Kabupaten Blora, tanpa memandang latar belakangnya,  untuk keperluan beribadah dan perayaan hari besar kita akan jamin kenyamanan dan keamanannya,” ungkapnya disela-sela ketika selesai pelaksanaan apel siaga di Mapolres Blora.

Secara keseluruhan, pihaknya menerjunkan sekitar ratusan anggota kepolisian di baik Polres maupun Polsek jajaran untuk mengamankan gereja dan rumah ibadah yang melaksanakan peringatan kenaikan Isa Al Masih.

Kabag Ops Polres Blora, Kompol I Gede Arda mengatakan, pihak kepolisian baik dari Polres Blora maupun Polsek jajaran siap melakukan penjagaan guna memberikan rasa aman selama jemaat beribadah.

“Untuk pengamanan seluruh gereja di Blora masih berjalan seperti biasa. Setiap personil kepolisian menjaga gereja di masing-masing wilayahnya dan ini sesuai dengan arahan pimpinan,” ucap Kompol I Gede Arda.

Kabag Ops Polres Blora juga menjelaskan, selain penjagaan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap para jemaat yang hendak masuk ke dalam gereja. Petugas memeriksa barang bawaan jemaat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum dimualainya ibadah, seluruh sudut ruangan, baik di dalam maupun di luar gedung gereja, disterilisasi dengan menggunakan metal detector. Semua barang bawaan jemaat kita periksa terlebih dahulu.Selain itu, terlihat juga petugas kepolisian mengatur lalu lintas di luar gereja untuk mengantisipasi kemacetan.

“Kita amankan sampai perayaan selesai, dan Alhamdulillah tidak ada indikasi gangguan atau hal yang mencurigakan,” tandasnya.

 

Meriahkan Jelang HUT Bhayangkara Ke-71, Polres Blora Adakan Bhakti Sosial Donor Darah

Memeriahkan HUT Bhayangkara ke 71, Polres Polres Blora, Polda Jateng mengadakan Donor Darah yang digelar di Gedung Aula Arrya Guna Polres Blora pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2017 kemarin.

Dalam pelaksanaan Donor Darah ini melibatkan pihak medis, baik dari PNS Klinik Polres maupun Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora.

Kepala Klinik Polri Polres Blora Pengda Linda mengatakan, tidak ada target berapa kantong untuk disumbangkan ke PMI. “Donor ini berdasar pada kesadaran masing masing. Namun sebelum melaksanakan Donor, terlebih dahulu tim medis melakukan pengecekan terhadap kesehatan personil yang akan melakukan donor darah untuk memastikan apakah layak sebagai pendonor,” ucapnya.

Kapolres Blora AKBP Surisman,S.I.K,M.H menjelaskan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu kegiatan bakti sosial menyambut HUT Bhayangkara ke-71. Bukan hanya itu, kegiatan ini juga sebagai upaya Polres Blora dalam menunjukkan keberadaan institusi negara tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi mampu sebagai mitra masyarakat. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh personil Polres Blora maupun Polsek jajaran dan masyarakat umum

AKBP Surisman juga berharap, dengan adanya donor darah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, dan ke depan kegiatan sosial seperti ini akan tetap dilakukan.

”Donor darah rutin dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali dan bekerja-sama dengan Klinik Polres dan Palang Merah Inidonasia (PMI) Kabupaten Blora, serta darah tersebut kami sumbangkan untuk keperluan saudara kita yang membutuhkan/memerlukan bantuan darah disetiap rumah sakit “, Ucapnya, Kamis (25/05/17).

Pria berpangkat AKBP ini melanjutkan, diketahuinya bahwa stok darah di PMI Kabupaten Blora ini kurang, untuk itu diharapkan setiap 3 bulan sekali menyumbangkan/melakukan donor darah, yang dikiuti oleh personil dari TNI, Polri, serta instansi lainnya turut mendonor darahnya demikian juga dengan dinas-dinas yang ada di Pemerintahan Kota Samin ini, sebutnya.

Ketua PMI Kabupaten Blora mengaku, bagi anggota peserta yang akan mendonorkan darahnya, terlebih dahulu dilakukan pengecekan tekanan darah, selanjutnya memberikan kantongan darah yang isi setiap kantingnya darah berjumlah 250 CC, setelah itu memberikan Vitamin dan makanan bergizi seperti Telur dan Kacang Hijau buat pendonor, Katanya.

Sedangkan darah yang telah didonorkan peserta, akan disimpan dikulkas PMI Kabupaten Blora untuk keperluan masyarakat yang membutuhkannya, ”Penyediaan darah di PMI kurang. Kita punya Culkas penyimpan darah, akan tetapi stokdarah di PMI sering mengalami kekurangan sehingga yang membutuhkan harus menunggu bahkan mencari keluar daerah. Untuk diharapkan kesadaran semua pihak untuk saling membantu antar sesame dengan mendonorkan darahnya secara rutin setiap 3 bulan sekali.” Ujarnya.

Hasil Opesari Patuh Candi 2017 Polres Blora Jaring 2000 Lebih Pelanggar

Selama pelaksanaan operasi patuh candi 2017, Polres Blora telah melakukan penegakkan pelanggaran sebanyak 2.372 kendaraan baik roda dua dan roda empat.

“Seluruh kendaraan yang terjaring selama Ops patuh diterapkan E-Tilang,” kata Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Lantas AKP. Febriyani Aer, S.I.K, Rabu (24/5) kemarin.

Dari jumlah itu roda dua paling dominan dengan jumlah 2.218 kendaraan dan roda empat sebanyak 154 unit, dengan jenis pelanggaran yang bermacam-macam seperti tidak bisa menunjukkan STNK. Adapun jumlah barang bukti seperti STNK ada 1.881, SIM 196 dan kendaraan bermotor ada 295 yang diamankan di Satlantas Polres Blora.

“Pelajar masih banyak yang melanggar saat operssi patuh,” jelasnya.

Kasat Lantas Polres Blora mengingatkan meski operasi sudah selesai, para pengendara harus tetap patuh dan taat saat berkendara. Ada atau tidak operasi, kebiasaan dan budaya patuh dan tertib dijalan jangan ditinggalkan.

Setelah Operasi patuh, tetap akan dilakukan operasi tertib memasuki bulan Ramadan. “Dengan patuh dan tertib maka kecelakaan akan bisa dihindari dan Blora harus menjadi pelopor keselamatan berlalulintas,” tandasnya.