shadow

Barikade Puluhan Srikandi Polres Blora, Dengan Kecantikannya Berhasil Menyihir Ratusan Masa Aksi Demo May Day

Puluhan polisi wanita di satuan Polres blora dikerahkan dalam peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2017. Meski berada di tengah terik matahari, mereka tetap mencoba menjaga penampilan agar tetap terlihat cantik.

Hingga siang menjelang sore tadi, aksi berjalan lancar dan aman. Para Polwan ini berbaris tepat di depan massa aksi demo buruh peringati may day yang bertempat di pendopo alun-alun kota Blora. pulusan Polwan dari Polres Blora ini membuat barikade tepat di depan barisan anggota Polki Sat Dalmas Polres Blora.

“Dalam beberapa kesempatan setiap adanya aksi demo, selalu efektif dengan menerjungkan polwan dibarisan terdepan. Cara ini kita gunakan agar unjuk rasa bisa berjalan lancar, tertib dan aman,” ujar Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H, melalui Kabag Ops Kompol I Gede Arda, S.E.

Pantauan di lapangan, mereka para Polwan memang hanya berdiri menghadap ke arah massa buruh yang menyampaikan aspirasi di hari buruh. Dengan posisi istirahat di tempat, senyum terus ditunjukkan.

Para Polwan bintara muda ini juga terlihat ramah saat mengawal jalannya unjuk rasa dan karena sikap ramah itu pula, para pengunjuk rasa membalasnya dengan aksi yang tertib.

Sementara itu Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda, mengaku total Polwan yang diturunkan sebanyak 30 personil. Yang terdiri dari seluruh satuan fungsi yang berada di Polres Blora.

“Tujuannya, mereka sengaja kita pasang di depan supaya demo hari buruh tahun ini tidak berjalan anarkis seperti tahun-tahun sebelumnya, serta tetap mampu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.” pangkasnya.

Saat adzan Dzuhur berkumandang di lokasi, dan para buruh yang melakukan aksi beristirahat, mereka diberi waktu untuk beristirahat. Para Polwan berpangkat Bripda ini membubarkan barisan dan duduk berkumpul di dalam pendopo/rumah dinas bupati untuk sejenak berteduh dari teriknya matahari.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengisi waktu istirahat singkat itu. Sebagian mengeluarkan ponsel milik mereka, yang lainnya mengeluarkan beberapa alat kecantikan seperti lipstick dan bedak.

Memang tidak ada cermin untuk melihat polesan riasan di wajah. Sebagai gantinya, pantulan layar ponsel pintar digunakan sebagai cermin darurat.

Meski berpanas-panas barisan Polwan Polres tetap tampil prima dengan menunjukan semangat serta kecantiknya kepada ratusan massa aksi demo dalam peringatan may day yang berpusat di pendopo alun-alun kota Blora siang tadi.

Ratusan Personil Keamanan Gabungan Dari Polres Blora, TNI dan Instansi Terkait Amankan Aksi Demo May Day

Sebanyak 120 personel gabungan Polres Blora, Kodim 0721 Blora, Satpol PP dan Dishub Pemkab Blora siang tadi telah mengamankan perayaan Hari Buruh Internasional May Day.

Ratusan buruh pekerja kontrak yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu melakukan aksi demonstrasi dengan melakukan konvoi dari Tuk Buntung Taman Seribu Lampu, Kecamatan Cepu menuju Kota Blora. Senin (01/04/17).

Rombongan SPKP menuju kota Blora dengan mengendari sepeda motor mengenakan atribut serba merah dan bendera yang bertuliskan SPKP dan KASBI, FSB Migas. Selama perjalanan dari Cepu, pengunjuk rasa dikawal aparat Kepolisian Polsek Cepu Polres Blora yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Selamet, S.H.

Sebelum menyuarakan aspirasinya ratusan buruh mendapat himbauan kamtibmas dari Kasat Binmas AKP Sumaidi. bahwa himbauan tersebut yang intinya “silahkan menyuarakan aspirasi harus sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Tetap jaga situasi tetap aman dan kondusif, jangan sampai anarkis dan merusak fasilitas umum. silahkan menyuarakan aspirasi anda dengan santun.” himbau Kasat Binmas Polres Blora AKP Sumaidi.

Alat peraga yang dibawa berupa bendera, selebaran pengeras suara dan pamflet dengan tulisan :

  • Tolak PHK sepihak
  • Stop upah murah, hapus out sourching.
  • Tolak politik upah murah.
  • Hancurkan neoliberalisme, bangun kekuatan buruh dan rakyat tertindas.
  • Buruh menjadi tumbal para penguasa nakal.
  • Cabut Permenaker No 36 tahun 2016, PP No. 78 tahun 2015 dan Inpres No. 9 tahun 2013.
  • Hentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap buruh perempuan.
  • Rezim Jokowi-JK agen neoliberalisme, gagal mensejahterakan kaum buruh.
  • Optimalisasi kinerja pengawasan ketenagakerjaan.
  • Bongkar kebobrokan pengadilan hubungan industrial.
  • Angkat seluruh tenaga honorer / pegawai tidak tetap pemerintah menjadi PNS tanpa terkecuali.
  • Lindungi buruh migran

Pekerja kontrak Pertamina demonstrasi sekitar pukul 10.20 WIB, para pekerja tambang tersebut tiba di depan Pendopo/rumah dinas Bupati Blora yang berada di alun-alun kota. Terlihat aparat kemanan gabungan, telah bersiap siaga mengawal dan mengamankan aksi buruh. Para buruh hanya menyampaikan orasi dan membacakan tuntutannya. Akibat aksi buruh SPKP tersebut jalan di depan rumah dinas Bupati Blora (alun-alun) ditutup beberapa saat.

Dalam orasinya ketua umum SPKP Cepu Agung Pujo Susilo mengatakan sudah puluhan tahun anggota serikat pekerja bekerja di Pertamina EP Cepu, namun hingga saat ini tidak juga diangkat. Bahkan beberapa hak yang dijanjikan tidak pernah dipenuhi.

”Melalui hari buruh kami ingin agar hak-hak pekerja di penuhi dan kesejahteraan merata bagi semua pekerja,” ujar Agung yang berdiri di atas mobil bak terbuka.

Dia mengungkapkan kalau sudah tujuh bulan hak-hak normatif dari pekerja tidak diberikan padahal ada dalam klausulnya. Untuk itu dirinya atas nama SPKP Cepu meminta kepada Bupati agar merespons apa yang dikeluhkan oleh para pekerja. SPKP juga meminta agar tenaga kontrak dihapus dan menolak adanya politik upah yang murah, adanya jaminan sosial bukan asuransi sosial.

Termasuk menuntut agar Pertamina menghapus sistem Kerja Sama Operasi (KSO) yang tidak konsisten . Usai melakukan orasi, ratusan buruh SPKP membubarkan diri, pulang ke Cepu tetap dalam kawalan Kepolisian Polres Blora. situasi berjalan dalam keadaan aman dan tertib.

Kapolres Blora : Kawal Aksi Buruh Jangan Sampai Mengganggu Ketertiban Umum

Massa buruh dipastikan menggelar aksi demonstrasi pada Hari Buruh Internasional (May day). Jika tidak kondusif, maka sesuai prosedur, aparat akan menerapkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009. 

“Aksi buruh, saya harapkan jangan tetap berjalan kondusif ya. Harus sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Kalau seandaynya merusak fasilitas umum, mengganggu situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tentu sanksi pidana di depan mata,” kata AKBP Surisman, S.I.K, M.H padi tadi seusai pimpin apel gelar, Senin (01/04/2017).

Kapolres Blora menjelaskan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Aturan itu berisi 6 langkah yang dapat diambil aparat Kepolisian apabila saat menghadapi situasi yang tak kondusif, berkaitan dengan tugasnya mengamankan. 

Pertama, pencegahan atau detterent. Tahapan kedua, polisi memberi instruksi lisan agar massa tertib.

“Kedua, perintah lisan. Ketiga, kendali tangan kosong lunak. Keempat, kendali tangan kosong keras. Kelima, kendali senjata tumpul atau kimia, antara lain gas air mata, semprotan cabai atau alat lain sesuai standar Polri,” jelas AKBP Surisman.

Terakhir, kata Kapolres Blora, menggunakan senjata api. Namun demikian, polisi yang bersiaga di lokasi demo nanti tak dipersenjatai senjata api. “Kami sudah koordinasi dengan serikat buruh yaitu SPKP Jiken dan Cepu yang akan melakukan aksinya agar tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku serta haru bersikap santun,” tutup AKBP Surisman. 

Kapolres Blora Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan May Day

Bertepatan dengan tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai May Day / Hari Buruh, di Polres Blora, Polda Jateng dilaksanakan apel siaga yang dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Surisman SIK, M.H, Apel tersebut diikuti oleh seluruh, Pejabat utama, para perwira, seluruh personil Polres Blora, TNI 0721 Blora, Sat Pol PP dan Dishub Kabupaten Blora. Berdasarkan info dari Intelijen, untuk wilayah kabupaten Blora ada 1 kegiatan terkait may day, yakni kegiatan aksi buruh SPKP (Serikat Pekerja Kontrak Pertamina) yang akan melaksanakan aksi demo di depan Pendopo alun-alun kota Blora. Senin (01/04/17) pagi.

“Bagi personil yang terlibat dalam sprin pengamanan agar tidak underestimate. laksanakan pengamanan dengan baik. Tingkatkan juga kegiatan patroli menyambangi kantor-kantor serta objek vital lain. Agar situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Blora tetap kondusif” ujar Kapolres Blora saat apel.

Mengingat peringatan May Day ini dilakukan serentak di seluruh jajaran Polda Jateng, maka masing-masing satuan wilayah melaksanakan Apel Gelar Pasukan guna mengecek kesiapan kita dari unsur aparat.

Untuk situasi kamtibmas minggu lalu di wilayah hukum Polres Blora tidak ada yang menonjol. Untuk fungsi Binmas agar lebih aktif melaksanakan pendekatan buruh yang akan melakaukan aksi demo supaya tidak berujung anarkis. Dan untuk fungsi Intelejen agar melakukan pengawasan melekat serta pengumpulan bahan keterangan yang jelas guna pelaporan kegiatan ke satuan atas.

“Bahwa dalam kegiatan May Day ini pasti banyak yang akan melakukan unjuk rasa khususnya di wilayah industri, para anggota diharapkan selalu siap standby on call apabila dibutuhkan untuk pengamanan di wilayah lain.” Lanjut Kapolres AKBP Surisman.

Kapolres Blora juga menekankan, agar dalam penanganan massa buruh hari ini, seluruh personil Polres Blora melengkapi dirinya dengan tameng, tongkat dan borgol saja, tidak dibenarkan membawa senjata api bahkan dilarang membawa senjata api, mengingat dalam penanganan unjuk rasa buruh kita mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis, tidak dengan cara represif apalagi menggunakan kekerasan (anarkis).

“Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus menunjukan respon, kesiapan, kesadaran dari semua unsur pelaksana operasional untuk menyelaraskan pemikiran, komitmen, upaya dan semangat guna memberikan jaminan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat dalam mengungkapkan aspirasi, sehingga diharapkan  kegiatan pengamanan may day tahun 2017 dapat terselenggara dengan aman, lancar dan kondusif,” tandas Kapolres Blora AKBP Surisaman, S.I.K, M.H.

Polsek Kradenan Polres Blora Bersama Warga Evakuasi Mayat Perempuan Hanyut Di Sungai Wulung

Anggota Polsek Kradenan Polres Blora, Jawa tengah dibantu warga setempat berhasil menemukan seorang warga yang hanyut dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di aliran sungai Wulung turut Dukuh Banjarjo, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.  

“Korban saat dievakuasi sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata AKP Subardo, S.H., M.Hum, Kapolsek Kradenan. Senin (01/05/17).

Identitas korban yaitu Endang Bin Suparji (37) perempuan beralamatkan di Dukuh Banjarjo, Desa Mojorembun, RT 02/RW 04, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Pada hari minggu tanggal  30 April  2017 sekira pukul 15:30 WIB Sewaktu saksi 1 bernama Karni (65) bersama saksi 2 bernama Kasmijan (71) bersama korban (Endang) sedang mencari kayu bakar di pinggir sungai Wulung, entah mungkin terlalu dekat dengan bibir sungai yang saat itu arus air sangat deras, lalu tiba tiba korban terpeleset dan langsung jatuh kedalam sungai. Korban (endang) berteriak meminta tolong, namun naas korban yang notabennya tidak dapat berenang hanyut ditelat derasnya aliran sungai Wulung.

 Kemudian saksi an. KARNI yang ada didekat korban berteriak minta tolong dan tidak lama kemudian datang warga sekitar untuk menolong korban. Pencarian dilakukan hampir semala 2 Jam sekira pukul 19.30 WIB, kemudian korban dapat ditemukan hanyut sekitar 70 meter dari tempat kejadian. Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal lalu warga menghubungi Polsek Kradenan.

Anggota Polsek Kradenan yang siaga langsung menghubungi tim Medis Puskesmas Kradenan untuk bersama-sama medatangi korban untuk melakukan visum.

“korban (Endang) meninggal murni hanyut di sungai Wulung, tidak ada bekas penganiayaan atau kejanggalan lain yang ditemukan tim medis saat melakukan visum di tubuh korban”. Tutup AKP Subardo, S.H, M.Hum, Kapolsek Kradenan, Polsres Blora.

Kemudian korban di serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.