Sat Reskrim Polres Blora Tangkap DPO Kasus Korupsi Dana Bansos

Tim Buser Sat Reskrim Polres Blora berhasil menangkap tersangka DPO Kasus tindak pidana korupsi penyelewengan dana bansos unit pengolahan pupuk organik (UPPO) untuk kelompok tani “Langgeng” Dukuh Tambaklulang Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora pada tahun 2013 lalu, di Kabupaten Bekasi, Jabar. Kamis (18/05/17).

Tersangka bernama Sungkono mulai tanggal 25 Januari 2016 telah melarikan diri keluar wilayah Blora setelah dilakukan penyelidikan selama 1 ( satu ) tahun lebih. Dan pada hari ini Kamis, tanggal 18 Mei 2017, pukul 08.00 WIB di kelurahan Cikiwul, Kecamatam Bantargebang, Kabupaten Bekasi, Sat Reskrim Polres Blora telah berhasil melakukan upaya paksa penangkapan terhadap pelaku tindak pidana korupsi dan sampai sekarang pelaku dan tim dari Sat Reskrim Polres Blora dalam perjalanan pulang dari Bekasi menuju Blora

Dalam pengungkapan dan penangkapan terhadap tersangka DPO kasus korupsi tersebut, dipimpin langsung oleh Kanit II Tipikor Sat Reskrim Polres Blora Iptu Nur Dwi Edi S.H, dengan melibatkan beberapa anggota Buser Sat Reskrim.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo S.H. M.H, membenarkan bahwa penangkapan DPO kasus korupsi tersebut dan menerangkan bahwa tersangka melakukan tindak pidana korupsi  berdasarkan laporan dengan nomor : LP/A/5/I/2016/Jateng/Res Blora/Reskrim.

Pada tanggal 18 Januari 2016 tentang Tindak pidana korupsi penyelewengan dana bansos unit pengolahan pupuk organik (uppo) untuk kelompok tani “Langgeng” Dukuh Tambaklulang, Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora tahun 2013.

“Tersangka  bernama Sungkono Als Gandi (37), pekerjaan swasta, alamat Dk. Tambaklulang Ds. Banjarejo, Kec. Banjarejo, Kab. Blora telah merugikan negara sebesar  Rp. 123.652.000,- (seratus dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah),” ujar Kasat Reskrim Polres Blora.

kronologis kejadian yakni telah terjadi tindak pidana korupsi berupa penyimpangan dana bansos UPPO tahun 2013. Adapun cara yang dilakukan tersangka (Sungkono) dalam melakukan tindak pidana korupsi tersebut adalah setelah dana Bansos UPPO sebesar Rp. 186.000.000,- (seratus delapan puluh enam juta rupiah) tersebut masuk ke rekening kelompok tani langgeng selanjutnya diambil dalam 3 (tiga) kali pencairan yaitu sebagai berikut :

  • Pada tanggal 19 Desember 2013 dengan nilai sebesar Rp. 56.000.000,- (lima puluh enam juta rupiah).
  • Pada tanggal 15 Januari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 93.000.000,- (sembilan puluh tiga juta rupiah).
  • Pada tanggal 26 Februari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 37.000.000,- (tiga puluh tujuh juta rupiah).

Selanjutnya dana yang telah dicairkan oleh tersangka dan bendahara Sdr. Juwanto tersebut digunakan oleh tersangka untuk membangun kandang sapi. kemudian dibelikan 6 (enam) ekor sapi betina, akan tetapi setelah dipelihara kurang lebih 3 bulan sebanyak 3 (tiga) ekor sapi telah dijual oleh tersangka, dan 3 (tiga) ekor lagi diambil pemiliknya dengan alasan belum dibayar tersangka. Sedangkan dana yang seharusnya untuk pembelian kendaraan roda tiga serta mesin pencacah tersebut tidak dibelanjakannya.

Akibat perbuatan Tersangka (Sungkono) tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim ahli dalam hal ini auditor BPKP Perwakilan provinsi jawa Tengah, Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 123.652.000,- (seratus dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah)

Tersangka Sungkono dijerat  dengan pasal 2 dan 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.  20 Tahun 2001.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password