Akibat Stok Tenaga Kerja Melimpah Ruah, Penipuan Modus Janjikan Jadi PNS Marak Terjadi

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang sangat menggiurkan, berbagai macam cara pun dihalalkan demi menjadi PNS. Polsek Kedungtuban Polres Blora kini tengah menangani kasus penipuan berkedok perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pada sekitar bulan Mei 2013 yang lalu secara berturut-turut tersangka datang kerumah korban dengan menawarkan bisa menjadikan atau memasukkan menjadi pegawai negeri /PNS , di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Kamis (18/05/17).

Tersangka bernama Slamet Yudiarto, 38 th, Swasta, Islam, alamat Dukuh Ningalan, RT.01/RW.07, Desa Kedungtuban/ Kecamatan  Kedungtuban, Kab. Blora, diringkus anggota Polsek Kedungtuban, Polres Blora karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari Sudarjo, 57 th, alamat Dukuh Tanduran RT.02/ RW.02 Desa Kemantren, Kedungtuban Blora, Dirinya menjadi korban penipuan tersangka dengan menjanjikan anaknya untuk lulus seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Tersangka dengan berdalih bisa menjadikan Pegawai Negeri Sipil atau PNS karena mempunyai canel  di Jakarta dengan syarat tersangka meminta sejumlah uang kepada korban. Pertama tersangka minta uang Rp. 1.500.000,-  dengan alasan untuk membeli cindra  mata yang diberikan kepada  orang yang dipercaya di Jakarta, dan meminta uang lagi dengan alasan untuk uang transport pergi ke Jakarta, ke Kudus dan ke Pati dengan dalih untuk  pengurusan menjadi PNS kedua anak korban.

Kemudian minta uang untuk ketiga kalinya denang alasan ngadep bupati Kudus dan untuk keper uan wira-wiri. Sehingga kerugian materil yang dialami korban (Sudarjo) mencapai Rp 80.000.000, (delapan puluh juta rupiah).

“Setelah ditunggu-tunggu tersangka (Selamet) tidak pernah memberikan kepastian cenderung berbelit-belit dan juga sulit untuk ditemui. Sehingga akirnya saya merasa curiga bahwa dirinya kena tipu tersangka (Selamet). Selanjutnya saya melaporkan kasus ini ke Polsek Kedungtuban meminta perkara penipuan ini untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.” Ungkap Sudarjo.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiarto, S.H mengatakan, penipuan dan penggelapan tersebut diduga dilakukan pada tahun 2013. Tersngka menjanjikan korban bisa meluluskan anaknya menjadi CPNS.

“Tersangka (Selamet) menjanjikan sanggup membantu meluluskan CPNS anak dari korban (Sudarji), dengan membayar sejumlah uang untuk kenalannya di Jakarta,” ungkap AKP Sugiarto, Kamis (18/05/2017).

Sekarang kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan , dimana surat pembeeitahuan dimulainya penyidikan sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora.

“Penyidikan sudah dimulai, kita tunggu hasilnya, Kami berharap bisa segera P21 atau pelimpahan berkas perkara sekaligus tersangka ke kejaksaan,” sambungnya.

Sementara tersangka  kepada penyidik Kepolisian mengaku, modus tersebut dilakukannya dengan mengatakan kepada para korban bahwa dirinya mengenal akrab Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten. Namun kenyataannya dia tidak mengenalnya satu pun.

“Saya tidak pernah kenal dan ketemu sama Kepala BKD, tapi saya mengaku ke Kudus dan Pati kalau saya kenal akrab. Tapi saya tidak pernah berurusan sama kepala BKD. Sama sekali tidak pernah,” tutur tersangka.

Terkait kasus tersebut, tersangka (Selamet) dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password