shadow

Patroli Gabungan Hutan Sat Sabhara Polres Blora Bersama Polhutmob Berhasil Menggagalkan Aksi Pencurian Kayu

Patroli gabungan Polhutmob KPH Rndublatung Blora dan Dalmas Sat Shabara Polres Blora, Kamis (27/04/17) dini hari, berhasil menggagalkan 3 (tiga) aksi pencurian kayu di hutan milik Perhutani di RPH Sugeh, RPH Banyuurip dan RPH Bodeh, KPH Randublatung.

Sebanyak 26 batang kayu jati berhasil diamankan, tapi pelaku kabur dan masih dalam pengejaran. Kasat Sabhara Polres Blora AKP Siswanto menyatakan, patroli yang dilakukan dua instansi gabungan ini merupakan tindak lanjut dari informasi petugas terkait kecurigaan ada aksi pencurian kayu dengan membalak di tiga tempat sekaligus dalam waktu berdekatan.

“Dan benar, dini hari sekali anggota Sat Dalmas melaksanakan patroli bersama Polhutmob. sekitar jam 4 pagi, kami mendapati adanya beberapa orang yang akan mengangkut kayu. Lalu mereka semburat melarikan diri, kayunya ditinggal,” ujar AKP Siswanto.

Pelaku diperkirakan berjumlah puluhan orang. Polisi yang bertugas mengaku sangat kesulitan mengejar pelaku dikarenakan kejadian terjadi pada malam hari, medan yang becek dikarenakan hujan lebat ditambah kejadian yang beruntutan di tiga tempat yakni RPH Sugeh, RPH Banyuurip dan RPH Bodeh membuat konsentrasi petugas terbelah.

 “anggota saya di hutan telah bertugas dengan sangat baik, walau mereka harus meletuskan senjata api sebagai tanda peringatan. Dikarenakan keterbatasan personil dan situasi kondisi yang sangat sulit”. Ujar Kasat Shabara AKP Siswanto.

Patroli petugas berhasil mengamankan 13 potong kayu jati berbagai ukuran. Polisi mengaku telah mengantongi identitas pelaku. Dari dugaan sementara petugas dilapangan, mereka adalah warga sekitar hutan di petak yang dijarah itu.

Dalam bekerja mereka mengangkut kayu hasil curiannya dengan cara dipikul dan secara estavet ada rekannya yang menunggu di suatu tempat dengan menggunakan motor.

“modus dari para pencuri kayu memang sangat pintar, sebelum beraksi mereka merencanakan dengan matang dan membagi tugasnya masing-masing. Semua anggota kelompok mempunyai tugas, ada yang menjadi canguk (informan), ada yang bertugas mengelabuhi petugas, memotong dan mengangkut kayu.” Terang AKP Siswanto.

Pejabat Asisten Perhutani BKPH Randublatung bapak Widodo menyatakan, upaya pencurian kayu ini cukup sering terjadi, tapi yang lumayan banyak hasil dan lokasinya dalam semalam baru pertama kali terjadi di wilayah pemangkuan hutannya. Kayu jati yang dipotong para pelaku berjumlah 26 tegakan. Pohon-pohon itu telah berumur 10-15 tahun dengan diameter antara 20 cm sampai 30 cm. “Tapi kayu ini belum masuk masa pemanenan. Hal ini menimbulkan kerugian sampai belasan juta rupiah bagi kami,” ujar Widodo.

Sejumlah personel polisi maupun polhutmob menyatakan, rencana aksi para pelaku telah dilakukan mungkin sudah jauh-jauh hari. Mereka sengaja mencari kelengahan petugas, tapi ternyata aksi ini tercium juga oleh petugas. “Aksi mereka ini kami kira terorganisasi. Buktinya, mereka menempatkan cenguk (informan) yang berjaga di sekitar lokasi. Cenguk ini yang memberi aba-aba untuk lari. Rupanya jalur pelarian juga sudah disiapkan,” tambah Asper Widodo.

AKP Siswanto maupun Asper Widodo tidak yakin ada keterlibatan sindikat perdagangan kayu dalam aksi pencurian ini. Namun, haltersebut berpeluang terjadi. Saat ini polisi fokus mengejar para pelaku.

Peringati Isra Mi’raj Kapolres Blora Tekankan Pentingnya Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT Dalam Melaksanakan Tugas

Kepolisian Resor Blora, Polda Jateng, menggelar acara pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2017 di Masjid Al Istiqomah Mapolres Blora, Kamis (27/04/2017).

Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H yang dihadiri Wakapolres Kompol Indriyanto Dian Purnomo dan diikuti para Kabag, Kasat, Perwira Staf, Kapolsek jajaran Polres Blora serta seluruh anggota Polres Blora baik Polki, Polwan dan PNS.

Acara di awali dengan pembacaan Ayat suci Al Quran, Dzikir dan Asmaulhusna yang dipimpin Kasat Binmas AKP Sumaidi. Dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Blora AKBP Surisman menyampaikan bahwa Isra Mi’raj memiliki makna penting dalam ruang imajinasi umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya.

AKBP Surisman, S.I.K, M.H menuturkan, tujuan diadakan acara ini agar anggota Polri dan PNS Polres Blora dapat memaknai peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu untuk memberikan siraman rohani anggota agar dapat melaksanakan tugas dengan baik serta diberi kelancaran dan kemudahan saat bertugas demi pelayanan prima terhadap masyarakat.

Melalui peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menangkap simbol pelapangan dada, pensucian hati dan penajaman nurani serta kerendahan hati. Kesemua itu, sangat penting dalam misi sosial, demi mereformasi tatanan yang tidak ideal, yang fungsinya dapat mengangkat citra dan menumbuhkan optimisme bahwa setiap pengabdian ada nilainya, serta di setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.

 “Melalui peringatan Isra Mi’raj diharapkan anggota dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat secara tulus dan ikhlas,” kata AKBP Surisman.

Selain itu, peringatan Isra Mi’raj ini dapatnya dijadikan contoh dan ketauladanan untuk anggota, sebagaimana seperti apa yang diriwayatkan pada peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW

 “Seperti tema yang kita ambil dalam peringatan Isra Mi’raj ini yaitu Kita Tingkatkan Keimanan dan Kinerja guna Mewujudkan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter),” ujar Kapolres Blora.

Adapun acara inti yaitu tausiah yang disampaikan oleh Ustad Ahmad Minardi. Dalam tausiahnya menyampaikan tentang makna yang terjadi dalam peristiwa Isra dan Mi’raj  yang sangat luar biasa karena di situ ada perintah Allah, yang langsung berikan kepada Nabi Muhamad SAW.

Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi’raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Seperti dijelskan dalam  Surat al-Ankabut ayat 45,“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”. Oleh karena itu jangan sampai meninggalkan Shalat wajib.

”Tentang makna yang terjadi dalam peristiwa Isra dan Mi’raj ini yang sangat luar biasa lebih lanjut Ustad Ahmad Minardi juga menekankan bahwa dalam memperingati Isra’ Mi’raj ini hendaknya  kita tidak sekedar larut dalam acara seremonial saja, tetapi lebih dalam lagi supaya bagaimana kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan hikmah yang terkandung didalamnya, utamanya teladan tentang kesungguhan ketabahan dan kesabaran Rosul dalam mengemban amanah yang begitu berat kehidupan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah sekaligus menjadi refleksi pengabdian kepada Bangsa dan Negara,” tandas Ustadz Ahmad Minardi.

Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif, Kasat Sabhara Polres Blora Turut Pimpin Patroli Malam Bersama Anggota

Kasat Sabhara Polres Blora, Polda Jateng, AKP Siswanto sering memimpin langsung pelaksanaan kegiatan patroli rutin malam hari bersama anggota Sabhara yang tergabung dalam Unit Patroli Kota (Patko). Seperti yang terlihat pada malam ini hari Rabu tanggal 26 April 2017, tampak dengan mengendari mobil patroli bergerak mengelilingi kota Blora.

Menyingkapi dinamika kamtibmas di wilayah hukum Polres Blora terkait trend kejahatan dikarenakan maraknya aksi pencurian dan aksi kejahatan saat malam hari yang dilakukan oleh oknum pelaku tindak kriminal kerap membuat resah warga.

Dalam pelaksanaan tugas Patroli Sabhara yaitu bentuk operasional Polri yang merupakan perwujudan tindakan menghilangkan faktor niat atau pencegahan terhadap bertemunya niat dan kesempatan untuk pelaku melakukan aksi kejahatan.

Seperti arahan yang disampaikan oleh Kapolres Blora AKBP Surisman S.I.K, M.H. bahwa seluruh anggota Polres Blora harus maksimal dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

Oleh karena itu Kasat Sabhara Polres Blora, dengan seluruh anggotanya akan berusaha selalu siap untuk melaksanakan arahan Kapolres tersebut. Hal tersebut tercermin dengan semakin intensif dalam melaksanakan kegiatan patroli malam pada jam-jam rawan oleh anggota Unit PatkoSat Sabhara dengan Route Patroli, Sepanjang utama kota, objek vital, area perkantoran dan pemukiman penduduk yang dianggap memiliki tingkat kerawan gangguan Kamtibmas cukup tinggi.

Dalam berpatroli Kasat Sabhara Polres Blora terlihat menegur beberapa anak muda yang nongkrong di jalan hingga larut malam supaya segera membubarkan diri dan pulang kerumah guna mengantisipasi kejadian yang dapat menggangu ketertiban umum.

Saat berpatroli di objek vita perbankkaan AKP Siswanto juga memberikan pesan kamtibmas yang disampaikan di antaranya untuk petugas securiti agar selalu waspada setiap saat jangan sampai ngantuk membuat lengah, segera laporkan apabila terjadi suatu kejadian tindak pidana ke kantor Kepolisian terdekat.

Di tengah pemukiman warga disudut kota Blora kasat sabhara juga terlihat berbincang dengan warga yang sedang melaksanakan kegiatan Poskamling. Karena kesadaran masyarakat akan pentingnya rasa aman dan nyaman, hal ini sangat membantu Kepolsian dalam menjaga situasi kamtibmas lingkungan tetap terjaga kondusif serta mempersempit tindak kejahatan seperti Curat, Curas dan Curanmor.

Sebanyak 35 Pelanggar Terjaring Operasi Rutin Sat Lantas Polres Blora Saat

Pagi tadi Satuan Lalu Lintas Polres Blora, Selasa (26/04/17) menggelar operasi rutin di sepanjang Jalan Ahmad Yani Blora kota. Operasi berlangsung selama satu jam dan menjaring puluhan kendaraan bermotor, khususnya roda dua. 

Razia rutin dilakukan dalam rangka untuk mengingatkan kepatuhan masyarakat akan peraturan lalu lintas. “Dalam hal ini khususnya bagi para pengemudi untuk selalu mentaati aturan berlalu lintas. Operasi yang kita gelar merupakan kegiaan rutin Sat Lantas Polres Blora.” Kata Iptu Markus KBO Sat Lantas saat pimpin anggotanya dalam kegiatan razia rutin, Rabu (26/04/17).

Menurut AKP Febriyani Aer S.I.K Kasat Lantas Polres Blora di tempat berbeda, yang mengatakan kegiatan razia rutin ini dilakukan pada setiap pagi menjelang jam kerja dan sore hari yang sifatnya bertujuan untuk penertiban kendaraan dalam berlalu lintas baik kendaraan roda dua dan roda empat agar mematuhi aturan lalu lintas seperti kendaraan bermotor roda dua harus menggunakan helm dan tidak melawan arus jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban dalam mengendarai kendaraan bermotor.

“Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan supaya masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas, selain itu juga guna meminimalisir aksi kejahatan 3 C (curas, curat, dan curanmor),” kata AKP Febriyani.

Setiap kendaraan dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelengkapan pengendara dan pemeriksaan barang-barang yang dibawa pengendara, sebanyak 35 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas diberikan Tilang, diantaranya sebanyak 15 pelangaran STNK, 10 pelanggaran SIM, 7 pelanggaran helm dan 3 pelanggaran spesifikasi motor tidak sesuai standart.

Iptu Markus KBO Sat Lantas menghimbau kepada seluruh pengemudi dan pengguna jalan, bahwa sebelum mengemudikan kendaraannya terlebih dulu memeriksa kelengkapan kendaraan, seperti SIM dan STNK dan fisik kendaraan termasuk safety belt, helm, spion dan lainnya.

Bila ada polisi yang nakal saat bertugas di lapangan, misalnya tidak menilang pelanggar, tetapi menerima suap dari pelanggar, pihaknya meminta masyarakat untuk mengawasi dan segera melaporkannya.

“Kami anjurkan pengendara untuk memakai helm, lengkapi surat-surat kendaraan anda, tidak melawan arus serta tidak terobos lampu merah. Semua itu kami lakukan untuk menyelamatkan nyawa pengendara itu sendiri. Bukan untuk kepentingan kami,” pungkas Iptu Markus usai pimpin giat razia rutin.

 

Kabag Sumda Polres Blora Latih Langsung Senam Senjata Dan Lari Bersama Bintara Remaja

Setelah pelaksanaan apel pagi, seluruh 35 Bintara Remaja Titipan Polda Jawa Tengah yang terdiri 35 Polki yang dititipkan di Polres Blora mendapat pelatihan cara senam senjata dengan menggunakan senjata jenis SKS, di Halaman Polres Blora, Rabu (26/04/2017). Yakni Kabag Sumda Polres Blora Kompol Andi Wahyono yang langsung memberikan contoh cara senam senjata tersebut bersama Paur Lat Ipda Warsono serta beerapa instruktur dari Sat Sabhara Polres Blora.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H melalui Kabag Sumda Polres Blora Kompol Andi Wahyono mengatakan, latihan senam senjata ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan Bintara Remaja agar mereka terbiasa mengenal senjata serta untuk sarana melatih fisik agar tetap bugar dan prima.

“latihan senam senjata ini memang diberika kepada bintara remaja agar mereka mengetahui senjata buka hanya diperuntukan untuk menembak saja, melainkan bisa dipakai sebagai alat olahraga yaitu senam senjata.” Kata Kompol Andi Wahyono.

Setelah melaksanakan senam senjata sebanyak 35 Bintara Remaja, kemudian dilanjutkan lari bersama sejauh 3 Km mengunakan senjata. Diharapkan bintara remaja ini mahir dalam hal penguasaan senjata agar kelak dalam penugasan sehari-hari tidak melakukan pelanggaran apalagi menyangkut senjata api.

“Kegiatan ini semata-mata mempersiapkan personel Polri masa depan dengan tugas pokoknya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat yang sehat baik dari segi fisik dan psikologi”. Tambah Kabag Sumda Polres blora

Latihan senam senjata sebagai sarana pengenalan dan penguatan fisik, sehingga bintara remaja dapat terbisa memegang senjata agar diwaktu mendatang dalam penggunaannya dapat menularkan ilmunya kepada junior-juniornya.

“Instruktur Polres Blora juga melatih tidak hanya melatih senam senjata melainkan juga bongkar pasang senjata, karena itu wajib dimiliki bagi setiap personel Polri, karena tidak menutup kemungkinan pada saat penugasan akan menemui kendala dalam penggunaan senjata. Tujuannya agar personel cekatan dan terampil saat menemui kendala.” Pangkas Kompol Andi Wahyono.

Petugas Gabungan Polsek Jati Polres Blora Bersama Polisi Hutan Gagalkan Penyelundupan Kayu Jati Olahan Ilegal

Anggota Polsek Jati Resor Blora bersama Polisi Hutan (Polhut) menangkap sopir sekaligus mengamankan sebuah truk bermuatan kayu olahan berbentuk papan yang tidak disertai dokumen resmi di wilayah Jalan hutan petak 84 RPH Kemadoh, BKPH Pucung KPH Randublatung turut tanah Dukuh Kemadoh, Desa Jegong, Kececamatan Jati Kabupaten Blora yang terjadi pada hari Selasa 25 April 2017 pukul 15.00 wib.

“BB 1 unit kbm truck Mitsubishi warna kuning, Nopol K 1340 HD dan 157 lembar kayu jati olahan bentuk papan dengan berbagai ukuran tidak dilengkapi surat menyurat atau dokumen resmi diamankan petugas yang terkait kayu tersebut,” kata AKP Sugito, S.H. Kapolsek Jati Polres Blora saat dikonfirmasi oleh @polresblora.com, Rabu (26/04/17).

Ia mengatakan truk bermuatan kayu jati olahan itu diamankan berikut bersama tersangka yakni supir itu sendiri bernama  Pandu Dwi Setiawan Bin Paidi, umur 25 thn, alamat Dk. Kemadoh RT.01/RW.04 Ds. Jegong Kec. Jati Kab. Blora. kronologis kejadian pada hari Selasa kemarin, saat sebuah truck yang dicurigai petugas melintas di Jalan hutan petak 84 RPH Kemadoh, BKPH Pucung KPH Randublatung.

Penangkapan itu berdasarkan informasi masyarakat dan lidik petugas gabungan Polsek Jati bersama Polhut, bahwa ada truk yang mengangkut kayu jati olahan, saat dilakukan penghadangan dan pemeriksaan ternyata benar dan petugas gabungan telah berhasil mengamankan sebuah truck bermuatan kayu jati olahan dan menangkap tersangka sekaligus sopir dari truck tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan ternyata truck tersebut bermuatkan kayu jati olahan berbenruk papan dengan jumlah sekitar 157 lembar dengan berbagai ukuran.

“Kami tanya dari sopir truk tersebut terkait kelengkapan surat menyurat atau dokumen kayu tersebut mereka hanya terdiam dan tidak bisa menunjukkan apa yang diminta polisi,” kata AKP Sugito.

Saat ini sopir truk bermuatan kayu ulin olahan yang diketahui bernama Pandu Dwi Setiawan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polsek Jati terkait dengan dari mana memperoleh kayu dan dimana dirinya jual hasil kayu illegal tersebut.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan pengembangan di lapangan terkait kejadian ini untuk mengungkap jaringan perdagangan kayu illegal”. ungkap Kapolsek Jati Polres Blora.

Sementara tersangka yang sekaligus menjadi sopir itu diduga melakukan tindak pidana berupa ilegal loging sebagai mana diatur dalam pasal 83 ayat (1) huruf b Sub Pasal 83 Ayat (2) huruf b jo Pasal 12 huruf e UU RI No 18 Tahun 2013 Tentang “Pencegahan, Pemberantasan dan Perusakan Hutan (P3H),” tegas AKP Sugito, S.H.

Minimalisir Kasus Kecelakaan Yang Melinbatkan Bus, Sat Lantas Polres Blora Bersama Dishub Gelar Razia

Jajaran Sat Lantas Kepolisian Resor Blora bersama Dinas Perhubungan kemarin, hari Selasa tanggal 25 April 2017 menggelar razia terhadap bus dan truk yang masuk ke wilayah kota Blora dan terminal Gagak Rimang Blora. Razia dilakukan menyusul banyaknya kejadian kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum seperti bus dan truk di beberapa wilayah, yang paling menjadi sorotan kejadian laka lantas yang terjadi di wilayah puncak Bogor beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan (razia) gabungan di Jln. raya Blora – Ngawen tepatnya di Pos Ngancar Desa Tawangrejo Kec. Tunjungan Kab. Blora. Selama kegiatan petugas melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor dengan prioritas BUS dan kendaraan angkutan barang.

Kapolres Blora, AKBP Surisman S.I.K, M.H mengatakan, bahwa bus masih menjadi transportasi andalan bagi sebagian masyarakat ketika hendak bepergian. Sehingga perlu dicek apakah kendaraan tersebut layak jalan atau perlu perbaikan, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kita tidak ingin ada bus maut seperti di Bogor beberapa waktu lalu. Makanya kita lakukan pengecekan karena banyak bus yang secara kasat mata kondisinya sudah sangat memprihatinkan, namun masih digunakan mengangkut penumpang.” Kata AKBP Surisman, Rabu (26/04/17).

Satu persatu bus yang melintas dihentikan untuk diperiksa kelengkapannya, mulai dari lampu wiper sign dan ban menggunakan ban vulkanisir. Karena banyak kecelakaan akibat ban vulkanisir.

Selain itu petugas bersama – sama melakukan pemeriksaan surat surat dan kelengkapan kendaraan diantaranya Sim, STNK, Pajak, KIR dan SWDKLLJ. Petugas juga memeriksa kelengkapan alat pemecah kaca dan damkar ringan apabila terjadi kecelakaan untuk mengevakuasi penumpang.

Operasi tersebut digelar menurut KBO Sat Lantas Iptu Markus, saat memimpin anggotanya dilapanngan untuk menghindari jangan sampai terjadi kesalahan manusia (human eror) terhadap kendaraan umum yang mengangkut para penumpang hanya karena remnya tidak berfungsi dengan benar.

“Ini yang kami hindari bersama. Untuk itu kami juga tegaskan di lapangan kalau memang kendaraan umum tersebut tidak layak lagi untuk mengangkut penumpang sebaiknya jangan digunakan, dan kami juga telah mengimbau perusahaan-perusahaan pemilik AKAP dan AKDP,” ujarnya.

Pemeriksaan secara menyeluruh, kata dia, perlu dilakukan agar memastikan buruk atau tidaknya kendaraan tersebut. Dari puluhan bus yang diperiksa, baik dijalan maupun di terminal gagak rimang kata dia, “alhamdullilah” tidak ada satu bus pun yang bermasalah.

“Dalam razia itu, kami juga mengajak sopir maupun pemilik armada bus untuk menyisihkan sebagian hasil pendapatannya agar bisa digunakan untuk perbaikan armada. Sehingga seluruh bus yang masuk maupun ke luar kota Blora laik jalan,” pangkas Iptu Markus.

Awasi Pendistribuan Raskin Agar Tepat Sasaran Kapolsek Ngawen Polres Blora Terjun Langsung Ke Lapangan

Untuk menghindari terjadinya penyelewengan pendistribusian beras raskin kepada masyarakat yang tidak mampu dan yang berhak menerimanya. Bahwa menanggapi hal tersebut Kapolsek Ngawen Polres Blora AKP Yulianto, S.H. mengambil sikap dengan terjun langsung bersama anggotanya serta memerintahkan kepada semua anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ngawen untuk turun tangan memantau langsung pembagian raskin pada Selasa (25-04-2017), hal ini guna mencegah hal tidak diinginkan terjadi di wilayahnya.

“Raskin merupakan program dari Pemerintah yang diberikan kepada rakyat kategori miskin dengan kriteria tertentu Raskin dikelola oleh Bulog bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini aparat Kecamatan dan Desa. Distribusi dilakukan oleh aparat desa. Selama proses penyaluran, petugas selalu melakukan pantauan.” Kata AKP Yulianto, S.H.

Fungsi Kepolisian yang dilaksanakan adalah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap distribusi bantuan. Kehadiran Anggota Polri sangat penting, mengingat selama ini ada saja cerita tentang penyelewengan beras raskin yang tidak disalurkan kepada warga yang tidak berhak. Seperti, beras malah dijual kepada tengkulak, dan sebagainya dengan berbagai alasan.

Hal ini merupakan bentuk instruksi Presiden yang secara berjenjang melalui Kapolri, Kapolda, Kapolres hingga ke tingkat sendi Kepolisian tingkat Sektor. Untuk mengawal distribusi raskin. Kepolisian Negara Republik Indonesia terkhusus Polres Blora mengharapkan warga melaporkan baik kepada Bhabinkamtibmas maupun Kantor Kepolisian terdekat apabila menemukan penyelewengan terkait raskin.

“Beras raskin itu sendiri diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah lendah yang kurang mampu dan bertujuan agar penyaluran beras raskin ini tepat sasaran serta mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang mungkin timbul pada saat pembagian beras raskin kepada warga yang berhak. Sehingga pengawalan dan pemantauan dilakukan oleh pihak Kepolisian secara berkesinambungan dapat terlaksana dengan baik.” Pangkas AKP Yulianto kapolsek Ngawen Polres Blora.

Anggota Polsek Cepu Polres Blora Bersama Pemadam Kebakaran, Dan Warga Berhasil Padamkan Si Jago Merah

Sebuah rumah milik Lilik Harsono (58) yang digunakan juga sebagai Tempat Pendidikan Al Qur’an (TPA) beralamat di Jln. Sorogo no. 99 RT.04/RW.06, Kelurahan Ngelo, Kecamatan cepu, Kabupaten Blora. Sebagian besar hangus terbakar pada hari Selasa tanggal 25 April 2017, sekira pukul 04.30 WIB.

Kapolsek Cepu Polres Blora AKP Selamet beserta anggotanya yang mendapat laporan dari warga langsung menghubungi pemadam kebakaran dan menuju lokasi kejadian untuk mengamankan TKP. Kehadiran Polisi turut membantu mengevakuasi warga sekitar serta membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik korban yang masih bisa diselamatkan.

Menurut Kapolsek, rumah semi permanen milik Sdr. Harsono itu terbakar diduga akibat ledakan yang berasal dari dalam dapur rumah yang belum diketahui apa penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ketika terjadinya kebakaran korban Harsono baru pulang usai melaksanakan sholat subuh di Mushola dekat rumahnya.

Adapun kronologis kejadiannya seperti ini, pagi hari tadi sekira pukul 04.30 WIB pelapor (Harsono) bangun tidur, Kemudian dirinya pergi ke mushola didekat rumah untuk sholat shubuh berjamaah.

Sekira pukul 05.30 WIB selesai sholat subuh pelapor pulang dan mendapati dapur rumah pelapor serta TPA yang terletak bersebelahan dengan dapur rumahnya tersebut sudah dalam keadaan terbakar kemudian pelapor meminta tolong kepada tetangganya saksi 1 bernama Budi Santoso (46) dan saksi 2 bernama Parjito (57) serta menghubungi Polsek Cepu dan pemadam kebakaran. Setelah hampir satu jam Polisi, Pemadam Kebakaran dari Pertamina dan warga berhasil memadamkan api yang berkobar. Kerugian yang dialami korban akibat kejadian tersebut sekitar sebesar Rp.20.000.000,-(dua puluh juta rupiah).

Kapolsek Cepu AKP Selamet menghimbau agar kepada seluruh warga masyarakat untuk berhati-hati dirumah, cek kembali kompor gas yang berada di dapur, pastikan kompor dalam keadaan mati serta gas tidak bocor dari tabungnya.

“saya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kompor yang ada di dapur rumah, pastikan tidak bocor atau dalam keadaan mati apabila ditinggal berpergian, supaya tidak terjadi kasus kejadian kebakaran seperti ini”. Himbau AKP Selamet, S.H. Kapolsek Cepu, Polres Blora.

Polwan Cantik Polres Blora, Beri Hukuman Pengendara Motor Di Bawah Umur

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sudah di angka yang memprihatinkan. Data Korlantas Polri menyebutkan bahwa, jumlah korban fatalitasnya melebihi korban meninggal dunia akibat narkoba setiap hari. Bagi orang tua perlu memerhatikan anaknya agar tidak mengendarai sepeda motor, jika belum cukup umur. Bila tidak sang anak akan dikenakan sanksi.

Seperti halnya yang dialami oleh bocah pelajar SMP di Blora, Jawa Tengah (Jateng). Mereka harus menerima hukuman hormat kepada sepeda motor dengan mengucapkan “Saya Janji Tidak Bawa Motor ke Sekolah Lagi” di hadapan seorang personel polwan cantik.

Hukuman itu diterimanya karena belum cukup umur. Meski dia tetap memakai helm.

Selasa (25/04/17) pagi tadi, seorang polwan cantik dari Satlantas Polres Blora terpaksa menghentikan laju sepeda motor seorang bocah yang tidak diketahui namanya.

Laju sepeda motornya dihentikan polwan tersebut, karena tidak mengantongi surat izin mengemudi (SIM), lantaran belum cukup umur ditambah tidak ada sepionnya.

“Untuk memberikan pembelajaran bagi anak-anak. Kita hanya memberikan sanksi sebagai efek jera dengan cara tidak hanya hormat ke arah motor, adapula hormat kepada rambu-rambu lalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer S.I.K kepada @polresblora.com

Lebih jauh dikatakan AKP Febriyani, tindakan yang diberikan personel polwan itu juga sebagai pembelajaran bagi pengendara lainnya, agar harus memakai helm dan mengantongi STNK dan SIM. 

Kasat Lantas mengimbau, agar para orang tua tidak memberikan motor kepada anaknya yang belum cukup umur untuk berkendara.

“Jangan beri kesempatan untuk anaknya berkendara. Kalau berkendara itu harus dilengkapi surat menyurat kendaraan, SIM dan memakai helm,” pungkasnya.