shadow

Anggota DPRD Blora Terkejut, Tes Urin Mendadak Dari Sat Narkoba Polres Blora Bersama Tim Direktorat Narkoba Polda Jateng

Usai rapat paripurna, sebanyak 32 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikejutkan dengan pelaksanaan tes urine termasuk Bupati Blora H. Djoko Nugroho ikuti tes urine.

Ada rasa keterkejutan saat informasi tes urine tersebut disampaikan Ketua DPRD Blora. Namun, para wakil rakyat ini tak bisa berbuat apa-apa selain mau atau tidak mau harus tes urin yang dilaksanakan di samping ruang paripurna.

“Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo tentang darurat narkoba, maka setelah rapat paripurna ini langsung dilakukan tes urine. Silakan menuju ke tempat tes urine yang sudah disiapkan,” kata Ketua DPRD Blora Ir. H. Bambang Susilo melalui pengeras suara, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Blora, Jawa Tengah, Jumat 28 April kemarin.

Sontak, saat informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Karanganyar Bambang Susilo, disambut tawa para anggota dewan. Secara bergantian mereka menjalani tes urine secara dadakan oleh yang dilakukan oleh Sat Res Narkoba Polres Blora bersama Tim dari Direktorat Narkoba Polda Jateng, yang dipimpin AKBP Sunarto, AKBP Carto Nuryanto, dan AKBP Darto.

Tak hanya anggota dewan biasa yang menjalani tes urine, pimpinan komisi, fraksi, hingga pimpinan DPRD pun diwajibkan menjalani tes urine. Tak sampai satu jam, pemeriksaan dengan menggunakan alat tes ini hasilnya dapat langsung diketahui.

Ketua DPRD Kab. Blora H. Bambang Susilo memastikan tak ada satu anggota dewan pun yang mengetahui bila sesudah rapat paripurna akan dilakukan tes urine. Meskipun, jumalah anggota DPRD Blora berjumlah 45 ada sekitar 13 (tiga belas) anggota dewan yang tidak mengikuti rapat paripurna karena tugas luar dan ijin ada keperluan lain.

“Tes urine ini saya pastikan tidak ada satu pun anggota dewan yang tahu. Meski ada 13 anggota dewan yang tak masuk hari ini. Bukan karena mereka tahu akan ada tes urine. Tapi, 13 yang tak masuk karena ada tugas luar urusan pribadi,” papar Bambang Susilo usai tes urine.

Meski ketiga belas anggota yang tidak bisa mengikuti tes urine secara bersama, hari ini, Bambang Susilo menegaskan wajib bagi mereka untuk tetap melakukannya. “Tetap yang tidak masuk akan menjalani tes urine, di lain waktu” tegasnya.

Senada, Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H. membenarkan bila tes urine anggota dewan ini dilakukan secara mendadak. Tes urine ini dilakukan rangka  pencegahan pemberantasan,penyalahgunaan dan pengedar gelap narkotika (P4GN) di DPRD kab. Blora.

“kemarin sebelum rapat paripurna, Polres Blora melalui Sat Res Narkoba menghubungi Ketua DPRD dan meminta izin untuk melakukan tes urine kepada seluruh anggota Dewan dalam rangka (P4GN). Dengan tanggapan yang baik, langkah positif memberantas penggunaan psikotropika Sat Res Narkoba ini kami dukung,” ungkap AKBP Surisman, Sabtu (29/04/17).

Dari hasil tes urin yang dilakukan oleh Sat Res Narkoba Polres Blora bersama Tim Direktorat Narkoba Polda JAteng terhadap 32 orang anggota DPRD Kabupaten Blora, hasilnya menunjukkan seluruhnya dinyatakan bersih dari narkoba. Hal itu berarti seluruh anggota dewan Kabupaten Blora bebas dari penggunaan barang terlarang narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *