Narkoba Mulai Masuk Desa, Kapolsek Todanan Binluh ke MAKESTA IPNU Dan IPPNU

Pada hari Sabtu, Tanggal 08 April 2017 pukul 08.00 s/d 09.00 wib bertempat di SMK Khozinatul Ulum Todanan, AKP Sutrisno, S.H. selaku Kapolsek Todanan memberikan materi tentang  Bahaya Narkoba dan HIV  dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota ( MAKESTA )ke 2 yang di adakan oleh pimpinan anak cabang IPNU ( Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama ) dan IPPNU ( Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama ) kecamatan Todanan, acara tersebut di hadiri oleh kurang lebih 50 peserta siswa  siswi dari SMK khozinatul Ulum.

Dalam kegiatan tersebut Kapolsek memberikan pengertian NARKOBA yang mempunyai akronim NARkotika, PsiKOtropika, dan Bahan Adiktif lainnya. Menurut dari asal dan bahan pembuatannya, narkoba di bagi menjadi tiga jenis yaitu :

1. narkoba yang terbuat dari bahan alami seperti Tanaman Ganja dan tanaman kokain dan sejenisnya, yang menimbulkan efek halusinogen sehingga membuat penggunanya merasa berhalusinasi.

2. narkoba yang terbuat dari bahan sintetis ( dari bahan kimia ) semisal ekstasi, heroin, sabu, putaw dan semacamnya yang menimbulkan efek bagi penggunanya selalu merasa energik, kuat, betah melek atau begadang hingga berhari-hari.

3. narkoba yang terbuat dari bahan semi sintetis yaitu narkoba yang terbuat dari campuran bahan kimia dan bahan alami semisal Alkohol , lem, dan rokok dimana dalam barang  barang tersebut mengandung zat adiktif yang apabila orang mengkonsumsinya pasti mereka akan merasa ketagihan dan ingin mengulanginya lagi, lagi dan lagi hingga pengguna tersebut tidak akan pernah merasa puas.

Menurut AKP Sutrisno kaitannya antara narkoba dengan Virus HIV / Aids sangat berhubungan erat di sebabkan karena penggunaan Narkoba yang menggunakan jarum suntik, para pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik tidak dengan cara sekali pakai langsung buang, namun mereka menggunakan jarum suntik secara bergiliran / bergantian dengan rekan mereka sesama penguna narkoba.  Apabila ada salah satu pengguna yang sudah terinfeksi virus HIV menyuntikkan jarum suntik ke tubuhnya kemudian pengguna yang lain menggunakan lagi jarum suntik tersebut maka sudah dapat di pastikan pengguna yang menggunakan jarum suntik tersebut langsung akan terinfeksi virus HIV.

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek todanan juga memberikan nasehat kepada para peserta Makesta supaya jangan pernah mencoba miras, karena mirasTodanan, Pada hari Sabtu, Tanggal 08 April 2017 pukul 08.00 s/d 09.00 wib bertempat di SMK Khozinatul Ulum Todanan, AKP Sutrisno, S.H. selaku Kapolsek Todanan memberikan materi tentang  Bahaya Narkoba dan HIV  dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota ( MAKESTA )ke 2 yang di adakan oleh pimpinan anak cabang IPNU ( Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama ) dan IPPNU ( Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama ) kecamatan Todanan, acara tersebut di hadiri oleh kurang lebih 50 peserta siswa  siswi dari SMK khozinatul Ulum.

 

Dalam kegiatan tersebut Kapolsek memberikan pengertian NARKOBA yang mempunyai akronim NARkotika, PsiKOtropika, dan Bahan Adiktif lainnya. Menurut dari asal dan bahan pembuatannya, narkoba di bagi menjadi tiga jenis yaitu :

 

1. narkoba yang terbuat dari bahan alami seperti Tanaman Ganja dan tanaman kokain dan sejenisnya, yang menimbulkan efek halusinogen sehingga membuat penggunanya merasa berhalusinasi.

 

2. narkoba yang terbuat dari bahan sintetis ( dari bahan kimia ) semisal ekstasi, heroin, sabu, putaw dan semacamnya yang menimbulkan efek bagi penggunanya selalu merasa energik, kuat, betah melek atau begadang hingga berhari-hari.

 

3. narkoba yang terbuat dari bahan semi sintetis yaitu narkoba yang terbuat dari campuran bahan kimia dan bahan alami semisal Alkohol , lem, dan rokok dimana dalam barang  barang tersebut mengandung zat adiktif yang apabila orang mengkonsumsinya pasti mereka akan merasa ketagihan dan ingin mengulanginya lagi, lagi dan lagi hingga pengguna tersebut tidak akan pernah merasa puas.

 

Menurut AKP Sutrisno kaitannya antara narkoba dengan Virus HIV / Aids sangat berhubungan erat di sebabkan karena penggunaan Narkoba yang menggunakan jarum suntik, para pengguna narkoba umumnya menggunakan jarum suntik tidak dengan cara sekali pakai langsung buang, namun mereka menggunakan jarum suntik secara bergiliran / bergantian dengan rekan mereka sesama penguna narkoba.  Apabila ada salah satu pengguna yang sudah terinfeksi virus HIV menyuntikkan jarum suntik ke tubuhnya kemudian pengguna yang lain menggunakan lagi jarum suntik tersebut maka sudah dapat di pastikan pengguna yang menggunakan jarum suntik tersebut langsung akan terinfeksi virus HIV.

 

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek todanan juga memberikan nasehat kepada para peserta Makesta supaya jangan pernah mencoba miras, karena miras juga merupakan salah satu jembatan penghubung menuju penyalahgunaan narkoba. Biasanya para pengguna narkoba mengetahui atau mencoba narkoba setelah mereka biasa mengkonsumsi miras.

 

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. juga merupakan salah satu jembatan penghubung menuju penyalahgunaan narkoba. Biasanya para pengguna narkoba mengetahui atau mencoba narkoba setelah mereka biasa mengkonsumsi miras.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password