shadow

Polres Blora Menggandeng TNI Dalam Melaksanakan Operasi Cipta Kondisi

Pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi gabungan TNI dan Polri yang melibatkan Sub Den Pom, Kodim 0721 dan Polres Blora yang bertempat di Jln. Pemuda Blora depan Mako Sat Lantas Polres Blora hari tadi berjalan lancar dan kondusif, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulannya guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran di jalan terhadap sesama pengguna jalan serta memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat. Minggu (26/02/2017).

Operasi Cipta Kondisi Gabungan yang dilaksanakan malam tadi hari Sabtu tanggal 25 februari 2017 tak hanya dari pemeriksaan kelengkapan surat- surat antara lain Kelengkapan SIM dan STNK, tetapi juga sebagai langkah untuk mencegah semakin maraknya peredaran kendaraan bermotor hasil curanmor. kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda, SE dengan di damping oleh para perwira pengendali.

“Operasi cipta kondisi ini akan rutin kita gelar untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, seperti perampasan, perampokan, membawa senjata tajam, bahan peledak hingga senjata api” kata Kompol I Gede Arda.

Dalam operasi gabungan tersebut sebanyak 50 personil dikerahakan. Satu per-satu kendaraan kendaraan roda dua yang melintas Jln Pemuda Blora diperiksa petugas. Dalam kegiatan ini masih ditemukannya pelanggaran tidak fatal hanya mengenai kelengkapan surat-surat seperti SIM habis masa berlakunya hingga STNK yang tertinggal, kemudian untuk pelanggaan para remaja yang tidak memakai helm saat berkendara serta spesifikasi sepeda motor yang tidak standart seperti kenalpot Brong, Ban Kecil, Tidak pasang sepion dll.

Razia gabungan ini diperlakukan dalam rangka menindak lanjuti program Promoter Kapolri, dalam rangka menjalin sinergitas kemitraan dengan instansi samping untuk memelihara kamtibmas di kewilayaan. Ujar Kabag Ops Polres Blora

“Dirinya menegaskan, bahwa dalam razia ini, tidak ada tebang pilih. Sasaran dalam razia ini, lanjutnya adalah anggota TNI, Polri, dan Sipil yang melanggar tata tertib lalu lintas. Semua warga negara baik aparat negara dan masyarakat sipil harus tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.”Tandasya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *